SEJARAH YANG DILUPAKAN, TRINITAS & KETUHANAN BUNDA MARIA

[Muhammad, tulis Moorey, secara keliru menganggap Nashrani menyembah 3 (tiga) tuhan: Bapa, Ibu (Maryam), & Anak (Isa).

Guna memperkuat argumentasinya, Moorey juga mengutip pendapat Richard Bell & Encyclopaedia Britanica. Al Quran memiliki kesalahan konsep tentang trinitas. Muhammad, sebagai penulis Al Quran, kurang memahami hal tersebut.]

airHiresDi antara keistimewaan Islam, apabila pada posisi dicerca, dihina, & dimarginalkan, maka yang terjadi justru sebaliknya. Semakin disudutkan, semakin terlihat kebenaran ajaran & kesesuaiannya dengan fithrah manusia.

Agama ini memiliki kemampuan berinteraksi dengan manusia dari berbagai kalangan menurut kadar akalnya masing-masing. Mungkin, inilah rahasia mengapa Islam selalu berhasil menundukkan peradaban yang memusuhinya.

Terbukti di sejumlah negara seperti Amerika, Inggris, Belanda, & negara Barat lainnya yang mengalami kondisi kekosongan spiritual, mulai menunjukkan geliat sebagian penduduknya menuju Islam.

Kartun berisi penghinaan terhadap nabi di surat kabar Jylland Posten atau film Fitna yang menghujat Islam, hanya merupakan percikan kecil di antara kekhawatiran menguatnya syariat Islam di Barat.

Barat juga telah memunculkan sejumlah karya tulis, yang menunjukkan kecemasan yang sama. Di antaranya adalah karya Robert Morey bertitle “ Islamic Invasion : Confronting the World’s Fastest Growing Religion”. Dari judulnya saja telah nampak sebuah wajah “ketakutan”. Buku dikemas bergaya” karya tulis ilmiah, senyatanya isinya tidak seilmiah kemasannya.

Motif kebencian & islamophobia sedemikian menyeruak & nampak berpengaruh terhadap obyektifitas kajian. Tentu saja, jika Barat masih mau berfikir tentang subyektif, obyektif, atau pun netralitas.

Sejumlah kalangan muslim meminta buku dibredel. Namun menurut hemat penulis tindakan demikian kurang bijaksana. Justru buku tersebut merupakan sebuah simbol, asset, & bukti monumental “kebencian” Barat yang katanya humanis. Fungsinya sebagai salah 1 pijakan melihat salah 1 struktur & pola pikir Barat melihat Islam. Selajutnya, membalikkan keadaan & akan semakin nampak keunggulan konsep Islam di antara yang lain.

Dalam salah 1 tulisannya, Morey mempermasalahkan posisi Maryam dalam Al Quran Surat Al Maidah ayat 73-75 & 116. Al Quran, dalam pandangan Morey, mengandung kesalahan konsep dalam mengungkapkan doktrin trinitas Kristen.

Muhammad, tulis Morey, secara keliru menganggap bahwa umat Nashrani menyembah 3 (tiga) tuhan yaitu : Bapa, Ibu (Maryam), & Anak (Isa).[1] Guna memperkuat argumentasinya, Morey juga mengutip pendapat Richard Bell & Encyclopaedia Britanica. Al Quran memiliki kesalahan konsep tentang trinitas. Muhammad, sebagai penulis Al Quran, kurang memahami hal tersebut.[2]

Morey menambahkan, umat Kristiani tidak pernah mengimani 3 Tuhan & Maria bukan merupakan salah 1 oknum dalam ketuhanan Trinitas sebagaimana konsep Al Quran. Morey sendiri nampaknya telah menjadi sedemikian yakin dengan argumentasinya yang didukung oleh sejumlah ‘kebingungan’ penulis dari kalangan Islam tentang tafsir ayat tersebut.

Lantas, benarkah Al Quran salah ketika menyebutkan bahwa Maryam pernah disembah sebagai tuhan?

