Lopez Casanova: mengapa ada Kristen tidak percaya Trinitas?!

 Ia menyadari bahwa segala praktik agama yang diamalkannya bukanlah yang diajarkan Yesus. “Yang terjadi adalah aku merasa dibelokkan dari menyembah Tuhan menjadi menyembah Yesus. Aku menjadi paham mengapa ada bagian dari Kristen yang tidak mempercayai Trinitas.”

Lopez Casanova terlahir & dibesarkan dalam keluarga Protestan yang taat. Dalam keluarganya ada beberapa pastor, penginjil, pendeta, & guru. Kedua orangtuanya menginginkan agar Lopez menjadi pemimpin Kristen. Karenanya, sejak kecil ia dimasukan sekolah Bibel.

Namun, Allah SWT memberinya hidayah. Dalam perjalanan hidupnya Lopez akhirnya menemukan Islam. Ia pun memeluk agama Allah yang dibawa Muhammad SAW, sebagai agama terakhirnya. Perjalanannya menemukan Islam berawal dari Bibel yang dipelajarnya sejak kecil.

‘’Aku bersyukur dilahirkan dalam keluarga Protestan yang relijius yang memungkinkanku mempelajari Bibel. Jika tidak, aku mungkin tidak mampu memahami pesan Islam,” ujarnya.

Lopez menjadi seorang Muslimah karena kepercayaan & keyakinannya terhadap Tuhan. ‘’Itulah yang kemudian membuatku mengakui validitas Islam sebagai agama dari Tuhan.” Lalu bagaimana perjalanan spiritualnya dalam menemukan Islam?

***

Lopez tumbuh dalam keluarga yang relijius. Keluarga dari pihak ibua, Kristen Protestan taat. Mereka adalah orang-orang yang khusyuk & senantiasa hidup dengan perasaan takut Tuhan. Sedangkan keluarga ayahnya adalah Katolik Roma.

Maka jadilah Lopez sebagai seorang Kristen Protestan. Di sekolah menengah, Lopez bergaul dengan teman-teman Kristen dari berbagai denominasi yang bermacam-macam. Ia juga berteman dengan Yahudi, juga Saksi Yehovah.

‘’Aku tak pernah menghakimi apa yang mereka yakini, & akupun tidak memiliki ketertarikan terhadap kelompok agama manapun,’’ ujarnya.

Menurut dia, Kristen non-denominasi seperti dirinya selalu diajarkan bahwa “Jika kamu percaya Kristus, maka kamu adalah seorang umat Kristen, & kita semua sama di mata Tuhan, apapun denominasi yang membedakan kita.”

Meski ada banyak kepercayaan di sekitarnya, Lopez selalu diyakinkan bahwa hanya ada 1 Tuhan. Menurut Lopez, perbedaan interpretasi & perbedaan versi Bibel yang digunakan umat Kristen, membuat agama tersebut terbagi menjadi beberapa bagian.

Padahal, kata dia, menambah & mengurangi naskah Bibel, dosa! Namun, selalu saja muncul denominasi baru, yang menciptakan versi Bibel yang baru. Untuk itu, ibunya selalu menekankan sejak ia masih kecil, menolak buku-buku agama, pamflet, maupun literatur Kristen dari orang lain.

“Bibel sudah cukup menjadi rujukan,” katanya menirukan ucapan ibunya. Seiring perjalanan Lopez dihadapkan pada sebuah kegamangan akan agama yang dianutnya. ‘’Aku tidak mengetahui seberapa lama Bibel telah diubah & dimodifikasi. Setiap golongan dalam Kristen selalu mengklaim bahwa golongan merekalah yang benar, sedang yang lainnya salah.”

Sebagai seorang Kristiani, Lopez mempercayai, Kristen adalah kelanjutan Yudaisme. Ia tidak mengenal Islam, waktu itu. Ia pertama kali mendengar nama “Allah” dari pengajarnya di sekolah Bibel. “Orang Cina berdoa pada Buddha, & orang Arab berdoa pada Allah.” Saat itu, ia menyimpulkan bahwa Allah adalah nama sebuah berhala.

