1 Selimut Saja Tidak Boleh, …

 

1Selimut” dari [‘Abdurrahman bin Abu Sa’id Al Khudri] dari [Bapaknya] dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda:

“Seorang laki-laki tidak boleh untuk melihat aurat laki-laki lain, dan seorang wanita tidak boleh melihat aurat wanita yang lain. Seorang laki-laki tidak boleh tidur dengan laki-laki lain dalam satu selimut, dan seorang wanita tidak boleh tidur dengan wanita lain dalam satu selimut.””

[HR Imam Abudaud #3502-Periksa hadis online di Hadits.Net]

***

“dari [Abdurrahman bin Abu Sa’id Al Khudri] dari [Ayahnya] ia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

“Janganlah seorang laki-laki melihat aurat laki-laki lain dan janganlah seorang wanita melihat aurat wanita lain, janganlah seorang laki-laki satu selimut dengan laki-laki lainnya dan juga janganlah seorang wanita satu selimut dengan wanita lainnya.” Abu Isa berkata; Hadits ini hasan gharib shahih.”

[HR Imam Tirmidzi #2717]

***

Kutipan Kisah: Lelaki Muslim Gay

Sebuah catatan seorang gay muslim gelisah, sampai ke saya. Penulisnya menyatakan gay muslim taat, hingga saat ini masih menghayati ke-Islamannya.

”Saya seorang gay hingga saat ini menghayati keislaman. Dibesarkan di keluarga & masyarakat muslim Muhammadiyah.

Saya meyakini ajaran Allah Swt & Rasul-Nya seperti sholat, puasa & juga berbuat baik pada orang lain. Tidak ada perbedaan ritual ibadah. Islam saya bukanlah seperti keyakinan “sesat” oleh ulama, seperti Ahmadiyah, Lia Eden, Syiah.”

”Kekeliruan umum dalam memahami homoseksualitas di Indonesia sangat kuat. Meskipun tuduhan bahwa homoseksualitas itu sama dengan “penyakit mental” “kelainan jiwa” & beberapa keliruan lainnya sebenarnya telah lama dianulir.

Pada 1973 American Psychiatric Association (APA) menghapus homoseksual gangguan jiwa. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada 17 Mei 1990 mengeluarkan homoseksual sebagai penyakit.

Sehingga 17 Mei dijadikan peringatan International Day Against Homophobia (IDAHO), hari melawan kebencian terhadap homoseksual.”

***

Belum Pernah Dikerjakan. Allah berfirman:

“Dan (Kami juga telah mengutus) Luth (kepada kaumnya). (Ingatlah) tatkala dia berkata kepada kaumnya:

“Mengapa kalian mengerjakan perbuatan keji, yang belum pernah dikerjakan oleh seorang pun sebelum kalian. Sesungguhnya kalian mendatangi laki-laki untuk melepaskan syahwat, bukan kepada wanita; malah kalian ini kaum yang melampaui batas.

Jawab kaumnya tidak lain hanya mengatakan:

“Usirlah mereka dari kotamu ini, sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang berpura-pura mensucikan diri. Kemudian Kami selamatkan dia & pengikut-pengikutnya kecuali istrinya; dia termasuk orang-orang yang tertinggal (dibinasakan).

Dan Kami turunkan kepada mereka hujan (batu); maka perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang berdosa itu.” (QS Al-A’raf [7] :80-84)

Begitu juga surat Hud [11] ayat 82:

”Maka tatkala datang azab Kami, Kami jadikan negeri kaum Luth itu yang di atas ke bawah (Kami balikkan), & Kami hujani mereka dengan batu dari tanah-tanah yang terbakar dengan bertubi-tubi.”

Buya Hamka dalam Tafsir Al-Azhar-nya, menjelaskan, bagaimana sangat merusaknya penyakit ’kaum Luth’, sehingga mereka diazab sangat keras oleh Allah SWT.

Perilaku seksual antar sesama jenis ini, oleh Buya Hamka disebutnya sebagai lebih rendah dari binatang. Binatang saja tahu mana lawan jenisnya. Hamka mengutip sebuah hadits Rasulullah saw:

“… & apabila telah banyak kejadian laki-laki ’mendatangi’ laki-laki, maka Allah akan mencabut tangan-Nya dari makhluk, sehingga Allah tidak mempedulikan di lembah mana mereka akan binasa.”(HR at-Tirmidzi, al-Hakim,& at-Tabhrani).

Lebih lanjut, Buya Hamka mengutip riwayat dalam Tafsirnya tentang pasangan homoseksual yang tertangkap tangan:

“Sahabat-sahabat Rasulullah saw yang diminta pertimbangannya oleh Sayyidina Abu Bakar seketika beliau jadi Khalifah, apa hukuman bagi kedua orang yang mendatangi & didatangi itu, karena pernah ada yang tertangkap basah, semuanya memutuskan wajib kedua orang itu dibunuh.” (Tafsir al-Azhar, Juz’ 8).

Jauh-jauh masa, Rasulullah menyatakan sangat khawatir apabila umatnya kelak melakukan perbuatan yang semisal dengan perbuatan umat nabi Luth.

“Sesungguhnya hal yang paling aku takutkan menimpa umatku adalah perbuatan kaum Luth.” (HR at-Tirmidzi, al-Hakim, Ibn Majah).

“Siapa saja yang menemukan pria pelaku homoseks, maka bunuhlah pelakunya tersebut.” (HR Abu Dawud, at-Tirmizi, an-Nasai, Ibnu Majah, al-Hakim, & al-Baihaki).

***

Memelihara Kemaluan.

”Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman:

“Hendaklah mereka menahan pandangannya, & memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat”. (QS. An Nuur [24] : 30).

===

  1. Baca Juga: Perbuatan Keji. Tobatlah!
  2. Periksa hadis online di Hadits.Net]
Iklan

3 pemikiran pada “1 Selimut Saja Tidak Boleh, …

  1. Ping-balik: Perbuatan Keji. Tobatlah! | menujumu

  2. Ping-balik: Melampaui Batas – menujumu

  3. Ping-balik: Resolusi Soal LGBTI – menujumu

Tinggalkan Balasan, sopan, intelek, belajar lanjut

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s