Keutamaan Aisyah ra.

aisyah_800

1. Hadis riwayat Aisyah ra., ia berkata:

“Rasulullah saw. pernah bersabda: ‘Tiga malam aku bermimpi melihat kamu. Malaikat datang kepadaku mengantarkanmu dengan memakai sepotong baju sutera seraya berkata: ‘Inilah istrimu.’ Ketika aku buka wajahmu, ternyata itu memang benar-benar kamu. Lalu aku katakan: ‘Kalau itu memang datang dari sisi Allah, maka Allah pasti akan menjadikannya kenyataan.’ ” (Shahih Muslim No.4468)

2. Hadis riwayat Aisyah ra., ia berkata:
“Rasulullah saw. pernah berkata kepadaku: ‘Sesungguhnya aku tahu saat kamu sedang senang kepadaku, & saat kamu sedang marah kepadaku.’ Aku bertanya: ‘Dari mana engkau mengetahui hal itu?’ Rasulullah saw. menjawab: ‘Sebab kalau kamu sedang senang padaku, maka kamu akan mengatakan: ‘Tidak, demi Tuhan Muhammad’’, tetapi kalau kamu sedang marah, maka kamu akan mengatakan: ‘Tidak, demi Tuhan Ibrahim.’ Aku katakan: ‘Benar itu, wahai Rasulullah. Demi Allah, aku hanya meninggalkan namamu.’ ” (Shahih Muslim No.4469)

3. Hadis riwayat Aisyah ra.:
“Bahwa ia pernah bermain-main dengan beberapa kawan perempuannya di hadapan Rasulullah saw. Aisyah berkata: Tiba-tiba kawan-kawanku mendekati aku karena mereka ingin bersembunyi dari rasa malu kepada Rasulullah saw. Beliau kemudian menyuruh mereka untuk menemuiku.” (Shahih Muslim No.4470)

4. Hadis riwayat Aisyah ra.:
“Bahwa orang-orang menanti-nantikan untuk memberikan hadiah pada waktu Rasulullah saw. berada di rumah Aisyah. Mereka melakukan hal itu untuk mendapatkan keridaan Rasulullah saw..” (Shahih Muslim No.4471)

5. Hadis riwayat Aisyah ra., istri Nabi saw., ia berkata:
“Beberapa orang istri Nabi saw. mengutus Fatimah binti Rasulullah saw. untuk menemui beliau. Lalu Fatimah meminta izin masuk, sedang Rasulullah saw. masih bersamaku dalam selimut. Lalu beliau mengizinkannya, kemudian Fatimah berkata: ‘Wahai Rasulullah! Sesungguhnya istri-istrimu yang lain mengutusku untuk menemuimu, mereka meminta keadilan seperti yang engkau berikan kepada putri Abu Quhafah.’

Saat itu aku hanya diam saja. Rasulullah saw. berkata kepada Fatimah: ‘Wahai putriku! Tidakkah kamu menyukai apa yang aku sukai?’ Fatimah menjawab: ‘Benar.’ Rasulullah saw. berkata lagi: ‘Maka cintailah istriku yang satu ini.’ Mendengar perkataan ayahnya tersebut, Fatimah lalu segera beranjak meninggalkan Rasulullah untuk kembali kepada para istri beliau yang lain & mengabarkan kepada mereka apa yang telah ia katakan & apa yang telah dikatakan oleh Rasulullah saw. kepadanya.

Lalu mereka berkata kepadanya: ‘Kami merasa kamu belum berbuat sesuatu apapun untuk kami, maka kembalilah menghadap Rasulullah saw. & katakan kepada beliau: ‘Sesungguhnya istri-istrimu yang lain sangat mendambakan keadilan seperti yang engkau perlihatkan kepada putri Abu Quhafah itu.’ Fatimah menjawab: ‘Demi Allah aku tidak mau mengajak bicara beliau tentang Aisyah selama-lamanya.’

Aisyah berkata: Lalu istri-istri Nabi saw. itu menyuruh Zainab binti Jahsy ra., istri Nabi & dialah yang menandingiku di antara mereka untuk merebut kedudukan di hati Rasulullah saw., & aku tidak pernah melihat seorang wanita pun selain Zainab yang lebih baik dalam beragama, lebih bertakwa kepada Allah, lebih jujur bicaranya, paling kuat bersilaturahmi, paling banyak bersedekah & paling sering mengalami cobaan dalam dirinya dalam melakukan pekerjaan untuk bersedekah & mendekatkan diri kepada Allah kecuali perilaku mudah emosi & marah yang ada pada dirinya namun ia cepat kembali (tenang).

