Gold Fret ‘mantan Pendeta’: Yehezkiel, Tanggung Dosa Sendiri

Dalam ajaran gereja, seorang bayi yang lahir membawa dosa warisan Nabi Adam & ibu Hawa. Bayi yang mati sebelum dibaptis, tidak akan masuk surga. Keyakinan itu bertentangan dengan Alkitab Yehezkiel pasal 18 ayat 20 & Matius pasal 19 ayat 14. Manusia hanya menanggung dosanya sendiri. Bukan orang lain. ♥♥♥

a000q_500AYAH seorang pastor atau pendeta dalam Kristen Katolik. Beliau mengajari Alkitab (Injil) saya sejak masih kecil, dengan harapan menjadi penerus cita-citanya di kemudian hari.

Belajar Alkitab pasal demi pasal & ayat demi ayat dengan seksama. Berkat bimbingannya, saya betul-betul memahami kandungan & tafsiran Alkitab.

Sejak umur 14 tahun, saya diberi kepercayaan berceramah di gereja setiap Minggu & hari-hari keagamaan lainnya. Setelah banyak membaca Alkitab, banyak saya dapatkan kejanggalan-kejanggalan di dalamnya. Alkitab, antara pasal satu & pasal lainnya banyak pertentangan, & banyak ajaran gereja yang bertentangan dengan isi Alkitab.

Misalnya, Yohanes pasal 10 ayat 30, menerangkan Allah & Yesus (Isa) bersatu, yaitu,

“Aku & Bapa adalah satu.”

Sedangkan, pada Matius pasal 27 ayat 46 menjelaskan bahwa Yesus & Allah berpisah, yaitu, “Kira-kira jam tiga berserulah Yesus dengan suara nyaring, “Eli, Eli, lama sabakhtani?” ‘Artinya, “Tuhanku, Tuhanku, mengapa Engkau meninggalkan aku?”

Dalam ajaran gereja, seorang bayi yang lahir membawa dosa warisan Nabi Adam & 1bu Hawa. Juga, bayi yang mati sebelum dibaptis tidak akan masuk surga. Ini, bertentangan dengan Alkitab Yehezkiel pasal 18 ayat 20 & Matius pasal 19 ayat 14; manusia hanya menanggung dosanya sendiri. Tidak dosa orang lain.

Bayi yang meninggal sebelum dibaptis masuk surga, karena anak tidak menanggung kesalahan ayahnya & ayah tidak menanggung kesalahan anaknya. Orang yang benar akan menerima berkat kebenarannya, & orang yang fasik akan menanggung akibat kefasikannya.

Matius 19 ayat 14 Yesus berkata,

“Biarlah anak-anak itu, jangan menghalang-halangi mereka datang padaku; sebab orang-orang yang seperti itulah yang mempunyai Kerajaan Surga.”

Bimbang.

Injil mana yang harus diikuti. Sedangkan, semuanya kitab suci? Apakah ajaran gereja yang harus saya ikuti, padahal bertentangan dengan Alkitab? Saya ragu keautentikan Alkitab. Kalau Injil yang ada sekarang ini asli, tidak mungkin 1 sama lain saling bertentangan. Saya juga ragu kebenaran ajaran gereja.

Kalau ajaran gereja benar, tidak mungkin bertentangan dengan kitab sucinya. Karena kejanggalan Alkitab & pertentangan ajaran gereja dengan kitab sucinya, saya menjadi enggan membaca Injil & buku buku agama (Kristen). Saya yakin, tidak akan mendapat kebenaran dalam Kristen.

Mendengar Bacaan Al-Qur’an. 

Suatu hari, saya berjalan di dekat masjid. Tiba-tiba gemetar & tidak bisa berjalan, mendengar suara dari dalam masjid. Setelah pulang ke rumah, bertanya teman-teman suara tadi. Tidak 1 pun mereka yang tahu suara itu. Keesokan harinya, bertanya pada teman sekolah yang Islam.

“Suara” di dalam masjid adalah suara orang membaca Al-Qur’an. Saya bertanya, “Apa sih, Al-Qur’an itu?” “Al-Quran itu kitab suci umat Islam.” Kemudian saya meminta Al-Qur’an padanya. Dia tidak memberikan, dengan alasan tidak punya wudhu.

Pulang sekolah, saya langsung mencari orang Islam meminjam Al-Qur’an. Akhirnya, berjumpa Abdullah. Keturunan Arab. Saya pinjam Al-Qur’an & jelaskan saya Katolik & ingin mempelajari Al-Qur’an. Dengan senang hati ia meminjamkan terjemahan Al-Qur’an & riwayat hidup Nabi Muhammad saw.

Saya baca Al-Qur’an ayat demi ayat & surat demi surat. Saya pahami kalimat demi kalimat dengan seksama. Akhirnya, saya berkesimpulan, hanya Al-Qur’anlah satu-satunya kitab suci yang asli & hanya Islamlah satu-satunya agama yang benar.

Al-Qur’an membahas ketuhanan dengan tuntas. Bahasanya mudah dipahami, & argumentasinya rasional. Al-Qur’an juga membahas Nabi Isa (Yesus) sejak sebelum di kandung, dalam kandungan, waktu dilahirkan, masa kanak-kanak & remaja, mukjizatnya, & kedudukannya sebagai Rasul Allah. Bukan anak Allah.

Sejak mendapatkan kebenaran Islam, saya mempunyai keinginan kuat memeluk Islam. Singkat cerita, saya menjumpai Abdullah & jelaskan keinginan padanya.

la menyambut dengan hati ikhlas, & ia membimbing membaca 2 kalimat syahadat. Setelah menjadi muslim, nama saya diganti menjadi Dzulfikri. Kemudian saya belajar pada Abdullah tentang hal-hal yang diwajibkan & yang dilarang Islam. Setelah itu saya mondok di sebuah pesantren.

Di situ belajar agama selama 1 tahun. Kemudian pindah ke Malang, Jawa Timur. Di kota ini menuntut ilmu agama sambil kuliah.

[ A. Wadud N./Albaz  “Saya memilih Islam” Penyusun Abdul Baqir Zein, Penerbit Gema Mualaf Online Center Journey to Islam]

Iklan

Tinggalkan Balasan, sopan, intelek, belajar lanjut

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s