Melampaui Batas

Kampanye LGBTI (Lesbian-Gay-Biseksual-Transgender-Interseks) makin gencar di tanah air. Barangkali, ini adalah imbas dari disahkannya pernikahan sejenis di Amerika. Kita tahu, bahwa Amerika menguasai media dunia, baik konvensional maupun internet. Sehingga, pengaruhnya juga mendunia.

Negara mereka menganut sekularisme. Yaitu paham, yang memisahkan antara urusan negara dengan agama. Agama, adalah urusan pribadi, urusan ibadah. Tidak perlu mencampuri kebijakan negara.

Yang kedua adalah paham kebebasan & hak asasi manusia. Setiap manusia, memiliki ham & bebas menentukan pilihan hidupnya. Juga kebebasan pada tubuhnya. Termasuk urusan ketertarikan dengan sesama manusia (cinta) & kegiatan di dalamnya (seksual, tentunya).  Negara, tidak perlu mencampuri urusan privat ini.

Atas dasar itulah kemudian, hubungan seks pranikah, bukanlah suatu kejahatan. Juga pilihan hubungan itu, apakah sejenis atau berbeda jenis, tidak menjadi soal. Ketertarikan & hubungan seks sejenis, mereka menganalogikan, seperti halnya kidal. Memang, kebanyakan manusia, tangan kanannya lebih dominan. Akan tetapi, ada yang tidak. Tangan kirinya lebih berperan, kidal namanya. Dan itu, bukanlah hal yang perlu dipersoalkan, tidak penting. Yang penting prestasi, katanya.

Sesederhana itu, mengupamakan perilaku kaum Luth dengan kidal. Tidak ada masalah. Tubuhku, milikku. Yang penting, suka sama suka, tidak merugikan orang lain. Jalan!

Sementara, agama memberikan batasan yang jelas. Badan dan Rohnya, tidaklah sepenuhnya milik kita. Pemilik kita sebenarnya, adalah Sang Pencipta. Cara ‘memakai’ badan & roh ‘pinjaman’ ini, haruslah sejalan aturan Sang Pencipta. Membangkang dari aturan itu, ‘bisa saja’ dilakukan di dunia. Tetapi tidak, ketika hidupnya berakhir, mati.

Sang Pencipta mengajarkan melalui para utusanNya, ada kehidupan abadi setelah kehidupan dunia ini. Kehidupan dunia ini, bersifat sementara. Kehidupan abadi itu, diperoleh dengan ketaatan kepada pemiliknya, Tuhan Semesta Alam. Agama, adalah sekumpulan pedoman jalan hidup, yang disampaikan Tuhan, agar diikuti manusia. Tidak bisa ‘semau gue’. Agar, bahagia di kehidupan abadi.

Perilaku yang oleh agama disebut ‘melampaui batas’ seperti ini, diabadikan dalam Al-Kitab Kristiani & Al-Quran, dengan sebutan perbuatan kaum Luth atau Lot. Al-Quran menyebutnya: keji, belum pernah dilakukan umat sebelumnya, melampaui batas.

Berikut ini, kutipan ayat dalam Al-Quran & Al-Kitab. Silahkan dibaca sendiri narasinya, yang jelas. Agar, terhindar dari tuduhan ‘kesalahan masyarakat’ dari kaum, yang berorganisasi dalam aruspelangi.org ini.

”Kekeliruan umum dalam memahami homoseksualitas di Indonesia sangat kuat. Meskipun tuduhan bahwa homoseksualitas itu sama dengan “penyakit mental” “kelainan jiwa” & beberapa keliruan lainnya sebenarnya telah lama dianulir.”

Biasanya, mereka ‘menolak’ pemahaman ayat ‘kuno’ kitab suci. Meraka tidak setuju, pemahaman ayat harus sesuai perkembangan jaman, agar tidak usang. Karena, mereka telah mendapatkan ‘wahyu’ baru. Atau semacam pembenaran, atas tuduhan masyarakat, bahwa homoseksual sebagai ganguan jiwa & penyakit.

Sikap penolakan keras, tidak setuju perilaku kaum Luth, oleh masyarakat yang didasari ajaran mulia agama itu, mereka sebut sebagai Homophobia. Artinya, phobia atau ketakutan masyarakat yang tidak perlu, berlebihan, kepada kaumnya Luth ini. Masyarakat salah, harus dididik. Itu perjuangan mereka.

Menurut mereka, kaum Luth zaman sekarang, juga bisa hidup sangat ‘religius’, seperti manusia normal. Dengan prestasi, seperti saudaranya yang tidak ‘kidal’. Jelas sekali ini tidak bisa diterima. Agama, menyebutnya ‘Dan Kami turunkan kepada mereka hujan (batu); maka perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang berdosa itu‘.

Andaikan sekarang belum ‘hujan batu’, atas perilaku itu, itu karena kasih sayang Allah. Allah memberi tenggang waktu untuk bertobat & memperbaiki diri. Apakah mau memperbaiki diri, mengingat beratnya hukuman yang menanti, andaikan hingga mati, tidak keburu tobat. Sayang kan.

Penolakan kepada ajaran tuhan, mungkin setelah mereka menerima ‘wahyu baru’. Perhatikan ‘ayatnya’:

“Pada 1973 American Psychiatric Association (APA) menghapus homoseksual gangguan jiwa. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada 17 Mei 1990 mengeluarkan homoseksual sebagai penyakit. Sehingga 17 Mei dijadikan peringatan International Day Against Homophobia (IDAHO), hari melawan kebencian terhadap homoseksual.”

Sementara, ayat dari Pemilik Alam Semesta, begini bunyinya.

