LGBT Dapat Diatasi

menkes_lgbt

Kutipan Berita:

Menteri Kesehatan RI, Nila Djuwita Farid Moeloek, menyatakan bahwa perilaku Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT) merupakan masalah kejiwaan. Menurut dia, sikap Lesbian, Gay dan Biseksual dari sisi kesehatan tidak dibenarkan, karena membikin angka penyakit di tengah masyarakat menjadi cukup tinggi.

“Dari sisi kesehatan, LGBT itu ialah masalah kejiwaan. Beda dengan gangguan, kalau gangguan mereka yang tergabung di dalamnya tidak bisa berinteraksi,” kata Nila saat berkunjung ke Kota Padang, Sumatera Barat, Senin (22/2).

Menurut Nila, Transgender adalah masalah kelainan bentuk organ reproduksi manusia, atau meragukan antara organ wanita atau pria.

“Namun hal tersebut tentunya seiring waktu dapat diketahui mana yang lebih dominan, dan seharusnya ada jalan keluar atau dapat teratasi,” ujar Nila.

===

Ajaran mulia agama, jelas. Dilarang!

Kampanye LGBT, menyebut ‘bukan penyakit’, justru masyarakat yang harus disadarkan dari anggapan yang keliru. Untuk itulah, kampanye mereka sangat masif. Baik melalui LSM, media sosial, atau ‘perlindungan pemerintah’.

Dengan dasar kebebasan & hak asasi manusia. Negara harus hadir, melindungi segenap rakyatnya, seperti tertulis di konstitusinya. LGBT harus dilindungi, & disyahkan hak-haknya sebagai warga negara.

Keberadaan mereka, memang ada. Mereka menuntut hak yang sama sebagai warganegara. Termasuk, diperbolehkan pernikahan sejenis.

Luar biasa!

Bagi yang meyakini, bahwa petunjuk Allah adalah petunjuk yang benar. Petunjuk yang akan mengantarkan kehidupan kini & nanti. Agar bahagia sejati, bukan semu, petunjuk Al-Quran itu benar adanya.

“Kitab (Al Qur’an) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa,” [2:2]

Telah jelas bahwa, perbuatan itu adalah perbuatan keji, dan melampaui batas. Tuhan dengan halus bertanya,

Mengapa kamu mendatangi jenis lelaki di antara manusia,

& kamu tinggalkan istri-istri yang dijadikan oleh Tuhanmu untukmu, bahkan kamu adalah orang-orang yang melampaui batas“.” [26:165-166]

Tidak ada kata lain, selain diobati. Agar sembuh, normal. Seperti fitrah manusia umumnya. Adam dengan Hawa, bukan Adam dengan Akbar. Karena, manusia, adalah ciptaan ‘bentuk yang sebaik-baiknya’.

“sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya.” [95:4]

Jangan sampai, ‘bentuk sebaik-baiknya’ akan kembali kepada Sang Pencipta di tempat serendah-rendahnya,

“Kemudian Kami kembalikan dia ke tempat yang serendah-rendahnya (neraka),

kecuali orang-orang yang beriman & mengerjakan amal shaleh;

maka bagi mereka pahala yang tiada putus-putusnya.” [95:5-6]

Rugi!

Menteri Kesehatan, sebagai seorang ahli di bidang kesehatan, sudah memberikan penjelasan. LGBT bisa diatasi, bisa disembuhkan.

Bagi yang meyakini, bahwa LGBT adalah ‘normal’, tidak perlu disembuhkan, tentu penjelasan ahli & ajaran agama, menjadi ‘tidak berarti’.

Padahal, baik penjelasan menteri atau ajaran mulia agama, hanyalah untuk kebaikan manusia sendiri. Bukan malah meneruskan kegiatan itu, dengan berkampanye. Sehingga makin banyak yang terjerumus dalam kelakuan ‘kaum Luth’ atau kaum Sodom-Gomoroh itu.

Rasul juga sudah menyampaikan, kekawatiran akan perilaku ini,

“[Jabir bin Abdullah], ia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

“Sesungguhnya yang paling aku khawatirkan terhadap umatku adalah perbuatan kaum Luth.”” [HR Imam Ibnumajah #2553-hadist.net]

Kebenaran, apakah LGBT ‘normal’ atau ‘penyakit’ tidak perlu ditunggu. Ilmu pengetahuan, menjelaskan saja detil teknis. Akan tetapi, mereka tidak bisa menjamin kehidupan nanti, setelah dunia ini selesai. Sebentar saja, dunia ini mah. Karena, kebenaran tidak sepenuhnya, diserahkan kepada manusia.

Kalau kebenaran menurut manusia, maka langit & bumi rusak.

“Andai kata kebenaran itu menuruti hawa nafsu mereka,

pasti binasalah langit dan bumi ini, dan semua yang ada di dalamnya.

Sebenarnya Kami telah mendatangkan kepada mereka kebanggaan mereka

tetapi mereka berpaling dari kebanggaan itu.” [23:71]

Jadi, kesimpulannya begini:

  1. LGBT itu penyakit, dan bisa disembuhkan. Asal bertemu ahlinya dengan niat.
  2. Agama jelas melarang, tidak bisa dikoreksi oleh ilmunya manusia.
  3. Keyakinan iman seseorang, akan mendapat ujian. LGBT itu ujian.
  4. Kebenaran mutlak itu milik Sang Pencipta
  5. Segera tobat, untuk kebaikan sendiri.

Andaikan ada kesalahan, itu adalah dari penulis. Kebenaran hanya milik Allah, Tuhan semesta alam. Pemilik kehidupan abadi.

 

Iklan

Tinggalkan Balasan, sopan, intelek, belajar lanjut

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s