Anselmus Sinaga: Dosa Warisan ‘Original Sin’

[Ajaran Islam mudah dikerjakan & sangat praktis, sesuai fitrah manusia. Islam itu bersifat lapang.]

♠♠♠

alfalfaAnselmus Sinaga. Semula, saya adalah penganut Pelbegu. Ajaran animisme yang turun-temurun diyakini sebagian masyarakat Batak. Ajaran itu hanya berdasarkan tradisi, tanpa kitab suci. Tentunya, ajaran ini tidak dapat diuji kebenarannya.

Itu sebabnya, setelah beranjak dewasa & pandai berpikir kritis, ajaran itu pun ditinggalkannya. Ia tertarik Katolik. Lagi-lagi Anselmus “kepentok” dosa warisan yang diajarkan pastur.

Anselmus, tidak mengerti dosa warisan. Alasan apa semua anak Adam mempunyai dosa warisan.Para pasturpun itu punya dosa warisan. Kalau pastur itupun mempunyai dosa warisan, mengapa pula ia mengampuni dosa orang lain? Begitulah pertanyaan Anselmus kepada para pastur. Dan …. tidak kunjung mendapatkan jawaban.

Tidak puas di Katolik. Usia 20, mengembara. Meninggalkan kampung halaman. Meninggalkan Pulau Samosir yang penuh kenangan & keindahan. Merantau ke negeri orang. Tujuan Medan. Di kota inilah bertemu seseorang yang mengantarkan, hingga ke Perguruan Zending di Medan.

Ketika muda belajar di Perguruan Zending Medan, ia mendapatkan bahwa, sebagian ajaran Musa a.s. & Isa a.s. diteruskan Nabi Muhammad saw. Kesimpulan itu, setelah mempelajari Islam. Ajaran Islam itu paling sempurna. Baik dilaksanakan pribadi, keluarga, masyarakat maupun negara, & antar negara. Ajaran Islam mudah dilaksanakan siapapun, menurut kemampuan masing-masing. Ajaran Islam mudah dikerjakan & sangat praktis, sesuai fitrah manusia. Islam itu bersifat lapang.

Karena puas dengan ajaran-ajaran Islam, saya putuskan meninggalkan Katolik. Meskipun, itu bukanlah tanpa resiko. Tetapi, niat yang kuat sanggup, memupuskan semua efek negatif yang bakal timbul. Terutama dari pihak keluarga. Sebab, Ompu Dormauli Sinaga, ayah, salah 1 pendiri Gereja Katolik si Sitatar Palipi. Pulau Samosir.

Ayah sangat berang & marah, serta tidak mengakui sebagai keluarga. Dianggap murtad. Berbagai bujukan diarahkan dengan harapan agar kembali ke ajaran semula. Tetapi, semua itu dapat saya tepis untuk tetap istiqamah di dalam meyakini Islam.

Di antara bujukan yang saya terima adalah, janji akan diberikan pekerjaan yang menyenangkan & lain sebagainya. Alhamdulillah, saya tetap tegar bagai batu karang di tengah samudra yang tidak mampu digoyahkan oleh badai sekalipun. Apalagi oleh riak ombak kecil di pantai. Saya sudah siap segalanya, menghadapi berbagai kemungkinan, akibat keputusan menjadi muslim.

Saya bersyukur kepada Allah, ternyata semua kendala dapat dilalui dengan baik. Tanpa bentrokan yang berarti. Termasuk gangguan fisik maupun acaman lain, tidak ada yang saya terima.

Menjadi Dai

Kini saya boleh bahagia. Setelah menjadi muslim, nama saya Abdullah Sinaga, plus predikat haji. Bersama Asni Situmorang, istri saya yang setia mendampingi saya sejak dari Sibolga, saya hidup rukun & tenteram bersama 10 orang anak. Pekerjaan tetap saya menjadi penilik pada Pendais (Penerangan & Dakwah Islam) Wilayah III Medan Denai Departemen Agama Kotamadya Medan.

Di samping itu, saya aktif memajukan umat Islam ini, melalui dakwah. Sebagai wadah, aktif di Muhammadiyah bagian tablig. Itu obsesi sejak dulu, ketika mulai masuk Islam. Yaitu mempelajari Islam secara baik, kemudian disebarluaskan kepada masyarakat.

Kesibukan lain di bidang dakwah, yaitu penanganan masyarakat terpencil di pedalaman. Saya termasuk yang memprakarsai pengiriman dai ke daerah-daerah pedalaman yang rawan. Saya sibuk menangani kehidupan mualaf, terutama bidang pendidikan.

