Ir. H. Surya Madya ‘Lie Sie Tiong’: Kemudahan Allah SWT

[Dianggap kafir, calon penghuni neraka, dilaknat Allah, & lain-lain. Tak berdaya ia ditunding seperti itu oleh firman Allah dalam Al-Qur’an. Ia diperlakukan seperti itu bukan oleh orang lain, tapi Al-Qur’an yang dipegangnya itu. Hati jadi takut & ingin menghindari semua azab Allah SWT. Ia sadar, hidup yang dijalaninya ini mengemban tanggung jawab besar.]

ooo

Kukeldash, madrasah Bukharawawancara Ir H Surya Madya: ‘Perlu Rumah Singgah Mualaf’
Sekalipun sudah 22 tahun dalam ajaran Islam, Ir. H. Surya Madya mempunyai kisah, bagaimana masuk Islam. Insinyur kelahiran Samarinda ini keturunan Tionghoa makanya masih sering dilirik orang, menyangka baru masuk Islam. Tapi Surya tetap tersenyum & bersyukur kepada Allah SWT, karena secara fisik wajah Cinanya gampang dikenali.

Pelajaran Islam diterimanya tatkala duduk di SMP. “Dari pada bengong sendirian di luar kelas, mendingan masuk kelas saja.” Begitu gumamnya. Masuklah ia di kelas & mendengarkan pelajaran agama Islam. Berlangsung hingga lulus SMP.

Surya masih beragama Budha langsung tertarik pada sosok Nabi Allah, Muhammad SAW. Figur yang luar biasa, luhur & amanah. Muhammad sangat pemaaf, sabar, & sangat bersih hatinya. Surya Madya yang asal Lie Sie Tiong, terharu. Secara tidak langsung mengimani Muhammad, manusia pilihan.

Proses pembelajaran dimulai. Al-Qur’an, kitab suci umat Islam segera dibacanya, diamati & dipelajari. Dalam pelajaran Al-Qur’an selalu dipersalahkan. Dianggap kafir, calon penghuni neraka, dilaknat Allah, & lain-lain. Tak berdaya ia ditunding seperti itu oleh firman Allah dalam Al-Qur’an.

Ia diperlakukan seperti itu bukan oleh orang lain, tapi Al-Qur’an yang dipegangnya itu. Hati jadi takut & ingin menghindari semua azab Allah SWT. Ia sadar, hidup yang dijalaninya ini mengemban tanggung jawab besar.

Manusia maupun jin diciptakan hanya mengabdi Allah SWT. Allah menciptakan sesuatu, pasti dengan sebuah tujuan. “Eceng gondok yang dianggap hama saja ternyata bisa dijadikan obat.” Begitu pikirnya.

Bulatlah tekad beliau segera masuk Islam. 1977, di hadapan Yazid, sahabatnya yang keturunan Arab, Surya berikrar bahwa Tiada Tuhan selain Allah bahwa nabi Muhammad utusanNya. Diulangi lagu pada tahun 1978 pada upacara prosesi pengIslaman khusus untuknya.

Sulitkah masuk Islam? Tidak, Surya terus menerus bersyukur, karena proses pengIslaman dirinya mudah & mulus. Ia merasa kemudahan ini tak lain anugerah Allah, Yang Maha Penyayang. Maka dimanfaatkannya berkah tak ternilai dengan semakin sering ia mempelajari ilmu-ilmu Allah.

Semasa kuliah di UPN Yogyakarta juga tak disia-siakannya terus mengaji. Tak heran jabatan khatib dadakan diembannya, kalau khatibnya berhalangan hadir di masjid kampusnya. Sampai saat ini Surya Madya tak putus mempelajari Islam. sambil melakukan pembinaan rutin kepada muallaf lainnya. [Diedit dari AMMA-alhikmah.com])

Ir H Surya Madya : ‘Perlu Rumah Singgah Mualaf’

Berbagai persoalan dihadapi mualaf, begitu mereka ‘hijrah’ & menyatakan diri memeluk Islam. Yang paling sering dihadapi, adalah persoalan ekonomi & keluarga. Banyak yang “dibuang” keluarganya, & dipecat dari pekerjaannya. Di sinilah, perlunya dukungan & perhatian umat Islam kepada para mualaf. Sehingga mereka tenang menjalankan ajaran Islam yang diyakininya sebagai jalan hidup yang paling benar dunia & akhirat.

