Kepemimpinan, Keadilan & Politik

keadilan-45

BERITA 1: Prabowo: Pemimpin di Jakarta lupa rakyat, sudah duduk lupa janji 

[28 Maret 2014 ; merdeka.com]

Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto tampil sebagai juru kampanye di Lapangan Gajah Mada, Jalan Krakatau, Medan, Jumat (28/3). Dalam orasinya dia menyindir para pemimpin di negara ini sebagai orang-orang yang lupa dengan janji.

Dia juga menyatakan, terlalu banyak kekayaan negara hilang. Sedikitnya kebocoran uang rakyat Rp 1.000 triliun/tahun.

Sudah terlalu banyak maling berkuasa di negeri ini. “Kalian mau dipimpin maling. Sekarang banyak pemimpin suka bohong, lain di hati lain di mulut. Terlalu banyak janji yang diberikan,”

Berita 2: Jokowi: Sekarang Baru Menang Tipis, Saya Mau Kita Menang Banyak
[28 3 2014 kompas]

Bakal calon presiden PDI-P, Jokowi, meminta kader & simpatisan partainya agar bekerja keras untuk menang pemilihan umum anggota legislatif pada 9 April 2014.

“Kita harus bekerja keras memenangkan pemilu. Kita tidak boleh lengah, jangan seolah-olah kita sudah menang. Meskipun sekarang sudah menang, tapi itu baru menang tipis. Saya mau kita menang banyak, menang tebal. Sanggup ndak?” kata Jokowi kepada kader & simpatisannya saat berkampanye di Lapangan Sumampir, Cilegon, Jumat (28/3/2014) sore.

Para kader & simpatisan PDI Perjuangan pun menjawab serempak menyatakan kesanggupan. “Sanggup, sanggup, tapi nanti malam tidur. Bener ndak? Nanti malam tidur ndak?” kata Jokowi.

Mendengar pertanyaan Jokowi itu, jawaban para kader & simpatisan tak lagi kompak seperti sebelumnya. Jawaban mereka juga tidak terdengar secara jelas & keras. Melihat keraguan ratusan orang yang berdiri di hadapannya itu, Jokowi pun sempat terdiam agak lama. Dia kemudian menceritakan pengalamannya yang juga tidak tidur demi memenangkan partai berlambang moncong putih itu.

Berita 3: Peduli tingginya angka golput kawula muda lewat #IngetNyoblosCuy
[28 3 2014 ; merdeka.com]

Pemilu 2014 yang akan diadakan pada 9 April mendatang, semakin dekat. Namun ajang besar yang merupakan momen pergantian pemimpin di negeri ini juga dibayangi tingginya angka Golput (golongan putih). Khususnya, yang ada pada kalangan pemilih pemula & muda.

Ada berbagai alasan mengapa banyak anak muda yang tidak menggunakan hak suaranya, dari rasa tidak percaya kepada para calon pemimpin yang ada, minimnya sarana informasi jejak rekam caleg. Bingung memilih siapa, sampai merasa suaranya tidak akan berpengaruh terhadap pemilihan umum nanti.

Jonathan Christian Susanto (24) yang Mentor dari Young On Top Campus Ambassador, Coach Merry Riana ELT, & founder media Online inspiratif anak muda Indonesia http://www.inspiratorfreak.com, mengajak temannya Rangga Adhitya (25) berkeliling Jawa & bertemu langsung dengan komunitas-komunitas anak muda. Sekaligus mengajak ikut serta dalam kampanye #IngetNyoblosCuy. Kegiatan ini murni menggunakan kocek pribadi, untuk menjaga netralitas & menghindari kepentingan politik pihak tertentu. [mzh]

—————————————————————

1. Pemimpin suatu kaum adalah pengabdi (pelayan) mereka. (HR. Abu Na’im)

2. Tidak akan sukses suatu kaum yang mengangkat seorang wanita sebagai pemimpin. (HR. Bukhari)

3. Barangsiapa menghina penguasa Allah di muka bumi maka Allah akan menghinanya. (HR. Tirmidzi)

4. Rasulullah Saw berkata kepada Abdurrahman bin Samurah, “Wahai Abdurrahman bin Samurah, janganlah engkau menuntut suatu jabatan. Sesungguhnya jika diberi karena ambisimu maka kamu akan menanggung seluruh bebannya. Tetapi jika ditugaskan tanpa ambisimu maka kamu akan ditolong mengatasinya.” (HR. Bukhari & Muslim)

5. Apabila Allah menghendaki kebaikan bagi suatu kaum maka dijadikan pemimpin-pemimpin mereka orang-orang yang bijaksana & dijadikan ulama-ulama mereka menangani hukum & peradilan. Juga Allah jadikan harta-benda di tangan orang-orang yang dermawan. Namun, jika Allah menghendaki keburukan bagi suatu kaum maka Dia menjadikan pemimpin-pemimpin mereka orang-orang yang berakhlak rendah. DijadikanNya orang-orang dungu yang menangani hukum & peradilan, & harta berada di tangan orang-orang kikir. (HR. Ad-Dailami)

6. Kami tidak mengangkat orang yang berambisi berkedudukan. (HR. Muslim)

7. Ada 3 perkara yang tergolong musibah yang membinasakan:

(1) Seorang penguasa bila kamu berbuat baik kepadanya, dia tidak mensyukurimu, & bila kamu berbuat kesalahan dia tidak mengampuni;

(2) Tetangga, bila melihat kebaikanmu dia pendam (dirahasiakan / diam saja) tapi bila melihat keburukanmu dia sebarluaskan;

