Maha Perkasa, Maha Bijaksana

3_18MahaBijaksana

Pendukung LGBT, sering menyebut bahwa LGBT itu kodrat, takdir. Kalau dibaca ayat larangan perilaku ini, berat sekali sangsinya. Allah menyebut perbuatan kaum Nabi Luth a.s itu, sebagai keji, melampaui batas.

Kita baca ayat di bawah ini, Allah Maha Adil.

Allah Maha Adil. Allah Berfirman,

“Allah menyatakan bahwasanya tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, Yang menegakkan keadilan.

Para malaikat dan orang-orang yang berilmu (juga menyatakan yang demikian itu).

Tak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” [3:18]

Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang. Allah Berfirman,

Sesungguhnya orang-orang yang beriman, orang-orang yang berhijrah dan berjihad di jalan Allah, mereka itu mengharapkan rahmat Allah, & Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. [2:218]

 

Bagaimana mungkin, Allah yang Maha Adil akan menghukum kepada orang yang ditakdirkanNya? Tidak!

Takdir yang disebut oleh LGBT, seperti pembenaran. Atau mencari dalih untuk ‘nyaman’ melakukannya. Padahal, akhir hidup seseorang, semuanya akan berakhir. Mau kemana manusia kembali?

Takutlah kepada Allah, sudah jelas perkaranya. Lebih aman taat, kepada pemilik alam semesta, tempat kembali semua manusia. Allah juga Maha Pengampun, Allah Maha Penyayang. Andaikan tobat, memperbaiki diri, insya Allah diampuni.

Ini ada kutipan tulisan di media, bagus. Silahkan dibaca.

LBGT Sakit Jiwa atau Kodrat? Ini Jawabannya

LGBT (Lesbian Gay Bisexual Transgender) sudah hadir dalam kesejarahan umat manusia, ribuan tahun lalu. Perdebatan paling pokok adalah status LGBT merupakan penyakit jiwa atau kodrat yang diberikan Tuhan? Paling tidak ada dua jawaban terkait hal ini.

LGBT menurut referensi kesehatan sebagaimana disampaikan oleh dr. Teddy Hidayat muncul sebagai dua bentuk (dikutip dari bandungbisnis). Pertama LGBT sebagai identitas atau homosexual identity. Pengertian ini merujuk pada perubahan struktur mental pada fase usia tertentu yang diakibatkan oleh faktor-faktor seperti trauma pergaulan sampai pendidikan yang keras.

Sebagai identitas, LBGT sangat erat terkait dengan unsur mental yang tertanam secara kuat. Mental merupakan konsep cara melihat apapun di dunia ini termasuk seksualitas. Apakah bayi terlahir telah menjadi homoseksual?

Sampai detik ini tidak ada laporan medis yang bisa menjawab pertanyaan ini. Karena orientasi seksual muncul pada fase di mana individu mulai mengalami fase kematangan hormon seksualitas.

Kedua adalah homoseksualitas sebagai perilaku atau homosexuality behavior. Faktor sosial ekonomi bisa mendorong individu menjadi LGBT. Kebutuhan material yang tidak bisa dipenuhi akan menjadikan individu sebagai pengambil keputusan harus berbuat apa. Kebutuhan material dari tingkat bertahan hidup sampai kemewahan.

2. Jawaban Keagamaan (Islam)

Islam merupakan agama yang rasional & sainstifik atau berdasar pada logika keilmuan ilmiah. Sepanjang peradaban keilmuan manusia, tidak hanya dikembangkan dalam dunia Islam, Al Quran selalu terbukti secara ilmiah baik pada dimensi ilmu biologi, kesehatan, matematika sampai astronomi.
Terkait dengan LGBT Al Quran menuangkannya melalui pemaparan historis masa Nabi Luth. Penuangan ini tidak hanya dalam satu surat, namun paling tidak ada empat yaitu Al-Ankabut, Al’A’raf, Hud dan Al-Anbiya. 

Allah berfirman :

Dan Luth ketika berkata kepada kaumnya: mengapa kalian mengerjakan perbuatan faahisyah (keji) yang belum pernah dilakukan oleh seorangpun sebelum kalian.

Sesungguhnya kalian mendatangi laki-laki untuk melepaskan syahwat, bukan kepada wanita; malah kalian ini kaum yang melampaui batas.

Jawab kaumnya tidak lain hanya mengatakan:

“Usirlah mereka dari kotamu ini, sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang berpura-pura mensucikan diri.

Kemudian Kami selamatkan dia dan pengikut-pengikutnya kecuali istrinya; dia termasuk orang-orang yang tertinggal (dibinasakan).

Dan Kami turunkan kepada mereka hujan (batu); maka perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang berdosa itu.” [QS Al-A’raf:80-84].

Istilah perbuatan faahisyah (keji) dalam konteks ilmu psikologi dekat dengan masalah kejiwaan yang disebut psikopat. Pengidap masalah pskopat akan merasakan kenikmatan melalui cara-cara yang di luar kebiasaan manusia.

Ciri kuat psikopat adalah, dia melakukan perbuatan secara sadar. Artinya psikopat tidak sama dengan gila akibat kerusakan saraf. Ciri lain adalah melakukan kekejian demi kepuasaan batinnya.

Ketika Al Quran menggunakan istilah keji untuk homoseksualitas yang dilakukan secara sadar, hal ini menunjukkan bahwa homoseksualitas adalah kesadaran yang diciptakan. Ketika kesadaran telah terbentuk terkait kepuasan seksual, maka menjadi kebiasaan.

Sedangkan Allah telah menetapkan batas-batas hukum alam terkait seksualitas yaitu antara laki-laki dan perempuan. Untuk itu homoseksualitas disebut telah melampaui atau keluar dari batas-batas hukum alam.

Jika homoseksualitas bukan kesalahan genetik, ini menunjukkan bahwa homoseksualitas bisa disembuhkan. Apalagi fakta dunia medis menyebutkan bahwa tidak ada bukti ilmiah yang menjelaskan bahwa sejak lahir seorang individu bisa memiliki homoseksualitas.

Kedua jawaban di atas menjadi penjelasan bagaimana LGBT terbentuk. [koranopini]

Iklan

Tinggalkan Balasan, sopan, intelek, belajar lanjut

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s