Amal Muslim Muhajirin & Anshar (AMMA), sebuah lembaga nirlaba Muslim, mencoba melakukan sesuatu untuk membantu mulaf. ”Dari pengalaman kami sekian tahun menangani para mualaf, kami merasakan pentingnya Rumah Singgah Mualaf, sehingga dapat membina mereka dengan baik,” ungkap Ketua Umum AMMA, Ir H Surya Madya kepada Damanhuri Zuhri dari Republika, Selasa (23/8).

Berikut ini wawancara dengan pria yang sehari-hari sebagai staf sekretaris di Pupuk Kaltim:
Bisa diceritakan latar belakang pendirian lembaga AMMA

Tahun 2000 saya melihat belum ada pembinaan yang menyeluruh terhadap mualaf. Kemudian saya mengajak teman-teman di Pupuk Kaltim untuk membuat sebuah yayasan yang bergerak di bidang pembinaan mualaf. Fokus kita di situ.

Kenapa disebut AMMA, saya mengambil Juz Amma. Juz Amma itu biasanya dibaca para pemula yang belajar AlQuran. Kita membahasakan yayasan yang ingin kita bangun ini adalah yayasan pemula. Cuma untuk sebuah legalitas di akta notaries, kita memberi singkatan Amal Muslim Muhajirin & Anshar (AMMA).

Itu semangatnya atau filosofinya saya membahasakan bahwa mualaf itu tidak bisa hanya membina mualafnya, tapi kita harus bisa membina teman-temannya. Jadi, dalam bahasa AMMA, Muhajirin zaman sekarang ini adalah orang yang pindah agama artinya hijrah & Anshar yang membantunya. Karena itu, setiap mualaf harus punya teman-teman yang siap membantunya.

AMMA berdiri April 2000, mulai dari seorang mualaf. Namanya Mbak Evi, dia tertarik Islam. Dari situ kita mulai pengajian dengan ditemani 3 orang. Di situ saya terangkan soal Islam, Evi waktu itu belum masuk Islam, saya terangkan tentang akidah sampai akhirnya dia memahami ibadah secara Islam & berperilaku sesuai yang diajarkan Rasulullah SAW. Evie akhirnya bersyahadat.

Kini, setiap Ahad kami mengadakan pengajian & pembinaan bagi mualaf di Musala An-Nur di kompleks perumahan Pupuk Kaltim. Agendanya, dari pukul 14.00 sampai 16.00 WIB belajar membaca Alquran. Pukul 16.00 sampai 18.00 kita mengkaji akidah, akhlak, & sejarah. Jumlah jamaahnya berfluktuasi antara 20 hingga 30 orang.

Siapa saja penyampai materinya?

Saya & teman-teman yang sudah lebih dulu masuk Islam, seperti dr Bambang Sukamto, Bapak Nababan, & Ibu Irena Handono. Dari kalangan mubaligh, kita pernah mengundang Bapak Ihsan Tandjung. Pada hari-hari tertentu, jumlah peserta pengajian bisa lebih banyak. Misalnya saja, bila ada pertemuan gabungan mualaf se-Jabotabek. Ramai sekali jamaahnya.

Apa problem utama yang paling banyak dihadapi saudara kita para mualaf?

Biasanya kalau mereka masuk Islam karena belajar ilmunya, pengetahuan dasar Islamnya sedikit. Problem utamanya dia harus tambah ilmu. Problem tambahan, bila dia berpindah agama & ditentang keluarganya. Atau kalau dia sudah berkeluarga, suami atau istrinya tidak setuju.

Banyak mualaf yang terusir dari rumahnya setelah keluarganya tahu dia menjadi Muslim. Ini yang paling sering terjadi. Biasanya, pada malam pertama bisa ditampung di tempat teman, sambil mencari jalan keluar, misalnya mencarikan pekerjaan. Dengan bekerja, dia bisa mencari tempat kos.