FAKTA YANG DILUPAKAN

Ayat al Quran yang dipermasalahkan Robert Morey adalah Surat Al Maidah ayat 73 sampai

75: 73. Sesungguhnya kafirlah orang-orang yang mengatakan: “Bahwasanya Allah salah seorang dari yang 3”, padahal sekali-kali tidak ada Tuhan selain dari Tuhan yang Esa. jika mereka tidak berhenti dari apa yang mereka katakan itu, pasti orang-orang yang kafir diantara mereka akan ditimpa siksaan yang pedih.

74. Maka Mengapa mereka tidak bertaubat kepada Allah & memohon ampun kepada-Nya ?. & Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

75. Al masih putera Maryam itu hanyalah seorang Rasul yang Sesungguhnya Telah berlalu sebelumnya beberapa rasul, & ibunya seorang yang sangat benar, kedua-duanya biasa memakan makanan. perhatikan bagaimana kami menjelaskan kepada mereka (ahli Kitab) tanda-tanda kekuasaan (Kami), Kemudian perhatikanlah bagaimana mereka berpaling (dari memperhatikan ayat-ayat kami itu).

Juga Al Quran Surat Al Maidah ayat 116:

116. Dan (Ingatlah) ketika Allah berfirman: “Hai Isa putera Maryam, Adakah kamu mengatakan kepada manusia: “Jadikanlah Aku & ibuku 2 orang Tuhan selain Allah?”. Isa menjawab: “Maha Suci Engkau, tidaklah patut bagiku mengatakan apa yang bukan hakku (mengatakannya). jika Aku pernah mengatakan Maka tentulah Engkau mengetahui apa yang ada pada diriku & Aku tidak mengetahui apa yang ada pada diri Engkau. Sesungguhnya Engkau Maha mengetahui perkara yang ghaib-ghaib”.

Pertama, konsep penyembahan Maryam dalam dunia Kristen. Robert Morey secara tegas menolak posisi Maryam, sebagai salah Tuhan & 1 satu oknum ketuhanan trinitas. Nampak Morey mempersulit dirinya sendiri, pada awal dengan menempatkan relasi antara penuhanan Maryam dengan keanggotaannya sebagi salah 1 oknum trinitas.

Senada dengan Morey, Geoffrey Parrinder menyatakan, ayat Al Quran Surat Al Maidah ayat 116, sulit dipahami dalam kekristenan. Menurut Parrinder pada abad V, Nestorius, seorang bangsawan Konstantinopel, telah memprotes penggunaan gelar ”ibu Tuhan” (theotokos, god-bearer) yang berkembang & diterapkan kepada Maryam. Nestorius menyatakan, seharusnya digunakan kata ’ibu manusia’ Yesus (anthropotokos); ibu Kristus (cristo-tokos).

Nestorius juga tidak bersedia mengakui penggunaan frase seperti itu, yang berarti Tuhan telah dilahirkan” & ”Tuhan telah mengalami penderitaan” sebagaimana banyak digunakan pada hari ini. Nestorius mengajarkan bahwa Yesus adalah organ bejana & kuil bagi anak Tuhan. Karena pemahaman inilah gereja Nestorian akhirnya terpisah.[3]

Bambang Noorsena, tokoh Kristen Orthodoks Syria, nampaknya juga memberikan pengakuan bahwa, bentuk pseudotrinity yang terdiri dari Allah, Isa, & Maryam adalah sebuah realitas yang pernah terjadi. Namun Noorsena membatasi, reaksi Al Quran yang kerap kali kritis terhadap sejumlah keyakinan Kristen, tidak semua didasarkan atas kekristenan orthodoks.

Penilaian Islam tentang Kristen, menurut Noorsena, tidak ditujukan pada kekristenan yang lurus & benar. Namun lebih ditujukan kepada praktik-praktik sekte-sekte Kristen yang sesat & menyimpang (heterodoks).[4] Hakikatnya, Noorsena mengakui praktik penuhanan terhadap pribadi Maryam bukanlah sebuah omong kosong. Merupakan fakta historis.