***

Kuliah di jurusan Bisnis Internasional membuat Lopez merasa perlu menguasai bahasa asing, untuk menunjang kariernya di masa depan. Atas saran teman kuliahnya, Lopez mempelajari bahasa Arab.

“Temanku beralasan, negara manapun yang memiliki penduduk Muslim menggunakan bahasa Arab karena itu merupakan bahasa asli Al-Quran,” katanya.

Saat itu, 2006, Lopez mendengar kata “Al-Quran” untuk pertama kalinya. Di kelas bahasa Arab yang diikutinya, Lopez mengenal banyak mahasiswa Muslim. Mereka umumnya keturunan Timur Tengah yang lahir & besar di AS.

Kelas pertama yang diambilnya pada 2006 bertepatan dengan bulan Ramadhan. Lopez terkesan dengan amalan puasa yang dilakukan teman-teman Muslimnya. Ia memandangnya sebagai bentuk ketundukan hamba di hadapan Tuhannya.

Lopez pun mencoba berpuasa. Bukan karena tertarik menjadi Muslim, namun semata untuk mengekspresikan ketundukannya sebagai umat Kristen yang taat. “Itupun karena puasa juga ada dalam agama Kristen. Yesus pernah berpuasa selama 40 hari,” katanya.

Pada bulan Ramadhan itu, seorang teman Muslim memberinya literatur Islam & sekeping Compact Disk (CD) yang ditolaknya. Ia teringat ucapan ibunya, “Semua agama yang salah adalah benar menurut kitab mereka.” Lopez tak tergoda untuk mengenal Islam, agama asing yang salah di matanya.

***

Musim panas 2008, Lopez bergabung dengan para misionaris Kristen & melakukan perjalanan ke Jamaika untuk sebuah misi Kristenisasi. Ia & timnya membantu orang-orang miskin di sana. Ia & timnya & berhasil mengkristenkan sekitar 55 ribu orang dalam sepekan.

Sepulang dari Jamaika, Lopez berdoa memohon petunjuk. Ia ingin melakukan lebih banyak pengabdian pada Tuhan. “Permintaan itu dijawab-Nya dengan memberiku seorang teman Muslim,” katanya.

Ia beberapa kali mengajak teman Muslimnya ke gereja, & berpikir bahwa temannya akan terpengaruh & menjadi seorang Kristen sepertinya.Suatu saat, temannya mengatakan bahwa gereja adalah tempat yang bagus, namun ia menyayangkan kepercayaan jamaatnya yang mempercayai Trinitas.

“Sayangnya, temanku salah menguraikan pengertian Trinitas itu. Aku hanya tertawa & meralatnya,” kata Lopez. Ia sempat berpikir tentang betapa fatalnya jika ia melakukan hal yang sama. Mengomentari agama lain yang tidak dipahami dengan baik, adalah sesuatu yang dinilainya sebagai ucapan yang kurang berpendidikan.

Ia pun memutuskan mempelajari hal-hal mendasar tentang Islam. Lopez mulai menemukan persamaan antara Kristen & Islam. Itu terjadi ketika ia mengetahui bahwa ternyata Yudaisme, Kristen, & Islam berbagi kisah & nabi. Ketiganya dapat diusut asal muasalnya hingga bertemu di silsilah sejarah yang sama.

“Sebenarnya, lebih banyak persamaan antara Kristen & Islam dibanding perbedaan antara keduanya,” kata Lopez.

***

Suatu hari, ia kagum dengan teman Muslimnya yang tidak malu berdoa & shalat di tempat umum, dengan lutut & kepala di atas lantai. “Sementara, aku bahkan terkadang malu untuk sekadar menundukkan kepala sambil memejamkan mata (berdoa) saat hendak makan di tempat-tempat umum.”

Di lain hari, teman Muslimnya kembali ikut serta pergi ke gereja bersama Lopez. Di tengah perjalanan dengan mobil itu, temannya memohon izin memutar CD Alquran di mobilnya, karena ia sedang mempersiapkan diri untuk shalat.