Dan, tidak kalah pentingnya adalah soal dakwah melalui tulisan. Beberapa buku karya, sudah diterbitkan. Di antaranya yang menyangkut kenabian Muhammad saw. Dilengkapi dengan bukti ayat-ayat AlKitab. Kehadirannya sudah dinubuatkan dalam Kitab Suci Taurat.

Buku itu diterbitkan oleh penerbit Naspar Djaja, Medan. Buku tersebut di antaranya sudah saya serahkan kepada DDII (Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia) Pusat sebagai kenang-kenangan ketika saya dipanggil, mengikuti silaturahmi jamaah Muhtadin. Sialturahmi dilaksanakan di Cisalopa Bogor, diikuti sejumlah mantan pendeta & pastur serta aktivis Kristen lainnya. [Moh. Ichsan/Albaz; Journey to Islam ; Redaksi 01 Nov 2003]

ooo

Kami tidak membeda-bedakan. Allah berfirman, “Katakanlah (hai orang-orang mukmin): “Kami beriman kepada Allah & apa yang diturunkan kepada kami, & apa yang diturunkan kepada Ibrahim, Ismail, Ishak, Yakub & anak cucunya, & apa yang diberikan kepada Musa & Isa serta apa yang diberikan kepada nabi-nabi dari Tuhannya. Kami tidak membeda-bedakan seorang pun di antara mereka & kami hanya tunduk patuh kepada-Nya”.” [2:136]

Menyerahkan diri. Allah berfirman,“Katakanlah: “Kami beriman kepada Allah & kepada apa yang diturunkan kepada kami & yang diturunkan kepada Ibrahim, Ismail, Ishak, Yakub, & anak-anaknya, & apa yang diberikan kepada Musa, `Isa & para nabi dari Tuhan mereka. Kami tidak membeda-bedakan seorang pun di antara mereka & hanya kepada-Nya-lah kami menyerahkan diri.”” [3:84]

Tidak dibunuh. Tidak disalib. Allah berfirman, “& karena ucapan mereka: “Sesungguhnya Kami telah membunuh Al Masih, Isa putra Maryam, Rasul Allah”, padahal mereka tidak membunuhnya & tidak (pula) menyalibnya, tetapi (yang mereka bunuh ialah) orang yang diserupakan dengan `Isa bagi mereka.

Sesungguhnya orang-orang yang berselisih paham tentang (pembunuhan) Isa, benar-benar dalam keragu-raguan tentang yang dibunuh itu. Mereka tidak mempunyai keyakinan tentang siapa yang dibunuh itu, kecuali mengikuti persangkaan belaka, mereka tidak (pula) yakin bahwa yang mereka bunuh itu adalah Isa. ” [3:157]

Cahaya Tuhan. Allah berfirman, “Maka apakah orang-orang yang dibukakan Allah hatinya untuk (menerima) agama Islam lalu ia mendapat cahaya dari Tuhannya (sama dengan orang yang membatu hatinya)? Maka kecelakaan yang besarlah bagi mereka yang telah membatu hatinya untuk mengingat Allah. Mereka itu dalam kesesatan yang nyata.” [39:22]

Rasul datang. Allah berfirman,”Hai Ahli Kitab, sesungguhnya telah datang kepadamu Rasul Kami, menjelaskan kepadamu banyak dari isi Al Kitab yang kamu sembunyikan, & banyak (pula yang) dibiarkannya. Sesungguhnya telah datang kepadamu cahaya dari Allah, & kitab yang menerangkan.” [5:15]

Menukar ayat. Allah berfirman, “Sesungguhnya Kami telah menurunkan Kitab Taurat di dalamnya (ada) petunjuk & cahaya (yang menerangi), yang dengan Kitab itu diputuskan perkara orang-orang Yahudi oleh nabi-nabi yang menyerah diri kepada Allah, oleh orang-orang alim mereka & pendeta-pendeta mereka, disebabkan mereka diperintahkan memelihara kitab-kitab Allah & mereka menjadi saksi terhadapnya.
Karena itu janganlah kamu takut kepada manusia, (tetapi) takutlah kepada-Ku. Dan janganlah kamu menukar ayat-ayat-Ku dengan harga yang sedikit. Barang siapa yang tidak memutuskan menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang kafir.” [5:44]

Tanpa ilmu. Allah berfirman, “Dan di antara manusia ada orang-orang yang membantah tentang Allah tanpa ilmu pengetahuan, tanpa petunjuk & tanpa kitab (wahyu) yang bercahaya,” [22:8]

Yang Dia kehendaki. Allah berfirman, “Allah menganugrahkan al hikmah (kefahaman yang dalam tentang Al Qur’an & As Sunnah) kepada siapa yang Dia kehendaki. Dan barang siapa yang dianugrahi al hikmah itu, ia benar-benar telah dianugrahi karunia yang banyak. Dan hanya orang-orang yang berakallah yang dapat mengambil pelajaran (dari firman Allah).” [2:269]

Pemberi petunjuk. Allah berfirman, “Bukanlah kewajibanmu menjadikan mereka mendapat petunjuk, akan tetapi Allah-lah yang memberi petunjuk (memberi taufik) siapa yang dikehendaki-Nya. Dan apa saja harta yang baik yang kamu nafkahkan (di jalan Allah), maka pahalanya itu untuk kamu sendiri.