Sebagai sebuah realitas historis, sisa-sisa penyembahan terhadap Maryam masih dapat ditemukan hingga hari ini. Di sejumlah wilayah Eropa, termasuk Polandia, bahkan Inggris Raya & Perancis Selatan, menurut survey yang dilakukan Ean Begg pada 1985, masih ditemukan patung bunda Maria warna hitam. Dikenal dengan sebutan black virgin atau Black Madonna.[5]

Patung tersebut sengaja dibuat untuk dipuja atau disembah sebagai tuhan. Bahkan patun-patung tersebut selalu diasosiasikan dengan sejumlah situs pemujaan kaum pagan dari masa yang jauh lebih kuno.[6] Ditengarai bahwa penyembahan terhadap pribadi Maria merupakan hasil proses adopsi & perkembangan dari pemujaan terhadap sejumlah dewi pagan yang memiliki kisah kehidupan sama persis dengan kisah Yesus & Ibunya, Maria.

Dalam kebudayaan paganisme, dikenal Bacchus (Dionysius). Yaitu dewa matahari Yunani yang lahir dari kandungan perawan bernama Demeter yang mengandung dari benih Dewa Jupiter tanpa hubungan badan. Bacchus lahir pada 25 Desember & terbunuh untuk menebus dosa manusia. Dikisahkan pula, Bacchus bangkit kembali dari kematiannya.[7]

Bangsa Mesir mengenal Osiris. Dewa matahari yang lahir pada 25 Desember dari kandungan perawan yang disebut ’Perawan Dunia’. Osiris memiliki 12 orang murid. Salah 1 muridnya bernama Typhone, berkhianat hingga menyebabkan kematian Osiris.

Setelah bersemayam selama 3 hari dalam kuburnya, Osiris bangkit kembali dari kematiannya. Ia diyakini sebagai inkarnasi Tuhan & merupakan salah 1 dari oknum trinitas 3 Dewa di Mesir.[8]

Demikian juga dalam cerita mithologi yang lain tersebutlah Mithra yang lahir pada 25 Desember. Memiliki pemujaan yang dilakukan setiap Minggu. Mithra adalah seorang juru selamat yang menebus dosa manusia. Dia tidak disalib, namun mengurbankan lembu suci yang darahnya mensucikan & menebus dosa manusia. Lembu itu inkarnasi dari sang Mithra sendiri. Perayaan Mithra, biasanya ditandai dengan keberadaan pohon terang.

Penyembahan terhadap sosok ibu Tuhan umumnya terjadi dalam kepercayaan pagan yang disebutkan di atas. Masing-masing wilayah penyembah paganisme memiliki Tuhan Ibu & Anak.

Di Jerman, Hertha disembah sebagai ibu suci dengan anak di pangkuannya. Di Scandinavia, Disa disembah sebagai tuhan ibu dengan anak di pangkuannya juga. Sedangkan di Romawi purba, Venus atau Fortuna juga dipuja sebagi tuhan Ibu bersama Jupiter anaknya.[9]

Ralph Edward Woodrow dalam buku Babylon Mysteri Religion mengutip buku Frazer, The Golden Bought Volume 1 hal. 356 menjelaskan fakta bahwa, penyembahan terhadap Tuhan Ibu & Tuhan Anak telah menyebar & merasuk kepada masyarakat kerjaan Romawi & sekitarnya. Diungkapkan Woodrow::

The Worship of Great Mother … very popular under the Roman Empire, unscriptions prove that the two (the mother and the child) receive divine honors, … not only in Italy and especially at Rome, but also in the provinces, particularly in Arican, Spain, Portugal, France, Germany, and Bulgaria”.[10]

Akibatnya bisa dipastikan, penyembahan Tuhan Ibu dalam Kristen tidak dapat dihindari setelah para penyembah berhala dari Romawi, Yunani, Babilonia, & Mesir memeluk Kristen. Dalam agama barunya tersebut, para mantan penyembah berhala tidak mendapatkan penyaluran yang sesuai dengan semangat penyembahan Tuhan Ibu. Padahal mereka belum dapat sepenuhnnya meninggalkan ajaran paganisme.

Woodrow menulis, kompromi terjadi. Pihak gereja mencarikan padanan terhadap figur ibu yang disembah mantan kaum pagan dalam khazanah kekristenan. Tuhan Ibu yang dimaksud Maria, Ibu Yesus.

One of the best example of such a carry over from paganism may be seen in the way the worship o the great mother continued – only in a slightly different form and with a new name. You see many pagans had been drawn to Christianity, but so strong was their adoration for the mother goddess, they did not want to forsake her.