“Agar sopan, aku mengizinkannya. Selanjutnya aku hanya ikut mendengarkan & menyimaknya,” kata Lopez.

Hal yang tidak diduga pun terjadi. Ia masih ingat bagaimana ayat-ayat Al-Quran yang didengarnya memunculkan sebuah perasaan aneh. Perasaan itu berbaur dengan kebingungan yang tak bisa dijelaskan.

“Aku tidak bisa memahami mengapa diriku bisa mengalami perasaan semacam itu terhadap sesuatu di luar Kristen.”

Setelah pengalaman di mobil waktu itu, perasaan takut sekaligus ingin tahu ikut menyergapnya. Ia memutuskan melihat isi sebuah DVD berjudul “The Legacy of Prophet Muhammad (Warisan Nabi Muhammad).”

Usai memutarnya, Lopez menangis untuk alasan yang lagi-lagi tak dipahaminya. Ia mengagumi sosok Muhammad SAW & belajar tentang bagaimana menjadi umat yang baik dari sosoknya.

Lopez berkesimpulan, kedisiplinan dalam Islam membuatnya menjadi umat Kristen yang lebih baik, & itu menjadi alasannya untuk terus mempelajari Islam. Keingintahuan Lopez membawanya belajar lebih jauh tentang Islam. Dan ia sampai pada konsep monoteisme.

“Aku berhenti sejenak, karena itu seperti sebuah persimpangan. Aku hanya berniat mempelajari kesamaan Islam & Kristen, sedangkan monoteisme berlawanan dengan konsep Trinitas.”

Pada titik sulit itu, ia berusaha tidak terpengaruh oleh siapapun, baik dari Kristen maupun Islam. Sehingga, ia memutuskan mempelajarinya seorang diri. Lopez pun membaca seluruh bagian tentang Yesus dalam Bibel, & menelaah kata-kata yang dikutip dari perkataan Yesus. Saat itu, ia menyadari bahwa, ternyata Yesus mengajarkan monoteisme. Bukan Trinitas seperti yang diyakininya sejak lama.

“Di sini aku menemukan bahwa pesan Yesus selaras dengan Islam.”

Sampai di situ, Lopez merasa tertipu dengan kecewa. Ia menyadari bahwa segala praktik agama yang diamalkannya bukanlah yang diajarkan Yesus. “Yang terjadi adalah aku merasa dibelokkan dari menyembah Tuhan menjadi menyembah Yesus. Aku menjadi paham mengapa ada bagian dari Kristen yang tidak mempercayai Trinitas.”

Selesai dengan penjelasan Bibel, Lopez memberanikan diri meminjam salinan terjemahan Al-Quran dari seorang teman Muslim, yang juga mengajarinya cara shalat. Lopez mulai melakukannya 5x sehari untuk belajar, karena ia belum menjadi Muslim.

“Setiap selesai, aku berdoa pada Tuhanku agar mengampuniku karena telah melakukan shalat, seolah aku telah melakukan sesuatu yang salah. Ada pertempuran dalam batinku.”

Setelah beberapa lama pergolakan batin itu dirasakannya, Lopez memutuskan berislam. Namun hingga hari penting itu, ia masih menyimpan perasaan takut. Hingga saat menyetir mobilnya, ia berdoa, “Tuhan, lebih baik aku mati & dekat dengan-Mu daripada hidup selama satu hari namun jauh dari-Mu.”

Lopez berpikir, mengalami kecelakaan mobil lebih baik dialaminya jika menuju Islamic Center San Diego untuk bersyahadat adalah pilihan yang salah. Ia tiba di tujuan dengan selamat & mengikrarkan keislamannya di hadapan publik.

Jumat itu, 28 Agustus 2008, beberapa hari menjelang Ramadhan, Lopez memeluk Islam. “Sejak itu, aku adalah seorang Muslim yang bahagia, yang mencintai shalat & puasa. Keduanya mengajarkanku kedisiplinan sekaligus ketundukan kepada Tuhan.”

