Christiana Adriana ‘Supriantini’: Ragu

Umat Kristen, harusnya taat Alkitab, bukan malah dogma Paulus. Misal, Imamat: 11 mengharamkan babi. Umat Kristen memakannya. Juga melalaikan perintah sunat. 

a5t_500Christiana Adriana adalah nama pemberian orang tua. Sesuai nama berawalan Christiana, orang sudah mafhum agama saya. Saya penganut Kristen Katolik. Sejak kecil, orang tua menanamkan ajaran Kristen.Mendidik kami, anak-anaknya. Bersama orang tua, saya pun aktif setiap kegiatan gereja.

Bahkan, ibu seorang aktivis gereja, bertugas memberi makan pendeta. Sebagai penganut Kristen Katolik yang taat, saya sangat rajin membaca Alkitab. Saya juga banyak membaca kisah-kisah Nabi Isa. Juga sangat kagum gambar Bunda Maria, yang saya tempel di banyak sudut rumah.

Bersamaan rasa kagum kepada agama ini, sebagai anggota masyarakat, saya juga bergaul dengan sesama. Saya tinggal di Yogyakarta yang mayoritas penduduknya Islam. Di lingkungan yang berbeda agama inilah saya bergaul. Ini saya lakukan sejak kanak-kanak hingga dewasa. Sangat senang bergaul dengan mereka, sebab mereka tidak mempersoalkan perbedaan agama.

Pergaulan yang luas dengan kalangan Islam ini, membuat orang tua was-was. Mereka kemudian melarang bergaul. Karena sudah terlalu dekat, saya sembunyi-sembunyi menjumpai mereka. Lama-kelamaan diketahui juga ayah Saya didamprat habis-habisan. Saya juga mendapat hukuman.

Tahun 1971, selepas Sekolah Guru Agama (SGA), secara resmi bergelar biarawati. Sebagai biarawati, saya diharuskan tinggal di asrama. Tugas pertama adalah mengajar di taman kanak-kanak. Setelah itu, sebagai misionaris yang meliputi wilayah garapan Jakarta & sekitarnya.

Sebagai seorang misionaris, saya berusaha mengajak pemeluk Islam menjadi penganut Kristen. Itu berhasil. Ternyata, banyak orang Islam yang pindah ke Kristen. Umumnya dari kalangan yang kesusahan. Mereka menggadaikan imannya, karena merasa berutang budi kepada misionaris.

Setelah 3 tahun menjadi misionaris, saya mulai risih ajaran-ajaran agarna saya sendiri. Saya sering membandingkan ajaran Kristen dengan Islam. Karena sering membandingkan, akhirnya saya berkesimpulan, Islamlah yang mempunyai ajaran & hukum yang sangat jelas. Seperti: halal, haram, mubah, & makruh. Bukan itu saja, Saya terkadang bertanya ketuhanan Yesus.

Mengapa Yesus sebagai Tuhan bisa disalib & tidak berdaya?

Saya juga bertanya sikap umat Kristen, yang seharusnya taat perintah Alkitab, tapi malah percaya dogma dogma Paulus. Misalnya,

Imamat: 11 yang mengharamkan babi.

Umat Kristen memakannya. Selain itu, umat Kristen juga melalaikan perintah sunat atau berkhitan. Dari pertanyaan ini, membuat saya ragu akan kebenaran agama yang saya anut sejak kecil itu. Pertanyaan & sikap penganutnya ini yang menjadi awal keraguan saya terhadap agama Kristen.

Hal-hal Aneh

Keraguan inilah, saya mengalami hal-hal aneh yang belum pernah terjadi dalam hidup saya. Pertama, saya berdoa kepada Tuhannya Islam.

Dalam doa itu, saya minta agar ditunjukkan kekuasaanNya sehingga akan menambah keyakinan saya. Kedua, bertepatan Hari Raya Idul Adha, saya melihat orang orang yang suci bersih berbaris dengan rapi. Tiba-tiba muncul gumpalan-gumpalan awan yang memayungi orang-orang suci itu.

Ketiga, saat subuh, ketika bersiap doa, tiba-tiba ada yang memegangi tangan dari belakang. Mulut dibekap hingga tak bisa bicara. Pikir saya, saya sedang dirampok. Kondisi demikian, saya berusaha berteriak. Namun, saya malah berteriak Allahu Akbar & mengucapkan 2 kalimat syahadat.

Setelah berteriak seperti itu, pegangan tangan mengendur & lenyap. Kemudian, saya tak sadarkan diri. Dalam keadaan seperti itu, saya mengalami halusinasi. Saya merasa dibawa entah oleh siapa ke sebuah padang yang sangat luas. Di hadapan saya terdapat gumpalan bara sebesar gunung.

Semua rumput bersujud. Kemudian secara sayup-sayup saya mendengar kumandang suara azan. Lantunan suara suci itu begitu menyayat hati. Saya merasa begitu bersalah selama ini.

Keempat, setiap kali saya mendapat kesulitan, muncul seseorang memakai sorban yang berdiri tegar di hadapan saya. Orang itu kemudian mengatakan, “Apa yang engkau inginkan? Apa belum cukup kebesaran yang Aku tunjukkan?”

Masuk Islam. 

Setelah mengalami kejadian aneh itu, saya berkeinginan secara ikhlas memeluk Islam. Niatan itu saya sampaikan kepada kepala suster. Bukan sambutan hangat yang saya terima, malah kemarahan. Kepala suster marah & melarang saya.