Masalahnya menjadi sedikit kompleks karena kita tidak didukung kekuatan finansial yang memadai. Donatur kita hanya beberapa orang saja. Kalau kita tidak mampu, maka jalan terakhirnya diajak kembali ke rumah orang tuanya.

Pernah saya datang ke orang tua teman mualaf mengantarkan dia, & saya turut diusir, setelah sebelumnya dimaki-maki. Padahal maksud saya saat itu ingin menunjukkan pada dia, walaupun sudah beda iman, tapi hubungan harus tetap baik. Anak tetap harus berbakti pada orang tua.

Bagaimana model pembinaan mualaf yang ideal

Membina muallaf itu bukan hanya pengajian. Tapi bagaimana kalau ada yang kesulitan mendapatkan tempat tinggal, minimal mencarikan tempat tinggal yang dia bisa dibina di situ. Saat ini kita masih mengumpulkan kepedulian Anshar untuk patungan mempunyai rumah singgah bagi para mualaf. Kita mengimpikannya, karena saat ini belum punya.

Berapa kira-kira biaya yang dibutuhkan untuk mewujudkan rumah singgah mualaf tersebut?

Satu rumah di pinggiran Jakarta sewa pertahunnya Rp 12 juta dengan beberapa kamar. Kita mengharapkan di rumah itu ada seorang pembina yang bisa secara terus menerus membimbing keimanan para mualaf. Rumah singgah ini terutama bagi para mualaf yang diusir dari rumahnya. Lalu, ada biaya operasional seperti makan bagi para mulaf serta honor pembina yang satu bulannya kira-kira mencapai Rp 500 ribu. Angkanya sekitar itu, tinggal dikalikan berapa jumlah mualafnya.

Selama ini, bagaimana sesungguhnya perhatian umat terhadap para mualaf?

Yang saya amati, orang Islam itu terharu ketika ada yang masuk Islam. Jadi, kalau orang non-Muslim di masjid ada yang mengucapkan syahadat, orang-orang Islam itu sampai meneteskan air mata. Sayangnya, hanya sebatas itu. Mereka tidak memahami problematika mualaf. Kita mencoba melihat mualaf dari sisi yang berbeda. Mereka saudara baru yang butuh bimbingan & perhatian.

Dari pengamatan Anda selama ini, apa faktor teman-teman muallaf pindah ke Islam?

Yang menjadi masalah, bila pindah agama hanya karena hendak menikahi pasangannya yang Muslim, & setelah itu tidak mau dibina. Ada juga yang dia belajar, nonton televisi, dengar pengajian, setelah itu dia tertarik & masuk Islam. Banyak juga yang masuk Islam karena baca buku, & karena pergaulan.

Ada juga yang melalui mimpi, mendengar suara adzan atau bertemu orang yang menggunakan baju putih seperti jubah yang menasehati supaya masuk Islam. Ada yang bermimpi dia terhempas ketika dalam kegoncangan tiba-tiba dia terdampar di masjid. Itu semua hanya sebab & membutuhkan ilmu.

Terhadap mualaf, di mana AMMA memosisikan diri?

AMMA bergerak di bidang ilmu-ilmu dasar. Saya ibaratkan sebagai pintu gerbang menuju Islam. Kita seperti guide awal. Saya melihat & ini saya coba tularkan kepada lembaga pembinaan mualaf yang diketuai Pak Bambang Sukamto (Yayasan Al Manthiq-red) kalau bisa kita punya materi dasar yang seragam.

Jadi, kalau ada mualaf yang masuk Islam di mana pun juga, awal-awalnya mereka mendapatkan materi dasar yang seragam & ini sedang digodok oleh tenaga pembina mualaf untuk menjadi sebuah silabus & nantinya akan diterapkan pada lembaga-lembaga pembina mualaf. (RioL; Journey to Islam ; 07 Sep 2005)

ooo

Wasiat para nabi. Allah berfirman, “Dia telah mensyariatkan kamu tentang agama apa yang telah diwasiatkan-Nya kepada Nuh & apa yang telah Kami wahyukan kepadamu & apa yang telah Kami wasiatkan kepada Ibrahim, Musa & Isa yaitu: Tegakkanlah agama & janganlah kamu berpecah belah tentangnya. Amat berat bagi orang-orang musyrik agama yang kamu seru mereka kepadanya. Allah menarik kepada agama itu orang yang dikehendaki-Nya & memberi petunjuk kepada (agama) -Nya orang yang kembali (kepada-Nya).” [42:13]

