Abdullah bin Amr bin Ash ra. #2/3

00_AbdulahBinAsh

Abdullah bin Amr mempunyai kebiasaan mencatat apapun yang disabdakan Nabi SAW, dalam sebuah catatan yang disebut Shadiqah. Agar, ia mudah menghafalkannya. Rasulullah SAW memang pernah melarang para sahabat mencatat sabda-sabda beliau. Khawatir tumpang tindih dengan ayat-ayat Al Qur’an.

Kemudian Nabi SAW secara khusus menugaskan beberapa orang sahabat mencatat firman-firman Allah tersebut. Ibnu Amr bin Ash, tidak termasuk di dalamnya, beliau membiarkannya.

Beberapa sahabat juga berkata,

“Rasulullah SAW juga manusia biasa, terkadang beliau marah, & dalam marahnya ini beliau mengatakan sesuatu. Begitu juga terkadang beliau hanya bercanda dalam ucapannya itu. Karena itu jangan engkau mencatat apapun yang beliau sabdakan!”

Karena nasehat mereka ini, Abdullah bin Amr sempat menghentikan kebiasaannya. Tetapi tampaknya ia ‘gatal’, jika sesaat saja tidak ‘merekam’ apa yang dilakukan Rasulullah SAW. Karena itu ia bertanya kepada Nabi SAW apa yang dilakukannya.

Termasuk, nasehat beberapa orang sahabat, beliau bersabda,

“Teruskanlah menulis, demi Allah yang jiwaku ada di tanganNya, setiap perkataanku adalah kebenaran, walaupun aku dalam keadaan marah, ataupun senang.”

Abu Hurairah pernah berkomentar, atas kebiasaan Abdullah bin Amr ini,

“Di antara para sahabat, tidak ada yang menyamai saya dalam hal hafalan hadits-hadits Nabi SAW, kecuali Ibnu Amr bin Ash, karena dia selalu mencatat segala apa yang disabdakan Nabi SAW, sedangkan saya hanya mengandalkan ingatan saja.”

Ketika terjadi pertikaian antara Ali bin Abi Thalib & Muawiyah, sesungguhnya ia tidak ingin berpihak kepada kedua kelompok. Sebagaimana dianut beberapa sahabat: Muhammad bin Maslamah, Usamah bin Zaid, & beberapa sahabat lainnya.

Tetapi, menjelang terjadinya perang Shiffin, ayahnya, Amr bin Ash yang berpihak kepada Muawiyah mendatanginya & mengajaknya berperang di pihaknya. Abdullah bin Amr berkata,

“Bagaimana mungkin? Rasulullah SAW telah berwasiat kepadaku untuk tidak menaruh pedangku di leher seorang muslim untuk selama-lamanya…..!!”

Bukan Amr bin Ash namanya kalau tidak mampu bersiasat. Ia mengemukakan berbagai alasan, terutama “menuntut bela atas pembunuhan Utsman bin Affan”. Setelah beberapa argumen ayahnya mampu dipatahkannya, akhirnya Amr bin Ash berkata,

“Ingatkah engkau wahai Abdullah wasiat terakhir Nabi SAW, beliau mengambil tanganmu & meletakkan di atas tanganku, & memerintahkan engkau untuk taat kepada ayahmu ini? Dan sekarang saya menghendaki engkau turut bersama kami, berperang bersama kami….!”

Mendengar argumen ini, Abdullah bin Amr dilanda kebimbangan yang amat sangat. Jauh di dalam hatinya, kebenaran yang sangat diyakininya, ia tidak ingin terlibat dalam pertikaian itu.

Tetapi, ia seakan tidak punya kekuatan menolak ketika diingatkan akan pesan Nabi SAW & janjinya untuk melaksanakannya. Akhirnya, ia mengikuti pertempuran dengan setengah hati & berada di pihak Muawiyah.

Ia mengetahui, Ammar bin Yasir berperang di pihak Ali, & masih jelas terngiang nubuwat Nabi SAW tentang kematian Ammar bin Yasir di tangan para pendurhaka. Ia hadir juga dalam penggalian parit Khandaq ketika Nabi SAW menyabdakan hal itu.

Sebagian riwayat menyebutkan, ia tidak pernah mengangkat senjatanya walau berada di antara personal pasukan Muawiyah. Tetapi begitu ia mendengar kabar, Ammar bin Yasir terbunuh, ia langsung berteriak keras,

“Apa? Ammar telah terbunuh, & kalian pembunuhnya? Kalau demikian kalianlah kaum pendurhaka itu, kalian berperang di jalan yang salah…..!”

Abdullah bin Amr berjalan berkeliling, sambil meneriakkan kata-kata tersebut sehingga melemahkan semangat pasukan Muawiyah. Ketika hal itu dilaporkan kepada Muawiyah, ia memanggil Amr bin Ash & anaknya tersebut, & berkata kepada Amr bin Ash,

“Kenapa tidak engkau bungkam anakmu yang gila ini..!”

Baca kelanjutan kisahnya di:

  1. Abdullah bin Amr bin Ash ra. #1/3
  2. Abdullah bin Amr bin Ash ra. #3/3
Iklan

Tinggalkan Balasan, sopan, intelek, belajar lanjut

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s