Pergaulan #1/2

mnj_15010004

1.    Apabila seorang datang langsung berbicara sebelum memberi salam maka janganlah dijawab. (HR. Ad-Dainuri & Tirmidzi)

2.    Lakukanlah ziarah dengan jarang-jarang agar lebih menambah kemesraan. (HR. Ibnu Hibban)

3.    Laki-laki memberi salam kepada wantia & wanita jangan memberi salam kepada laki-laki. (HR. Ad-Dainuri)

4.    Apabila kamu saling berjumpa maka saling mengucap salam & bersalam-salaman, & bila berpisah maka berpisahlah dengan ucapan istighfar. (HR. Ath-Thahawi)

5.    Sahabat Anas Ra berkata, “Kami disuruh oleh Rasulullah Saw agar jawaban kami tidak lebih daripada “wa’alaikum”. (HR. Ad-Dainuri).

Penjelasan:

Yakni ketika orang non muslim (Yahudi, Nasrani, & lain-lain) memberi salam kepada seorang muslim maka jawabannya tidak boleh lebih dari: “Wa’alaikum,” artinya: “Dan juga bagimu”. Namun jika yang mengucapkan salam tersebut orang Islam, maka kita harus membalasnya dengan ucapan yang lebih baik, atau minimal sama.

Firman Allah, “Apabila kamu dihormati dengan suatu penghormatan, maka balaslah penghormatan itu dengan yang lebih baik, atau balaslah (dengan yang serupa). Sesungguhnya Allah memperhitungkan segala sesuatu.” [An-Nissaa 4:86]

6.    Apabila dua orang muslim saling berjumpa lalu berjabatan tangan & mengucap “Alhamdulillah” & beristighfar maka Allah ‘Azza Wajalla mengampuni mereka. (HR. Abu Dawud)

7.    Senyummu ke wajah saudaramu adalah sodaqoh. (Mashabih Assunnah)

8.    Apabila berkumpul tiga orang janganlah yang dua orang berbisik-bisik (bicara rahasia) & meninggalkan orang yang ketiga (karena hal tersebut akan menimbulkan kesedihan & perasaan tidak enak baginya). (HR. Bukhari)

9.    Apabila seorang bertamu lalu minta ijin (mengetuk pintu atau memanggil-manggil) sampai 3 kali & tidak ditemui (tidak dibukakan pintu) maka hendaklah ia pulang. (HR. Bukhari)

10.Seorang tamu yang masuk ke rumah suatu kaum hendaklah duduk di tempat yang ditunjuk kaum itu sebab mereka lebih mengenal tempat-tempat aurat rumah mereka. (HR. Ath-Thabrani)

11.Menyendiri lebih baik daripada berkawan dengan yang buruk, & kawan bergaul yang sholeh lebih baik daripada menyendiri. Berbincang-bincang yang baik lebih baik daripada berdiam & berdiam adalah lebih baik daripada berbicara (ngobrol) yang buruk. (HR. Al Hakim)

12.Seseorang adalah sejalan & sealiran dengan kawan akrabnya, maka hendaklah kamu berhati-hati dalam memilih kawan pendamping. (HR. Ahmad)

13.Sesungguhnya Allah Ta’ala menyukai kelestarian atas keakraban kawan lama, maka peliharalah kelangsungannya. (HR. Ad-Dailami)

14.Seorang mukmin yang bergaul & sabar terhadap gangguan orang, lebih besar pahalanya dari yang tidak bergaul dengan manusia & tidak sabar dalam menghadapi gangguan mereka. (HR. Ahmad & Tirmidzi)

15.Amal perbuatan yang paling disukai Allah sesudah yang fardhu (wajib) ialah memasukkan kesenangan ke dalam hati seorang muslim. (HR. Ath-Thabrani)

16.Barangsiapa mengintip-intip rumah suatu kaum tanpa ijin mereka maka sah bagi mereka untuk mencolok matanya. (HR. Muslim)

17.Seorang mukmin adalah cermin bagi mukmin lainnya. Apabila melihat aib padanya dia segera memperbaikinya. (HR. Bukhari)

18.Tiga perbuatan yang termasuk sangat baik, yaitu berzikir kepada Allah dalam segala situasi & kondisi, saling menyadarkan (menasihati) satu sama lain, & menyantuni saudara-saudaranya (yang memerlukan). (HR. Ad-Dailami)

[14010006 ;1100 Hadits Terpilih ; Dr. M. Faiz Almath – GIP]

(Baca Juga: Pergaulan #2/2)

Iklan

Satu pemikiran pada “Pergaulan #1/2

  1. Ping-balik: Pergaulan #2/2 | menujumu

Tinggalkan Balasan, sopan, intelek, belajar lanjut

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s