(3) Isteri bila berkumpul dia mengganggumu (di antaranya dengan ucapan & perbuatan yang menyakiti) & bila kamu pergi (tidak di tempat) dia akan mengkhianatimu. (HR. Ath-Thabrani)

8. Allah melaknat penyuap, penerima suap & yang memberi peluang bagi mereka. (HR. Ahmad)

9. Akan datang sesudahku penguasa-penguasa yang memerintahmu. Di atas mimbar mereka memberi petunjuk & ajaran dengan bijaksana, tetapi bila telah turun mimbar mereka melakukan tipu daya & pencurian. Hati mereka lebih busuk dari bangkai. (HR. Ath-Thabrani)

l0. Jabatan (kedudukan) pada permulaannya penyesalan, pada pertengahannya kesengsaraan (kekesalan hati) & pada akhirnya azab pada hari kiamat. (HR. Ath-Thabrani)

Keterangan:
Hal tersebut karena dia menyalah gunakan jabatannya dengan berbuat yang zhalim & menipu (korupsi dll).

11. Aku mendengar Rasulullah Saw memprihatinkan umatnya dalam 6 perkara:

(1) diangkatnya anak-anak sebagai pemimpin (penguasa);

(2) terlampau banyak petugas keamanan;

(3) main suap dalam urusan hukum;

(4) pemutusan silaturahmi & meremehkan pembunuhan;

(5) generasi baru yang menjadikan Al Qur’an sebagai nyanyian;

(6) Mereka mendahulukan atau mengutamakan seorang yang bukan paling mengerti fiqih & bukan pula yang paling besar berjasa tapi hanya orang yang berseni sastralah. (HR. Ahmad)

12. Barangsiapa diserahi kekuasaan urusan manusia lalu menghindar (mengelak) melayani kaum lemah & orang yang membutuhkannya maka Allah tidak akan mengindahkannya pada hari kiamat. (HR. Ahmad)

13. Khianat paling besar adalah bila seorang penguasa memperdagangkan rakyatnya. (HR. Ath-Thabrani)

14. Menyuap dalam urusan hukum adalah kufur. (HR. Ath-Thabrani & Ar-Rabii’)

15. Barangsiapa tidak menyukai sesuatu dari tindakan penguasa maka hendaklah bersabar. Sesungguhnya orang yang meninggalkan (membelot) jamaah walaupun hanya sejengkal maka wafatnya tergolong jahiliyah. (HR. Bukhari & Muslim)

16. Jangan bersilang sengketa. Sesungguhnya orang-orang sebelum kamu bersilang sengketa (cekcok, bermusuh-musuhan) lalu mereka binasa. (HR. Ahmad)

17. Ka’ab bin ‘Iyadh Ra bertanya, “Ya Rasulullah, apabila seorang mencintai kaumnya, apakah itu tergolong fanatisme?” Nabi Saw menjawab, “Tidak, fanatisme (Ashabiyah) ialah bila seorang mendukung (membantu) kaumnya atas suatu kezaliman.” (HR. Ahmad)

18. Kaum muslimin kompak bersatu menghadapi yang lain. (HR. Asysyihaab)

19. Kekuatan Allah beserta jama’ah (seluruh umat). Barangsiapa membelot maka dia membelot ke neraka. (HR. Tirmidzi)

20. Semua kamu adalah pemimpin & bertanggung jawab atas kepemimpinannya. Seorang imam (amir) pemimpin & bertanggung jawab atas rakyatnya. Seorang suami pemimpin dalam keluarganya & bertanggung jawab atas kepemimpinannya. Seorang isteri pemimpin & bertanggung jawab atas penggunaan harta suaminya. Seorang pelayan (karyawan) bertanggung jawab atas harta majikannya. Seorang anak bertanggung jawab atas penggunaan harta ayahnya. (HR. Bukhari & Muslim)

21. Barangsiapa membaiat seorang imam (pemimpin) & telah memberinya buah hatinya & jabatan tangannya maka hendaklah dia taat sepenuhnya sedapat mungkin. (HR. Muslim)

22. Akan terlepas (kelak) ikatan (kekuatan) Islam, ikatan demi ikatan. Setiap kali terlepas satu ikatan maka orang-orang akan berpegangan kepada yang lainnya. Yang pertama kali terlepas ialah hukum & yang terakhir adalah shalat. (HR. Ahmad & Al Hakim)

23. Hendaklah kamu mendengar, patuh & taat (kepada pemimpinmu), dalam masa kesenangan (kemudahan & kelapangan), dalam kesulitan & kesempitan, dalam kegiatanmu & di saat mengalami hal-hal yang tidak menyenangkan sekalipun keadaan itu merugikan kepentinganmu. (HR. Muslim & An-Nasaa’i)

24. Sesungguhnya umatku tidak akan bersatu dalam kesesatan. Karena itu jika terjadi perselisihan maka ikutilah suara terbanyak. (HR. Anas bin Malik)

25. Dua orang lebih baik dari seorang & tiga orang lebih baik dari dua orang, & empat orang lebih baik dari tiga orang. Tetaplah kamu dalam jamaah. Sesungguhnya Allah Azza wajalla tidak akan mempersatukan umatku kecuali dalam petunjuk (hidayah) (HR. Abu Dawud)

[Sumber: 1100 Hadits Terpilih (Sinar Ajaran Muhammad) – Dr. Muhammad Faiz Almath – GIP; HaditsWeb]

Iklan

Tinggalkan Balasan, sopan, intelek, belajar lanjut

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s