Dan janganlah kamu membelanjakan sesuatu melainkan karena mencari keridaan Allah. Dan apa saja harta yang baik yang kamu nafkahkan, niscaya kamu akan diberi pahalanya dengan cukup sedang kamu sedikit pun tidak akan dianiaya (dirugikan).” [2:272]

Melapangkan dada. Allah berfirman, “Barang siapa yang Allah menghendaki akan memberikan kepadanya petunjuk, niscaya Dia melapangkan dadanya untuk (memeluk agama) Islam. Dan barang siapa yang dikehendaki Allah kesesatannya, niscaya Allah menjadikan dadanya sesak lagi sempit, seolah-olah ia sedang mendaki ke langit. Begitulah Allah menimpakan siksa kepada orang-orang yang tidak beriman.” [6:125]

Al-Hikmah. Allah berfirman, “Allah menganugrahkan al hikmah (kefahaman yang dalam tentang Al Qur’an & As Sunnah) kepada siapa yang Dia kehendaki. Dan barang siapa yang dianugrahi al hikmah itu, ia benar-benar telah dianugrahi karunia yang banyak. Dan hanya orang-orang yang berakallah yang dapat mengambil pelajaran (dari firman Allah).” [2:269]

Dengki. Allah berfirman, “Sesungguhnya agama (yang diridai) di sisi Allah hanyalah Islam. Tiada berselisih orang-orang yang telah diberi Al Kitab kecuali sesudah datang pengetahuan kepada mereka, karena kedengkian (yang ada) di antara mereka. Barang siapa yang kafir terhadap ayat-ayat Allah maka sesungguhnya Allah sangat cepat hisab-Nya.” [3:19]

Menyerahkan diri. Allah berfirman, “Kemudian jika mereka mendebat kamu (tentang kebenaran Islam), maka katakanlah: “Aku menyerahkan diriku kepada Allah & (demikian pula) orang-orang yang mengikutiku”. Dan katakanlah kepada orang-orang yang telah diberi Al Kitab & kepada orang-orang yang ummi: “Apakah kamu (mau) masuk Islam?” Jika mereka masuk Islam, sesungguhnya mereka telah mendapat petunjuk, & jika mereka berpaling, maka kewajiban kamu hanyalah menyampaikan (ayat-ayat Allah). Dan Allah Maha Melihat akan hamba-hamba-Nya.” [3:20]

Semuanya kembali. Allah berfirman, “Hanya kepada-Nya-lah kamu semuanya akan kembali; sebagai janji yang benar daripada Allah, sesungguhnya Allah menciptakan makhluk pada permulaannya kemudian mengulanginya (menghidupkannya) kembali (sesudah berbangkit), agar Dia memberi pembalasan kepada orang-orang yang beriman & yang mengerjakan amal shaleh dengan adil. Dan untuk orang-orang kafir disediakan minuman air yang panas & adzab yang pedih disebabkan kekafiran mereka.” [10:4]

Tuhan ESA. Allah berfirman, “Mereka menjadikan orang-orang alimnya, & rahib-rahib mereka sebagai tuhan selain Allah, & (juga mereka mempertuhankan) Al Masih putra Maryam; padahal mereka hanya disuruh menyembah Tuhan Yang Maha Esa; tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia. Maha Suci Allah dari apa yang mereka persekutukan.” [9:31]

Prasangka. Allah berfirman, “Ingatlah, sesungguhnya kepunyaan Allah semua yang ada di langit & semua yang ada di bumi. Dan orang-orang yang menyeru sekutu-sekutu selain Allah, tidaklah mengikuti (suatu keyakinan). Mereka tidak mengikuti kecuali prasangka belaka, & mereka hanyalah menduga-duga.” [10:66]

Semua patuh. Allah berfirman, “Hanya kepada Allah-lah sujud (patuh) segala apa yang di langit & di bumi, baik dengan kemauan sendiri atau pun terpaksa (& sujud pula) bayang-bayangnya di waktu pagi & petang hari.” [13:15]

Mengingat. Allah berfirman, “(yaitu) orang-orang yang beriman & hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.” [13;28]

Iklan

Tinggalkan Balasan, sopan, intelek, belajar lanjut

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s