Gerhana Matahari Total

GerhanaMT

Rasulullah SAW bersabda:

“Sesungguhnya matahari & bulan adalah dua tanda dari tanda-tanda kebesaran Allah, dan ia tidak akan mengalami gerhana disebabkan karena mati atau hidupnya seseorang.

Jika kalian melihat gerhana keduanya, maka berdo’alah kepada Allah & dirikan shalat hingga (matahari) kembali nampak.” [HR Imam Bukhari #1000]

Kutipan Berita Liputan 6

Mau Lihat Gerhana Matahari Total? Ini Jadwalnya

Apakah wilayah Anda kebagian peristiwa Gerhana Matahari Total

Gerhana matahari total akan jatuh pada 9 Maret 2016. Ini artinya, tak lama lagi sebagian wilayah Indonesia akan mengalami fenomena langka tersebut. Meski begitu, tidak semua masyarakat Indonesia bisa menyaksikan gerhana matahari total (GMT) secara penuh.

Peta Indonesia

Seperti dikutip dari situs Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) serta Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), peristiwa ini akan terjadi di pagi hari. Berikut jadwalnya.

  1. Khusus untuk wilayah Indonesia bagian barat, gerhana akan dimulai pukul 06.20 WIB di wilayah Palembang, termasuk Jakarta. 
  2. Sedangkan wilayah Bangka Belitung akan dimulai pukul 06.21 WIB, puncaknya sendiri akan mencapai pukul 07.30 WIB. Kalau untuk wilayah Bengkulu, gerhana akan mencapai puncak pada pukul 07.19 WIB.
  3. Untuk wilayah tengah & timur, akan dimulai pukul 07.27 WITA khusus untuk Palu dan sekitarnya. Sedangkan untuk Ternate, gerhana akan dimulai pukul 08.36 WIT. Puncaknya akan mencapai pada pukul 09.52 WIT. 

Sementara, untuk durasinya, Gerhana Matahari Total (GMT) akan berlangsung beberapa menit. Berikut daftar durasinya:

  • Palembang (1 menit 52 detik)
  • Bangka Belitung (2 menit 10 detik)
  • Balikpapan (1 menit 9 detik)
  • Luwuk (2 menit 50 detik)
  • Sampit (2 menit 8 detik)
  • Palu (2 menit 4 detik)
  • Ternate (2 menit 29 detik)
  • Palangkaraya (2 menit 29 detik)
  • Poso (2 menit 40 detik)
  • Halmahera (1 menit 36 detik)

(Jek/Isk)

***

“Telah menceritakan kepada kami [Abu Bakr bin Abu Syaibah] telah menceritakan kepada kami [Isma’il bin Ulayyah] dari [Sufyan] dari [Habib] dari [Thawus] dari [Ibnu Abbas] ia berkata;

Ketika terjadi gerhana matahari, Rasulullah SAW shalat (gerhana) dengan delapan kali ruku’ dan empat kali sujud (dalam dua raka’at).

Dan dari [Ali bin Abu Thalib] juga diriwayatkan seperti itu.” [HR Imam Muslim #1513]

***

“Telah menceritakan kepada kami [Musaddad] telah menceritakan kepada kami [Bisr bin Al Mufadlal] telah menceritakan kepada kami [Al Jurairi] dari [Hayyan bin ‘Umair] dari [Abdurrahman bin Samurah] dia berkata; “Ketika kami melepaskan anak panah di masa hidupnya Rasulullah SAW, tiba-tiba terjadi gerhana Matahari, lalu aku segera meletakkan anak panah tersebut dan berkata;

“Sungguh aku akan melihat kejadian apa yang akan menimpa Rasulullah SAW pada hari terjadinya gerhana Matahari ini.”

Lalu aku menemui beliau, ternyata beliau sedang mengangkat kedua tangannya sambil bertasbih, tahmid & bertahlil serta berdo’a hingga gerhana hilang dari matahari. Beliau membaca dua surat & shalat dua raka’at.”” [HR Imam Abudaud #1010]

 

 

Iklan

Tinggalkan Balasan, sopan, intelek, belajar lanjut

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s