‘MAKANAN’ yang baik


BERITA: 40% Perokok di Dunia Ada di Indonesia

rokok8Berlawanan dengan tren global yang menurun, prevalensi merokok di Indonesia menunjukkan peningkatan antara 1980 – 2012.

Penelitian terbaru Institute for Health Metrics & Evaluation (IHME) di University of Washington mencatat saat ini di Indonesia terdapat 52 juta perokok. Indonesia salah 12 negara yang menyumbangkan 40 % total jumlah perokok dunia.

Penelitian bertajuk “Smoking Prevalence & Cigarette Consumption in 187 Countries, 1980-2012” diterbitkan 8 Januari di Journal of the American Medical Association edisi khusus. Didedikasikan membahas masalah tembakau. Lanjutkan membaca “‘MAKANAN’ yang baik”

Alkohol Dalam Obat Batuk


Minggu, Juni 19, 2011 | Diposkan oleh Mantan kiyai NU ; http://www.halalguide.info

by admin – 01 Aug 07 17:38:13

Batuk merupakan salah satu penyakit yang cukup sering dialami banyak kalangan. Sehingga batuk diidentikan sebagai reaksi fisiologik yang normal. Batuk terjadi jika saluran pernafasan kemasukan benda-benda asing atau juga karena produksi lendir yang berlebih. Benda asing yang biasanya sering masuk ke dalam saluran pernafasan adalah debu. Gejala sakit tertentu seperti asma & alergi merupakan salah satu sebab kenapa batuk terjadi. Jika penyakit ini kambuh maka anda akan mengalami batuk.

 

Obat batuk yang beredar di pasaran saat ini cukup beraneka ragam. Baik obat batuk berbahan kimia hingga obat batuk berbahan alami atau herbal. Jenisnya pun bermacam-macam mulai dari sirup, tablet, kapsul hingga serbuk (jamu). Terdapat persamaan pada semua jenis obat batuk tersebut, yaitu sama-sama mengandung bahan aktif yang berfungsi sebagai pereda batuk. Akan tetapi terdapat pula perbedaan, yaitu pada penggunaan bahan campuran/penolong. Salah satu zat yang sering terdapat dalam obat batuk jenis sirup adalah alkohol.

 

Temuan di lapangan diketahui bahwa sebagian besar obat batuk sirup mengandung kadar alkohol. Sebagian besar produsen obat batuk baik dari dalam negeri maupun luar negeri menggunakan bahan ini dalam produknya. Beberapa produk memiliki kandungan alkohol lebih dari 1 persen dalam setiap volume kemasannya, seperti Woods’, Vicks Formula 44, OBH Combi, Benadryl, Alphadryl Expectorant, Alerin, Caladryl, Eksedryl, Inadryl hingga Bisolvon.

 

Penggunaan alkohol dalam obat batuk merupakan polemik tersendiri, terutama di kalangan umat Islam. Bolehkah alkohol digunakan dalam obat batuk? Apakah sama statusnya dengan alkohol pada minuman keras? Sebenarnya apa sih fungsi alkohol ini? Menurut pendapat salah seorang pakar farmasi Drs. Chilwan Pandji, Apt., Msc., fungsi alkohol itu sendiri adalah untuk melarutkan atau mencampur zat-zat aktif, selain sebagai pengawet agar obat lebih tahan lama.

 

Dosen Teknologi Industri Pertanian IPB itu menambahkan, “Berdasarkan penelitian di laboratorium diketahui bahwa alkohol dalam obat batuk tidak memiliki efektivitas terhadap proses penyembuhan batuk, sehingga dapat dikatakan bahwa alkohol tidak berpengaruh secara signifikan terhadap penurunan frekuensi batuk yang kita alami.”

 

Sedangkan salah seorang praktisi kedokteran Dr. Dewi mengatakan, “Efek ketenangan akan dirasakan dari alkohol yang terdapat dalam obat batuk, yang secara tidak langsung mungkin akan menurunkan tingkat frekuensi batuknya, akan tetapi bila dikonsumsi secara terus menerus akan menimbulkan ketergantungan pada obat tersebut.”

 

Berdasarkan informasi tersebut sebenarnya alkohol bukan satu-satunya bahan yang harus ada dalam obat batuk. Ia hanya sebagai penolong untuk ekstraksi atau pelengkap saja. Namun sepanjang belum ada alternatif, suatu bahan masih boleh dipergunakan dalam pembuatan obat. Komisi fatwa MUI pernah menyatakan bahwa obat-obatan yang belum jelas segi kehalalannya “diperbolehkan” untuk dikonsumsi selama belum ada alternatif lain & dengan alasan bahwa apabila tidak mengkonsumsi obat tersebut akan mengakibatkan kematian.

 

Ini diperkuat oleh pendapat Prof. Dr. Hj. Aisjah Girindra yang mengatakan bahwa “pemakaian obat batuk yang mengandung alkohol dibolehkan jika tidak ada obat lainnya.” Ini sama hukumnya dengan kaidah memakan barang haram yang dibolehkan dalam kondisi darurat. Namun bukan berarti kita bebas mengkonsumsinya setiap saat.

