Ummu Athiyyah, Memandikan Jenazah Putri Rasulullah

UmmuAthiyyah (1)Ummu Athiyyah Al-Anshariyah, adalah wanita yang memandikan jenazah putri Rasulullah SAW. Barangkali, ketika membuka lembaran-lembaran kitab-kitab hadist Rasulullah SAW kita akan menemukan nama wanita mulia ini. Karena Ummu ‘Athiyyah Al-Anshariyyah riwayat-riwayat hadist menghiasi kehidupannya.

Dia salah seorang wanita Anshar yang masuk Islam & berbai’at kepada Rasulullah SAW. Memiliki nama asli Nusaibah bintu Al-Harits. Namun lebih dikenal dengan nama kunyahnya, Ummu ‘Athiyyah.

Ummu ‘Athiyyah radhiyallahu ‘anha turut pula terjun dalam medan pertempuran, ketika Rasulullah SAW bersama kaum muslimin berperang menghadapi kaum musyrikin. Dalam hidupnya Ummu ‘Athiyyah r.a, ada 7  peperangan yang diikutinya bersama Rasulullah SAW.

Salah satunya adalah, perang Khaibar. Dialah yang bertugas membuat makanan untuk pasukan, merawat & mengobati pasukan yang sakit.

Peta Madinah, Arab Saudi Saat Ini

Selain itu, Ummu ‘Athiyyah juga ikut memandikan jenazah Zainab, putri Rasulullah SAW. Ummu ‘Athiyyah menceritakan kejadian waktu itu,

“Salah seorang putri Rasulullah SAW meninggal. Beliau pun menyuruh kami untuk memandikannya.

“Mandikanlah dia dengan basuhan ganjil, tiga, lima, atau lebih dari itu kalau kalian pandang perlu. Mandikan jenazahnya dengan air dicampur daun bidara, & basuhan yang terakhir dicampur dengan sedikit kapur barus.

Kalau sudah selesai, beritahu aku,” kata Rasulullah SAW.

Ketika kami selesai memandikan, kami memberitahu Rasulullah SAW. Lalu beliau memberikan sarungnya pada kami.

“Pakaikanlah sarung ini padanya,” kata beliau.

Setelah itu, kami menjalin rambut Zainab menjadi tiga jalinan, di sisi kanan & kiri serta di ubun-ubunnya. Lalu kami letakkan jalinan rambut itu di belakang punggungnya.”

Kisah ini memberikan pelajaran besar bagi kaum muslimin, tentang tata cara memandikan jenazah. Banyak sahabat & ulama tabi’in yang mengambil faedah dari kisah ini.

Ummu ‘Athiyyah pula yang meriwayatkan dari Rasulullah SAW, ketika beliau memerintahkan agar para wanita yang sedang haid turut keluar pada hari raya menuju lapangan tempat Shalat ‘Id bersama seluruh kaum muslimin. Juga ketika Rasulullah SAW melarang para wanita sering mengikuti jenazah. Nama Ummu ‘Athiyyah pun tercantum dalam kitab-kitab hadits.

Tak hanya ini ilmu yang diambil oleh Ummu ‘Athiyyah r.a. Selain mengambil ilmu langsung dari Rasulullah SAW, Ummu ‘Athiyyah meriwayatkan pula dari ‘Umar ibnul Khaththab. Ilmunya pun diwarisi oleh orang-orang setelahnya. Di antaranya Anas bin Malik r.a, Muhammad bin Sirin, Hafshah bintu Sirin, & masih banyak lagi.

Kehidupan Ummu ‘Athiyyah bertabur ilmu dari cahaya nubuwwah. Ummu ‘Athiyyah Al-Anshariyyah, semoga Allah SWTmeridhainya.

Wallahu ta’ala a’lamu bish-shawab. [Akhwatmuslimahindonesia.net]

***

Baca Hadis Online disini

Iklan

Tinggalkan Balasan, sopan, intelek, belajar lanjut

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s