[14010052Heri Ruslan; 16102013; republika.co.id]

Iklan

Satu pemikiran pada “Lopez Casanova: mengapa ada Kristen tidak percaya Trinitas?!

  1. Muhammad Dharmawan

    TERANG DAN TIADA KEGELAPAN

    Janji keselamatan dan hidup kekal

    Yesus  bersabda, “Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa mendengar perkataan-Ku dan percaya kepada Dia yang mengutus Aku, ia mempunyai hidup yang kekal dan tidak turut dihukum, sebab ia sudah pindah dari dalam maut ke dalam hidup”(Injil, Rasul Besar Yohanes 5:24).
    Lihatlah! Dan baca lagi dengan cermat ayat diatas 1.Barang siapa yang mendengar perkataanku ” Apa perkataannya?” Yaitu .Barang siapa yang percaya kepada Dia ” Siapa Dia? Jawabnya : Allah , Siapa Allah? Jawabnya “Yang mengutus Yesus” Siapa Yesus ? Jawabnya : utusan Allah. Jadi jelas maksud ayat diatas adalah “ Barang siapa yang percaya kepada Allah dan percaya Yesus adalah utusan Allah maka ia mempunyai hidup yang kekal dan tidak turut dihukum, sebab ia sudah pindah dari maut kedalam hidup. Lalu agama manakah yang percaya kepada Allah dan percaya bahwa Isa adalah utusan Allah

    Percayalah kepada “Perkataan” Yesus/Isa dan engkau akan selamat, engkau dan seisi rumahmu” (Injil , Kisah Para Rasul 16:31).
    Apakah Perkataan Yesus/Isa? Jawabnya :
    Yohanes 17:3 Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, “SATU-SATUNYA”* ALLAH YANG BENAR, DAN MENGENAL YESUS KRISTUS ” ISA” YANG TELAH ENGKAU UTUS.
    * satu-satunya = Tunggal.
    Tidak ada Ilaha (Penguasa,Yang Kuasa)Selain Allah dan Isa utusan Allah
    Tidak ada Ilaha ( Penguasa,Yang Kuasa) Selain Allah dan Muhammad utusan Allah.
     

    Disini saya sisipkan Kutipan dialog saya dengan seseorang)

    S: Bagaimana nasib orang-orang yang menyebut dan menganggap Yesus/Isa adalah Tuhan bukan sebagai utusan Allah? Atau apakah perjanjian keselamatan diatas bisa dibatalkan? Atau ada perjanjian baru yang lebih baru yang harus diimani agar bisa selamat?

    Ssorg : ”Untuk saya Tuhan itu adalah gelar untuk Yesus sebagai jujungan, yang adalah 3 in 1 itu.., betul sekali tidak ada Allah lain karena Allah itu Alpha dan Omega..dan Yesus adalah adalah FirmanNYA.
    S: Apakah iman anda karena argumen ini: ” Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah.” (Yohanes 1:1). Tetapi Bukankah Allah juga menciptakan Langit dan Bumi ini dengan FirmanNYA, kalau demikian Langit dan Bumi adalah Allah? 5 in 1, Atau Anak-Anak Allah?

    S: Bagaimana dengan argumen ini? “Pada mula “awal”nya adalah Allah. lalu Allah berfirman: ( Sebab dari mana ada firman, kalau tidak ada Allah?) Jadilah Langit maka jadilah! Jadilah Bumi maka jadilah! Jadilah sperma didalam rahim Maria maka jadilah! Apa yang dikehendakiNYA.
    S: Bagaimana menurut saudara?  

    Demikian pula ketika Allah menciptakan Adam, setelah sempurna kejadian jasadNYA, lalu DitiupkanNYA ruhNYA, ,Lalu apakah dengan demikian berarti Adam itu adalah Allah atau anak Allah? Bukankah, semua hanyalah CiptaanNYA?