Compromising church leaders saw that if they could find some similarity in Christianity with the worship of the mother goddess, they could greatly increase their numbers … but who could replace the great mother of paganism ? Mary, of course was the most logical person for them to choose … little by little, the worship that had been associated with the pagan mother was transferred to Marry”.[11]

Maka, tidak mengherankan paska munculnya kritik Nestorius yang menolak istilah “bunda Tuhan”, gereja justru mengukuhkan posisi Maria sebagai Theotokos atau Ibu Tuhan dalam Konsili Efesus 431 M.

Salah satu butir yang dihasilkan konsili adalah: “Menurut pengertian bahwa kesatuan ini tidak mencampur adukkan, kami mengaku bahwa anak dara kudus adalah theotokos (bunda Allah), karena Allah Firman menjelma menjadi manusia & sejak pembuahan-Nya menyatukan pada diri-Nya bait yang diambil daripadanya (Maria)”.[12]

Berdasarkan informasi Ibnu Patrick, sejarawan & padri Kristen, menjelang Konsili Nicea 325 M dari jumlah peserta keseluruhan 2.048 orang terdapat sebagian peserta dari mahzab Mariamites & Remitim. Mereka berpendapat, Yesus & Ibunya adalah 2 (dua) Tuhan selain Bapa.[13]

Selain itu, terdapat aliran Ebionit. Yang secara jelas juga memuja Maria sebagai Tuhan Ibu. Penganut aliran Ebionit dikenal sebagai aliran yang para penganutnya menggunakan bulu domba sebagai pakaian. Bulu domba dikenakan, agar mereka dapat hidup dalam kesederhanaan.

Dalam hal ini tradisi mereka mengenakan kulit domba sebagai pakaian mirip tradisi kaum sufi generasi awal dalam Islam yang menutamakan kezuhudan. Gambaran tentang cara berpakain kaum Ebionit ini dapat kita lihat kemiripannya dengan kisah Perjanjian Baru,  Ibrani 11: 37.

Tentang apakah penyembahan terhadap Maria adalah bentuk Kekristenan heterodoks yang menyimpang, biar waktu yang akan menentukan. Sebab, sejumlah pertarungan keyakinan yang medasar dalam dunia Kristen bahkan belum selesai hingga hari ini.

Sebut saja antara kaum Trinitarian & Unitarian. Satu pihak mengakui trinitas dengan sejumlah argumentasinya & dipihak lain menolaknya & menganggap bahwa Yesus hanya seorang nabi & bukan Tuhan. Sedangkan bagi seorang penganut Kristen, terkait masalah penyembahan & Ketuhanan Maria tentu akan lebih menguntungkan jika hal ini terhapus saja dari ingatan sejarah.

Masalah trinitas yang diakui mayoritas dunia Kristen hari ini, juga bukan tanpa cacat sejarah. Konsili Nicea pada 325M, menurut informasi Ibnu Patrick, dihadiri 2.048 peserta. Terdiri dari uskup. 318 (tiga ratus delapan belas) orang diketahui sebagai pendukung konsep ketuhanan Yesus.

Sedangkan 700 (tujuh ratus) orang uskup merupakan pendukung Arius, yang menolak hakikat ketuhanan Yesus, & sisanya memiliki sejumlah kepercayaan yang berbeda. Termasuk yang mempercayai Ketuhanan Maria. Anehnya, berkat prakarsa Kaisar Konstantin, hanya pendapat 318 orang (pendukung ketuhanan Yesus) yang kemudian dimenangkan. Jelas kaisar telah memerankan agenda politik pribadinya dengan sukses.

Lantas, dimana letak kesalahan atau miskonsepsi Al Quran tentang trinitas Kristen? Al Quran jelas dalam ayat tersebut tidak membahas trinitas. Hal tersebut hanya upaya Robert Morey menyudutkan Islam.

Jawaban atas pertanyaan ”apakah Al Quran telah salah?” Jawabnya Tidak!”. Justru kehebatan Al Quran adalah mampu memberikan isyarat bagi pengungkapan kebenaran sejarah, saat dunia pun telah berusaha secara maksimal untuk melupakannya.