Namun, tekad saya bulat pindah agama. Untuk itu, saya hengkang dari asrama. Keinginan itu juga didengar orang tua. Saya dimarahi & diobati paranormal. Mereka mengancam tidak mengakui sebagai anak. Namun yang keluar dari mulut saya hanya kalimat tauhid. Karena tidak mempan, akhirnya orang tua membawa ke rumah sakit jiwa, alasan kena sihir.

Akhirnya, saya dapat mewujudkan keinginan itu. Berkat usaha seorang teman, saya berhasil dibimbing memeluk Islam di sebuah pondok pesantren di Jakarta Timur. Nama menjadi Supriantini.

Setelah pindah agama, saya lebih memfokuskan belajar mendalami Islam. Saya juga tidak bosan-bosan mendoakan kedua orang tua saya agar mereka segera diberi taufik & hidayah oleh Allah SWT.

[Maulana/Albaz “Saya memilih Islam” Penyusun Abdul Baqir Zein, Penerbit Gema Insani Mualaf Online Center ; Journey to Islam]

ooo

Kami tidak membeda-bedakan. Allah berfirman,

“Katakanlah (hai orang-orang mukmin): “Kami beriman kepada Allah & apa yang diturunkan kepada kami, & apa yang diturunkan kepada Ibrahim, Ismail, Ishak, Yakub & anak cucunya, & apa yang diberikan kepada Musa & Isa serta apa yang diberikan kepada nabi-nabi dari Tuhannya.

Kami tidak membeda-bedakan seorang pun di antara mereka & kami hanya tunduk patuh kepada-Nya”.” [2:136]

Tidak dibunuh. Tidak disalib. Allah berfirman, “& karena ucapan mereka: “Sesungguhnya Kami telah membunuh Al Masih, Isa putra Maryam, Rasul Allah”, padahal mereka tidak membunuhnya & tidak (pula) menyalibnya, tetapi (yang mereka bunuh ialah) orang yang diserupakan dengan `Isa bagi mereka.

Sesungguhnya orang-orang yang berselisih paham tentang (pembunuhan) Isa, benar-benar dalam keragu-raguan tentang yang dibunuh itu. Mereka tidak mempunyai keyakinan tentang siapa yang dibunuh itu, kecuali mengikuti persangkaan belaka, mereka tidak (pula) yakin bahwa yang mereka bunuh itu adalah Isa. ” [3:157]

Cahaya Tuhan. Allah berfirman, “Maka apakah orang-orang yang dibukakan Allah hatinya untuk (menerima) agama Islam lalu ia mendapat cahaya dari Tuhannya (sama dengan orang yang membatu hatinya)? Maka kecelakaan yang besarlah bagi mereka yang telah membatu hatinya untuk mengingat Allah. Mereka itu dalam kesesatan yang nyata.” [39:22]

Menukar ayat. Allah berfirman,

“Sesungguhnya Kami telah menurunkan Kitab Taurat di dalamnya (ada) petunjuk & cahaya (yang menerangi), yang dengan Kitab itu diputuskan perkara orang-orang Yahudi oleh nabi-nabi yang menyerah diri kepada Allah, oleh orang-orang alim mereka & pendeta-pendeta mereka, disebabkan mereka diperintahkan memelihara kitab-kitab Allah & mereka menjadi saksi terhadapnya.

Karena itu janganlah kamu takut kepada manusia, (tetapi) takutlah kepada-Ku. Dan janganlah kamu menukar ayat-ayat-Ku dengan harga yang sedikit.

Barang siapa yang tidak memutuskan menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang kafir.” [5:44]

Melapangkan dada. Allah berfirman,

“Barang siapa yang Allah menghendaki akan memberikan kepadanya petunjuk, niscaya Dia melapangkan dadanya untuk (memeluk agama) Islam.

Dan barang siapa yang dikehendaki Allah kesesatannya, niscaya Allah menjadikan dadanya sesak lagi sempit, seolah-olah ia sedang mendaki ke langit. Begitulah Allah menimpakan siksa kepada orang-orang yang tidak beriman.” [6:125]

Menyerahkan diri. Allah berfirman,

“Kemudian jika mereka mendebat kamu (tentang kebenaran Islam), maka katakanlah: “Aku menyerahkan diriku kepada Allah & (demikian pula) orang-orang yang mengikutiku”.

Dan katakanlah kepada orang-orang yang telah diberi Al Kitab & kepada orang-orang yang ummi:

“Apakah kamu (mau) masuk Islam?” Jika mereka masuk Islam, sesungguhnya mereka telah mendapat petunjuk, & jika mereka berpaling, maka kewajiban kamu hanyalah menyampaikan (ayat-ayat Allah).

Dan Allah Maha Melihat akan hamba-hamba-Nya.” [3:20]

Tuhan ESA. Allah berfirman,

“Mereka menjadikan orang-orang alimnya, & rahib-rahib mereka sebagai tuhan selain Allah, & (juga mereka mempertuhankan) Al Masih putra Maryam;

padahal mereka hanya disuruh menyembah Tuhan Yang Maha Esa; tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia.

Maha Suci Allah dari apa yang mereka persekutukan.” [9:31]

Semua patuh. Allah berfirman,

“Hanya kepada Allah-lah sujud (patuh) segala apa yang di langit & di bumi, baik dengan kemauan sendiri atau pun terpaksa (& sujud pula) bayang-bayangnya di waktu pagi & petang hari.” [13:15]

Iklan

Tinggalkan Balasan, sopan, intelek, belajar lanjut

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s