Diajarkan Membenci Islam #3/3

00Menuju00009

Suamiku bersedia menjawab setiap pertanyaanku tentang agamanya. Tanpa menghina kepercayaanku (meskipun, ada yang dalam agamaku). Ia pun tak pernah memberikan tekanan, atau bahkan memintaku mengganti agamaku.

Setelah 3 tahun menikah, memiliki kesempatan mengetahui lebih jauh tentang Islam & membaca kitab suci Al Quran. Sebagaimana buku agama lainnya, aku yakin bahwa, tidak ada hal yang dinamakan trinitas. Begitupun dengan Yesus sebagai Tuhan.

Orang muslim percaya 1 Tuhan, yang tak ada bandingannya. Yang tidak memiliki anak, atau istri & tak ada yang layak disembah selain kepada-Nya! Tidak ada yang menandingi keilahian & keagungan-Nya.

Dalam Quran Allah mendeskripsikan tentang dirinya, Al-Ikhlas 1-4

“Katakanlah: (Muhammad) Dialah Allah Yang Maha Esa, Allah tempat meminta segala sesuatu, (Allah) tidak beranak & tidak pula diperanakkan, Dan tidak ada sesuatu yang setara dengan Dia.”

Tidak ada seorang pun yang berhak untuk dipanggil, dimintai permohonannya, & disembah selain Allah.

Islam adalah penerimaan & kepatuhan terhadap apa yang diajarkan Allah yang telah diturunkan kepada nabi terakhirnya, Muhammad.

Aku menjadi muslim, & menyimpan rahasia ini dari keluarga & teman-teman bertahun-tahun. Aku & suamiku tinggal di Yunani & mencoba menjalankan Islam. Tetapi, hal tersebut sangat susah. Bahkan, nyaris tidak memungkinkan.

Di negara asalku tidak ada masjid. Tidak ada akses mempelajari Islam, tidak ada yang shalat, puasa atau wanita yang berhijab.

Hanya ada beberapa imigran muslim yang datang ke Yunani, mencari kehidupan ekonomi yang lebih baik & membiarkan gaya hidup barat menyerang mereka & akhirnya mencemari mereka. Hasilnya, mereka tidak mengikuti agama mereka & mereka benar-benar tersesat.

Kala itu benar-benar sangat sulit untuk mengerjakan kewajiban-kewajiban agama Islam. Terutama bagiku, yang terlahir bukan sebagai muslim & tak memiliki pendidikan Islam.

Suami & aku harus shalat & puasa mengandalkan kalender. Tidak ada Adzan yang terdengar di telinga, tidak ada jamaah Islam yang mendukung. Kami merasa setiap hari berjalan mundur. Keyakinan kami menurun & ombak membawa kami.

Kemudian, ketika anak perempuan kami lahir, kami memutuskan pindah ke negara muslim, menyelamatkan jiwa kami & anak kami, jika Tuhan mengijinkan. Kami tak ingin membesarkan anak kami di budaya barat yang terbuka & harus berjuang mempertahankan identitasnya & mungkin akan berakhir dengan kesesatan.

Segala puji bagi Allah, Ia telah menunjukkan kami & memberi kami kesempatan pindah ke negara Islam. Kami bisa mendengar suara Adzhan yang merdu & bisa meningkatkan pengetahuan Islam kami. Serta lebih mencintai Allah & juga Nabi kita Muhammad. [Eramuslim]

Baca terusan ceritanya di:

  1. Diajarkan Membenci Islam #1/3
  2. Diajarkan Membenci Islam #2/3
Iklan

Tinggalkan Balasan, sopan, intelek, belajar lanjut

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s