Belum Pernah Dikerjakan. Allah berfirman:

“Dan (Kami juga telah mengutus) Luth (kepada kaumnya). (Ingatlah) tatkala dia berkata kepada kaumnya:

“Mengapa kalian mengerjakan perbuatan keji, yang belum pernah dikerjakan oleh seorang pun sebelum kalian. Sesungguhnya kalian mendatangi laki-laki untuk melepaskan syahwat, bukan kepada wanita; malah kalian ini kaum yang melampaui batas.

Jawab kaumnya tidak lain hanya mengatakan:

“Usirlah mereka dari kotamu ini, sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang berpura-pura mensucikan diri. Kemudian Kami selamatkan dia & pengikut-pengikutnya kecuali istrinya; dia termasuk orang-orang yang tertinggal (dibinasakan).

Dan Kami turunkan kepada mereka hujan (batu); maka perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang berdosa itu.” (QS Al-A’raf [7] :80-84)

Begitu juga dalam surat Hud:

”Dan tatkala datang utusan-utusan Kami (para malaikat) itu kepada Lut, dia merasa susah dan merasa sempit dadanya karena kedatangan mereka, dan dia berkata: “Ini adalah hari yang amat sulit.

Dan datanglah kepadanya kaumnya dengan bergegas-gegas. Dan sejak dahulu mereka selalu melakukan perbuatan-perbuatan yang keji. Lut berkata:

“Hai kaumku, inilah putri-putri (negeri) ku mereka lebih suci bagimu, maka bertakwalah kepada Allah dan janganlah kamu mencemarkan (nama) ku terhadap tamuku ini. Tidak adakah di antaramu seorang yang berakal?” 

Mereka menjawab: “Sesungguhnya kamu telah tahu bahwa kami tidak mempunyai keinginan terhadap putri-putrimu, dan sesungguhnya kamu tentu mengetahui apa yang sebenarnya kami kehendaki.”

Lut berkata: “Seandainya aku ada mempunyai kekuatan (untuk menolakmu) atau kalau aku dapat berlindung kepada keluarga yang kuat (tentu aku lakukan).”

Para utusan (malaikat) berkata: “Hai Lut, sesungguhnya kami adalah utusan-utusan Tuhanmu, sekali-kali mereka tidak akan dapat mengganggu kamu, sebab itu pergilah dengan membawa keluarga dan pengikut-pengikut kamu di akhir malam dan janganlah ada seorang di antara kamu yang tertinggal, kecuali istrimu.

Sesungguhnya dia akan ditimpa adzab yang menimpa mereka karena sesungguhnya saat jatuhnya adzab kepada mereka ialah di waktu subuh; bukankah subuh itu sudah dekat?”.

Maka tatkala datang adzab Kami, Kami jadikan negeri kaum Lut itu yang di atas ke bawah (Kami balikkan), dan Kami hujani mereka dengan batu dari tanah yang terbakar dengan bertubi-tubi,

yang diberi tanda oleh Tuhanmu, dan siksaan itu tiadalah jauh dari orang-orang yang zalim. [11:77-83]

 

Berikutnya, kutipan dari Al-Kitab Kristiani [dikutip dari apasaja.wordpress.com]. Silahkan disimak, diperiksa sendiri:

 

Kejadian 18-19

alasan Sodom dan Gomora dihancurkan.

1 Korintus 6:9-10

“Atau tidak tahukah kamu, bahwa orang-orang yang tidak adil tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah? Janganlah sesat! Orang cabul, penyembah berhala, orang berzinah, banci (=man prostitutes/Greek=Malakoi), orang pemburit (=homosexual offenders/Greek=arsenokoitai=one who lies with a male as with a female, sodomite, homosexual), pencuri, orang kikir, pemabuk, pemfitnah dan penipu tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah.”

Roma 1: 27

“Demikian juga suami-suami meninggalkan persetubuhan yang wajar dengan isteri mereka dan menyala-nyala dalam berahi mereka seorang terhadap yang lain, sehingga mereka melakukan kemesuman, laki-laki dengan laki-laki, dan karena itu mereka menerima dalam diri mereka balasan yang setimpal untuk kesesatan mereka.”

Imamat 18:22

“Janganlah engkau tidur dengan laki-laki secara orang bersetubuh dengan perempuan, karena itu suatu kekejian.”

Imamat 20:13

“Bila seorang laki-laki tidur dengan laki-laki secara orang bersetubuh dengan perempuan, jadi keduanya melakukan suatu kekejian, pastilah mereka dihukum mati dan darah mereka tertimpa kepada mereka sendiri.”

Ulangan 23:17

“Di antara anak-anak perempuan Israel janganlah ada pelacur bakti, dan di antara anak-anak lelaki Israel janganlah ada semburit bakti.”

Alkitab memandang heterosexual dan homosexual sebagai sesuatu yang beda. Homosexual sebagai dosa yang ada hukumannya sama seperti dosa-dosa lain seperti: pencuri, orang kikir, pemabuk, pemfitnah dan penipu (1Korintus 6:9-10)

Tidak boleh melihat homosexual sebagai sesuatu yang wajar dan normal tetapi harus melihatnya sebagai salah satu dosa yang harus diselesaikan.

Karena jelas di 1Korintus 6:10 mengatakan

“orang-orang yang melakukan dosa-dosa tadi (termasuk homosexual) “tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah”.

Sudah dibaca?

Bagaimana menurut Anda, silahkan komen yang baik.

++++

Artikel yang berkaitan:

  1. 1 Selimut Saja Tidak Boleh
  2. Mantan Gay: Allah Pembimbingku
  3. Resolusi Soal LGBTI

 

Iklan

Satu pemikiran pada “Melampaui Batas

  1. Ping-balik: Resolusi Soal LGBTI – menujumu

Tinggalkan Balasan, sopan, intelek, belajar lanjut

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s