Isa al-Masih Nabi. Allah berfirman, “Berkata Isa: “Sesungguhnya aku ini hamba Allah, Dia memberiku Al Kitab (Injil) & Dia menjadikan aku seorang nabi.” [19:30]

Mukzizat Isa. Allah berfirman, “(Ingatlah), ketika Allah mengatakan: “Hai Isa putra Maryam, ingatlah nikmat-Ku kepadamu & kepada ibumu di waktu Aku menguatkan kamu dengan ruhul qudus. Kamu dapat berbicara dengan manusia di waktu masih dalam buaian & sesudah dewasa; & (ingatlah) di waktu Aku mengajar kamu menulis, hikmah, Taurat & Injil, & (ingatlah pula) di waktu kamu membentuk dari tanah (suatu bentuk) yang berupa burung dengan izin-Ku, kemudian kamu meniup padanya, lalu bentuk itu menjadi burung (yang sebenarnya) dengan seizin-Ku.

Dan (ingatlah), waktu kamu menyembuhkan orang yang buta sejak dalam kandungan ibu & orang yang berpenyakit sopak dengan seizin-Ku, & (ingatlah) di waktu kamu mengeluarkan orang mati dari kubur (menjadi hidup) dengan seizin-Ku, & (ingatlah) di waktu Aku menghalangi Bani Israel (dari keinginan mereka membunuh kamu) di kala kamu mengemukakan kepada mereka keterangan-keterangan yang nyata, lalu orang-orang kafir di antara mereka berkata: “Ini tidak lain melainkan sihir yang nyata.”” [5:110]

Melampaui batas. Allah berfirman, “Wahai Ahli Kitab, janganlah kamu melampaui batas dalam agamamu, & janganlah kamu mengatakan terhadap Allah kecuali yang benar. Sesungguhnya Al Masih, Isa putra Maryam itu, adalah utusan Allah & (yang diciptakan dengan) kalimat-Nya yang disampaikan-Nya kepada Maryam, & (dengan tiupan) roh dari-Nya.

Maka berimanlah kamu kepada Allah & rasul-rasul-Nya & janganlah kamu mengatakan: “(Tuhan itu) tiga”, berhentilah (dari ucapan itu). (Itu) lebih baik bagimu. Sesungguhnya Allah Tuhan Yang Maha Esa, Maha Suci Allah dari mempunyai anak, segala yang di langit & di bumi adalah kepunyaan-Nya. Cukuplah Allah sebagai Pemelihara.” [4:171]

Rasul datang. Allah berfirman,“Hai Ahli Kitab, sesungguhnya telah datang kepadamu Rasul Kami, menjelaskan kepadamu banyak dari isi Al Kitab yang kamu sembunyikan, & banyak (pula yang) dibiarkannya. Sesungguhnya telah datang kepadamu cahaya dari Allah, & kitab yang menerangkan.” [5:15]

Melapangkan dada. Allah berfirman, “Barang siapa yang Allah menghendaki akan memberikan kepadanya petunjuk, niscaya Dia melapangkan dadanya untuk (memeluk agama) Islam. Dan barang siapa yang dikehendaki Allah kesesatannya, niscaya Allah menjadikan dadanya sesak lagi sempit, seolah-olah ia sedang mendaki ke langit. Begitulah Allah menimpakan siksa kepada orang-orang yang tidak beriman.” [6:125]

Semua patuh. Allah berfirman, “Hanya kepada Allah-lah sujud (patuh) segala apa yang di langit & di bumi, baik dengan kemauan sendiri atau pun terpaksa (& sujud pula) bayang-bayangnya di waktu pagi & petang hari.” [13:15]

Mengingat. Allah berfirman, “(yaitu) orang-orang yang beriman & hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.” [13;28]

Iklan

Tinggalkan Balasan, sopan, intelek, belajar lanjut

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s