    Inilah Bukti Dusta dan pembodohan massal yang dilakukan secara terstruktur, terorganisir, sistematis dan masif, sejak dahulu tentang Keimanan Trinitas: ” Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah.” (Yohanes 1:1) …Lihatlah! Bacaaan diatas, ” Pada mulanya adalah Firman. bagaimana mungkin “Pada mulanya adalah firman “sabda, perkataan” tanpa terlebih dahulu menjelaskan siapa yang memberi firman? Jika Pada mulanya saja sudah Dusta, maka dapat dipastikan keterangan selanjutnya adalah fitnah dan rekayasa untuk membenarkan Dusta yang pertama! Dengan cara menghalalkan segala cara, baik dengan Dusta2 baru, fitnah, Intimidasi, Kekerasan, Politik uang, adu domba,  dll untuk mengelabui dan “menutup-nutupi ” mata manusia. “Dajjal” demi untuk menyesatkan manusia dari PenciptaNYA dan mengendalikannya!

    Lihatlah penyesatan dan kekejian yang tak terampuni dari kutipan keimanan tentang keselamatan yang bahkan katanya jika para penjahat atau pelacur sekalipun jika mengimaninya akan masuk surga, yaitu” Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah.” (Yohanes 1:1)dst.  Lihat dan perhatikan baik-baik 
    “… dan Firman itu ( kata-kata, sabda) adalah Allah?” yang Berarti Allah itu adalah firman ( kata-kata, sabda)

    Taukah kalian sudah berapa banyak orang yang disesatkan dan berapa banyak korban-korban dalam sejarah yang telah tewas demi keimanan dusta, idiot, tak berakal ini?  Keimanan yang mencerminkan keberadaan iblis itu sendiri! 
    Yoh 8:44 
    Iblislah yang menjadi bapamu dan kamu ingin melakukan keinginan-keinginan bapamu. Ia adalah “pembunuh kesalehan manusia sejak mulanya” dan tidak hidup dalam kebenaran, sebab di dalam dia tidak ada kebenaran. Apabila ia berkata dusta, ia berkata atas kehendaknya sendiri, sebab ia adalah pendusta dan bapa segala dusta

    Tetapi, kukatakan, bagi yang mau percaya ” Iman Idiot / Dusta” itu,  imanilah, karena itu hak setiap orang untuk beriman sesuai keyakinannya ; Sebab setiap orang akan bertanggung jawab atas dirinya sendiri. Dan ketahuilah, Kami berasal dari Allah dan akan kembali kepada Allah! Jika kalian berasal dari Allah , tentu kalian memahaminya,  salam damai sejahtera!
    Dan ketahuilah sesungguhnya Allah Yang Suci dan Tinggi itu pengampun lagi penerima taubat dari manusia ciptaanNYA, dengan cara berusaha untuk kembali mengabdi dan berbakti kepadaNYA dengan sunguh-sungguh dan tanpa mensekutukannya dengan satu apapun, serta berbuat baik kepada sesama dengan ikhlas dan berusaha meninggalkan hal-hal buruk sebelumnya, dll dan tentunya sebelum malaikat mautNYA mencabut nyawa kita.

    juga perlu dipahami  jika Allah Swt itu hendak mengampuni dan memasukkan orang-orang yang dikehendakiNYA kedalam Surga Ciptaan dan MilikNYA, maka siapakah yang bisa menuntutNYA?dan jika berkehendak memasukkan manusia ciptaanNYA ke Neraka maka siapakah yang bisa menggugatNYA?  Dan mengapa dia harus repot-repot menitis sendiri menjadi manusia hanya sekedar untuk menyelamatkan manusia lainnya? Sebab kalau Dia kehendaki menciptakan semua manusia itu baik kan bisa saja sebagaimana malaikat ciptaanNYA!  Atau kenapa DIA harus mengorbankan “sesuatu”  hanya karena untuk memaafkan dosa-dosa manusia yang telah makar kepadaNYA dan yang telah menyakiti dan menganiaya sesamanya?

    Bukankah bertaubat dan berbuat baik kepada sesama itu kuncinya?

    Salam damai sejahtera

    2014-08-13

    hamba Allah

Tinggalkan Balasan, sopan, intelek, belajar lanjut

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s