Ia berkata: Lalu Zainab meminta izin menemui Rasulullah saw. yang pada waktu itu beliau sedang (tidur) bersama Aisyah dalam selimutnya seperti saat Fatimah menemuinya. Kemudian Rasulullah saw. mempersilakannya, & Zainab pun berkata: ‘Wahai Rasulullah! Sesungguhnya istri-istrimu yang lain mengutusku untuk menemuimu, mereka meminta keadilan seperti yang engkau berikan kepada putri Abu Quhafah.’

Aisyah berkata: Kemudian ia menyinggung tentang diriku & melampaui batas, namun aku tetap memandang Rasulullah saw. & melihat ke arah mata beliau apakah beliau mengizinkan aku untuk ikut berbicara. Aisyah melanjutkan: ‘Zaenab tetap tidak beranjak sampai aku ketahui bahwa Rasulullah saw. sudah tidak merasa keberatan kalau aku membela diri. Aisyah melanjutkan: Ketika aku menyinggungnya & terus tidak memberi kesempatan sedikitpun padanya sampai aku selesai membalasnya. Aisyah melanjutkan: Lalu Rasulullah saw. tersenyum & berkata: ‘Ia memang benar-benar putri Abu Bakar.’ ” (Shahih Muslim No.4472)

6. Hadis riwayat Aisyah ra.:
“Apabila Rasulullah saw. sedang merasa gundah, beliau akan bertanya-tanya: ‘Di manakah aku hari ini, di manakah aku esok hari’, karena merasa lama menunggu hari giliran Aisyah. Aisyah melanjutkan: Ketika pada hari giliranku Allah mencabut nyawa beliau yang masih berada dalam pelukanku.” (Shahih Muslim No.4473)

7. Hadis riwayat Aisyah ra., ia berkata:
“Rasulullah saw. apabila hendak melakukan perjalanan, beliau selalu mengadakan undian di antara istri-istrinya, lalu keluarlah undian tersebut untuk Aisyah & Hafshah sehingga mereka berdua berangkat bersama Rasulullah saw.

Dan pada malam hari, Rasulullah saw. berjalan bersama Aisyah untuk bercakap-cakap dengannya. Suatu kali berkatalah Hafshah kepada Aisyah: ‘Maukah kamu malam ini menunggangi untaku & aku menunggangi untamu sehingga kamu dapat melihat begitu juga aku.’ Aisyah menjawab: ‘Baiklah.’

Maka Aisyah lalu menunggangi unta milik Hafshah & Hafshah menunggangi unta Aisyah. Lalu datanglah Rasulullah saw. menghampiri unta milik Aisyah yang ditunggangi oleh Hafshah kemudian mengucapkan salam & berjalan bersamanya sampai mereka turun berhenti. Tiba-tiba Aisyah merasa kehilangan Rasulullah & merasa cemburu. Ketika mereka turun berhenti, mulailah Aisyah menendangkan kakinya ke tumbuh-tumbuhan izkhir yang harum baunya sambil berkata: ‘Ya Tuhanku! Semoga ada kalajengking atau ular yang menggigitku sedang aku tidak dapat mengatakan sesuatu apapun kepada rasul-Mu.’ ” (Shahih Muslim No.4477)

8. Hadis riwayat Anas bin Malik ra., ia berkata:
“Aku pernah mendengar Rasulullah saw. bersabda: Keutamaan Aisyah atas wanita-wanita lain adalah seperti keutamaan tsarid (bubur daging & roti) atas makanan yang lainnya.” (Shahih Muslim No.4478)

9. Hadis riwayat Aisyah ra.:
“Bahwa Nabi saw. pernah berkata kepadanya: ‘Sesungguhnya malaikat Jibril mengucapkan salam kepadamu.’ Aisyah berkata: Lalu aku menjawab: ‘Wa alaihissalam wa rahmatullahi (Semoga keselamatan serta rahmat Allah selalu terlimpahkan atasnya).’ ” (Shahih Muslim No.4479)

Baca juga artikel yang terkait:

  1. Keutamaan Abu Bakar Sidik ra.
  2. Keutamaan Umar bin Khathab ra.
  3. Keutamaan Usman Bin Affan ra.
  4. Keutamaan Ali bin Abu Thalib ra.
  5. Keutamaan Aisyah ra.
  6. Keutamaan Fatimah ra., putri Nabi saw.
Iklan

Tinggalkan Balasan, sopan, intelek, belajar lanjut

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s