Zubair bin Awwam #2/3

00Menuju00005

Begitulah, hampir semua pertempuran diterjuninya. Bahkan sebuah riwayat menyebutkan, Zubair bin Awwam adalah satu-satunya sahabat yang tidak pernah absen dari pertempuran yang dilakukan bersama Nabi SAW.

Mungkin itu sebagian dari penjabaran, Zubair memang hawari (pembela) Nabi SAW. Dan dalam setiap pertempuran, ia selalu menunjukkan jiwa & semangat jihadnya. Jiwa & semangat memperoleh syahid di jalan Allah. Begitu juga dengan berbagai pertempuran yang diterjuninya, sepeninggal Nabi SAW.

Nama Zubair, hampir tidak bisa dipisahkan dengan Thalhah. Kalau disebut nama Zubair, pastilah orang akan menyebut Thalhah, & kalau ada yang menyebut Thalhah, pastilah Zubair disebut juga. Mereka berdua memang memiliki banyak kesamaan, sejak kecil & remaja tumbuh bersama.

Ketika mereka berdua memeluk Islam, Nabi SAW-pun mempersaudarakan mereka, di samping mereka berdua memang masih kerabat dekat beliau. Bahkan kemudian Nabi SAW pernah berkata, “Thalhah & Zubair adalah tetanggaku di surga…..!”

Tidak ada bedanya jiwa perjuangan Thalhah & Zubair dalam membela Islam. Begitu juga jiwa pemurah & kedermawanannya. Seperti halnya Thalhah, ketika tidak sedang mengangkat pedangnya berjuang di jalan Allah, ia akan mengurus perniagaannya, & hasil perniagaannya lebih banyak dibelanjakan di jalan Allah daripada dinikmatinya sendiri.

Bahkan dalam soal shadaqah & membelanjakan harta di jalan Allah ini, bisa dikatakan “besar pasak daripada tiang.” Ia tidak segan berhutang demi “memuaskan” jiwa pemurah & dermawannya. Tetapi ia selalu mencatat dengan rapi hutang-hutangnya tersebut, & mewasiatkan kepada anaknya, Abdullah bin Zubair untuk membayar hutangnya jika sewaktu-waktu ia meninggal. Sambil berpesan, “Bila nanti engkau tidak mampu membayar hutang-hutang tersebut, minta tolonglah kepada Induk Semang (Maulana) kita!”

“Induk Semang yang mana yang bapak maksudkan?” tanya Abdullah bin Zubair. “Induk Semang & Penolong kita yang utama, yakni Allah SWT….”

Maka, setiap kali Ibnu Zubair mengalami kesulitan membayar hutang bapaknya, ia selalu berdoa, “Wahai Induk Semangnya Zubair, tolonglah aku melunasi hutangnya…!”
Tidak lama setelah itu, selalu ada jalan keluar bagi Ibnu Zubair melunasi hutang-hutang ayahnya.

Seperti telah ditakdirkan untuk bersama-sama, kedua orang bersahabat itu, Zubair & Thalhah inipun menjemput syahidnya bersama. Yakni, dalam perang Jamal. Di masa khalifah Ali bin Abi Thalib. Hanya saja, dalam perang saudara tersebut ia bersama Thalhah bin Ubaidillah & Ummil Mukminin Aisyah memimpin pasukan dari Bashrah, melakukan perlawanan kepada Ali bin Abi Thalib, dengan dalih menuntut balas kematian Utsman.

Padahal, beberapa waktu sebelumnya mereka ikut memba’iat Ali sebagai khalifah. Inilah memang dahsyatnya bahaya fitnah, sehingga orang-orang terpilih di masa Rasulullah SAW saling berperang satu sama lainnya.

Ada perbedaan pendapat tentang syahidnya Zubair. Satu riwayat menyebutkan, ketika pertempuran mulai berlangsung & dari kedua pihak berjatuhan korban tewas, Ali menangis & menghentikan pertempuran, padahal saat itu posisinya dalam keadaan menang.

Ali meminta kehadiran Thalhah & Zubair, untuk melakukan islah. Ali mengingatkan Thalhah & Zubair berbagai hal ketika bersama Rasulullah SAW, termasuk ramalan-ramalan beliau tentang mereka bertiga. Thalhah & Zubair menangis mendengar penjabaran Ali & seolah diingatkan akan masa-masa indah bersama Rasulullah SAW.

Apalagi, saat itu mereka melihat Ammar bin Yasir bergabung dalam pasukan Ali. Masih jelas terngiang sabda Nabi SAW ketika ‘kerja bakti’ membangun masjid Nabawi, “Aduhai Ibnu Sumayyah (yakni, Ammar bin Yasir), ia akan terbunuh oleh kaum pendurhaka…..!”

Baca terusan kisahnya:

  1. Zubair bin Awwam #1/3
  2. Zubair bin Awwam #2/3
  3. Zubair bin Awwam #3/3
Iklan

Tinggalkan Balasan, sopan, intelek, belajar lanjut

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s