Tuduhan Robert Morey, Al Quran memiliki kesalahan konsepsi tentang trinitas, salah. Konsep Trinitas dalam dunia Kristen sendiri mengalami perkembangan dari masa ke masa. Termasuk bersentuhan dengan sejumlah peradaban & kepercayaan lainnya. Kebenaran lain yang terungkap justru teletak pada ketidakbenaran pemahaman Morey terhadap sejarah agamanya sendiri.

Sehingga, ”Islamic Invasion” sering diwarnai dengan pemahaman yang tidak berdasar. Sebuah pemikiran yang hanya lahir didasarkan pada kebencian fanatis. Menutup semua bentuk akal waras. [Susianto – commited to the truth; www.facebook.com/notes/Di Bawah Panji Panji Islam; 5 1 2012]

CATATAN KAKI:

[1] Robert Morey. Islamic Invasion : Confronting the World’s Fastest Growing Religion. (Christian Scholar Press, Las Vegas, 1992). Hal 185

[2] Robert Morey. Ibid. Hal. 186

[3] Geoffrey Parrinder. Yesus dalam Quran. (Terj. oleh Ali Masrur, ett. all). (Bintang Cemerlang, Yogyakarta, 2002). Hal. 88

[4] Bambang Noorsena. Menuju Dialog Teologis Kristen-Islam. Cetakan IX. (Penerbit Andi, Yogyakarta, 2001). Hal. 6-7

[5] Burton L. Mack. The Lost Gospel: The Book of Q and Christian Origins. (Element Books, Shaftesbury, 1994). Hal. 51 dalam Lynn Picknet and Clive Prince. The Templar Revelation : Secret Guardians of The True Identity of Christ. Edisi Indonesia : The Templar Revelation : Para Pelindung Sejati Identitas Kristus. (Bantam Press, 1997). Terjemah oleh FX Dono Suhadi. Cetakan II. (Serambi, Jakarta, 2006). Hal. 121

[6] Lynn Picknett & Clive Prince. Ibid. Hal. 33

[7] Rationalist Encyclopedia. Artikel tentang Attis dalam Dr. Hamid Qadri. Kristen & Agama Berhala. (Modus Vol. 1 No. 9 Th. II/2004). Hal. 46

[8] Rationalist Encyclopedia. Artikel tentang Attis dalam Dr. Hamid Qadri. Ibid. Hal. 46

[9] Tim Redaksi. Tuhan Ibu & Ibu Tuhan. (Modus Vol. 1 No. 5/Th. II/ 2004). Hal. 25

[10] Tim Redaksi. Ibid. Hal. 26

[11] Tim Redaksi. Ibid. Hal. 28

[12] Tony Lane. The Lion Concise Book of Christian Thought. (Lion Publishing, England, 1984). Edisi Indonesia : Runtut Pijar Pemikiran Kristiani. Terjemah oleh Conny Corputy. (BPK Gunung Mulia, Jakarta, 1990). Hal. 47

[13] Prof. Sjech Abuzahrah. Muhadlarat fi an Nasrabiyah. Edisi Indonesia: Tindjauan Tentang Agama Masehi. (AB. Sitti Sjamsijah, Surakarta, 1969). Hal. 140. Juga DR. Rauf Syalabi. Ya ahl al Kitab Ta’alaw ila kalimat sawa’. Edisi Indonesia: Distorsi Sejarah & Ajaran Yesus. (Pustaka Alkautsar, Jakarta, 2001). Hal. 127

Iklan

2 pemikiran pada “SEJARAH YANG DILUPAKAN, TRINITAS & KETUHANAN BUNDA MARIA

  1. sasmita

    Pohon dikenal dari buahnya…!

    Kebenaran suatu agama ..dikenal dari perilaku umatnya..!

    Lihat perilaku umat beragama di Indonesia yang tidak menciptakan hidup damai…!

    Mari instrospeksi..!

    1. ‘Kebenaran suatu agama ..dikenal dari perilaku umatnya..!’, maaf tdk setuju sepenuhnya. ditambahin mestinya.

      memang, perilaku mprihatinkan, krn memang tdk mo mengikuti ajaran. bukan malah ajarannya yg salah, orangnya. orang ateis yg baik, bukan menjadikan ateis benar.

Tinggalkan Balasan, sopan, intelek, belajar lanjut

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s