Zubair bin Awwam #3/3

00Menuju00006

Zubair & Thalhah memutuskan menghentikan pertempuran & ia menyarungkan senjatanya, kemudian berbalik menemui pasukannya. Tetapi ada anggota pasukan yang tidak puas dengan keputusan ini & mereka memanah keduanya hingga tewas. Sebagian riwayat menyebukan pembunuhnya dari pasukan Ali, riwayat lain dari pasukan Bashrah sendiri.

Sedangkan riwayat lain menyebutkan, pertempuran berlangsung seru & pasukan Bashrah dikalahkan pasukan Ali, Thalhah & Zubair bin Awwam gugur menemui syahidnya. Sedangkan Ummul Mukminin Aisyah dikirimkan lagi ke Madinah dengan pengawalan saudaranya, Muhammad bin Abu Bakar yang ada di fihak Ali.

Zubair meninggal dalam usia 64 tahun, & jenazahnya di makamkan di suatu tempat yang disebut Waadis Sibba. Sekitar 7,5 km dari kota Bashrah, Irak sekarang ini.

Usai pertempuran, ketika Ali sedang beristirahat, datang salah seorang prajuritnya & berkata, “Amr bin Jurmuz at Tamimi, pembunuh Zubair bin Awwam menunggu di luar, minta ijin untuk menghadap!”

Ali mengijinkannya. Amr masuk dengan pongahnya, ia mengira akan memperoleh pujian & penghargaan karena telah membunuh seseorang yang memusuhi khalifah Ali. Tapi begitu bertatap muka, Ali membentaknya dengan keras, & berkata, “Apakah pedang yang kamu bawa itu pedang Zubair?”
Dengan gemetar ketakutan, ia berkata, “Benar, ini pedang Zubair, saya merampasnya setelah saya membunuhnya!”

Ali mengambil pedang dari tangannya & menggenggamnya, penuh perasaan & khusyu. Diciumnya pedang yang pernah didoakan Nabi SAW, penuh rindu & haru. Hingga, air mata membasahi pipinya. Kemudian Ali berkata, “Pedang ini, Demi Allah, adalah pedang yang selama ini digunakan pemiliknya membebaskan Nabi SAW dari berbagai marabahaya…..!”

Setelah itu Ali memandang Amr bin Jurmuz dengan mata menyala, “Mengenai dirimu, wahai pembunuh Zubair, bergembiralah dengan masuk neraka, atas apa yang kamu lakukan kepada putra Shafiyah ini….!”

Amr berlalu dengan dongkol, karena maksudnya tidak tercapai. Sambil ia bergumam, “Aneh sekali tuan-tuan ini, telah kami bunuh musuh tuan, tetapi tuan katakan saya akan masuk neraka….!”

Baca terusan kisahnya:

  1. Zubair bin Awwam #1/3
  2. Zubair bin Awwam #2/3
  3. Zubair bin Awwam #3/3
Iklan

Tinggalkan Balasan, sopan, intelek, belajar lanjut

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s