 

Pandangan darurat terhadap penggunaan alkohol dalam bahan obat-obatan saat ini merupakan hal yang cukup penting. Terutama dikaitkan dengan status halal & haramnya. Berdasarkan hasil rapat komisi fatwa pada bulan Agustus 2000 disebutkan bahwa semua jenis minuman keras haram hukumnya, segala sesuatu yang mengandung alkohol itu dilarang karena haram & minuman keras adalah minuman yang mengandung alkohol minimal 1 persen, termasuk dalam obat-obatan, tak terkecuali obat batuk.

 

ALTERNATIF

Penggunaan alkohol berlebih akan menimbulkan efek samping. Drs. Chilwan Pandji, Apt., Msc.,mengatakan bahwa apabila mengkonsumsi alkohol yang cukup banyak termasuk yang terdapat dalam obat batuk akan menimbulkan berbagai efek, seperti efek fisiologis bagi kesehatan tubuh, yaitu mematikan sel-sel baru yang terbentuk dalam tubuh serta efek sirosis dalam hati, jika dalam tubuh manusia terdapat virus maka virus tersebut akan bereaksi & menimbulkan penyakit hati (kuning).

 

Sehingga menurutnya ”Selain haram, penggunaan alkohol dalam obat akan lebih banyak menimbulkan mudharat daripada manfaatnya.” Dr. Dewi mengatakan pula bahwa ”apabila telah ada obat batuk alternatif yang bebas dari alkohol maka sebaiknya obat batuk itulah yang kita konsumsi.”

 

Drs. Chilwan Pandji, Apt., Msc., menambahkan bahwa pada saat ini telah ditemukan berbagai macam obat alternatif yang memiliki fungsi sama dengan obat batuk yang mengandung alkohol tersebut. Bahan obat batuk ini biasanya berasal dari tumbuhan atau sering disebut obat herbal, dimana diketahui tidak membutuhkan alkohol dalam pelarutan zat-zat aktif, tetapi dapat menggunakan air sebagai bahan pelarut.

 

Obat batuk herbal yang berasal dari bahan alami ini pada dasarnya tidak berbahaya, & dari segi kehalalannya sudah lebih dapat dibuktikan. Dengan banyaknya alternatif obat batuk non alkohol itu maka aspek darurat sudah tidak bisa digunakan lagi. Oleh karena itu sebaiknya kita cari obat batuk non alkohol & mulai meninggalkan yang beralkohol. Dengan demikian obat yang kita konsumsi terbebas dari bahan haram & najis.

 

Komentarku (Mahrus Ali): Untuk menyatakan darurat lalu diperkenankan menggunakan obat batuk yang ber alkohol sangat tidak cocok & tidak relevan. Sebab alternatif lainnya masih banyak seperti pijak refleksi, obat dari dedaunan, akar, biji, bekam kering & saya sering sembuh dengan bekam kering untuk mengobati penyakit batuk saya dengan izin Allah. Paling tidak mengurangi lalu bisa sembuh total.

 

Kita menggunakan barang haram lalu dimasukkan ke dalam tubuh harus punya dalil yang jelas atas kehalalannya. Dan saat ini saya belum mendapatkan hadis yang memperkenankan berobat dengan barang haram. Rasulullah SAW bersabda:

إِنَّ اللهَ خَلَقَ الدَّاءَ وَالدَّوَاءَ فَتَدَاوَوْا وَلاَ تَتَدَاوَوْا بِحَرَامٍ . ( حسن )

Sesungguhnya Allah telah menciptakan penyakit & obatnya > maka berobatlah & janganlah berobat dengan barang haram. Al Bani menyatakan hadis tsb Hasan. [1]

Gambar sirup obat batuk yang mengandung al kohol sbb: 

  OBH Combi Eksedryl

Inadryl

Bisolvon


[1] Assilsilatus sahihah 174/4

Read more: http://mantankyainu.blogspot.com/2011/06/alkohol-dalam-obat-batuk.html#ixzz1nK0UkCQs

 

Tips Mengurangi Jerawat


burung32.pngMemiliki wajah awet muda & selalu berseri adalah dambaan bagi setiap manusia baik pria atau wanita. Tapi karena suatu hal baik cara makan atau karena hal lain kadang timbul sesuatu yang mengganggu yaitu jerawat. Memiliki jerawat selalu melemahkan.

Tidak hanya secara psikologis membuat Anda tertekan, tetapi juga dapat menyebabkan timbulnya depresi, kecemasan, & ketidakbahagiaan. Ada banyak obat sebagai solusi untuk mengatasi jerawat yang dijual. Ada banyak obat homeopati untuk mengurangi munculnya bekas jerawat. Lanjutkan membaca “Tips Mengurangi Jerawat”

ALFALFA: TANAMAN KAYA GIZI. OBAT MULTIPENYAKIT


[Seluruh bagian tanaman mengandung komponen yang fungsional bagi tubuh. Seperti: saponin, sterol, flavonoid, kumarin, alkaloid, vitamin, asam amino, gula, protein, mineral, & komponen gizi lainnya. Juga mengandung serat (dietary fiber) dalam jumlah cukup banyak & berfungsi sebagai antikolesterol.]

♣♣♣

alvalvaTanaman Alfalfa, kaya gizi. Klorofilnya sangat tinggi, sehingga tumbuhan yang dimanfaatkan daunnya ini, menyembuhkan penyakit. Mulai kembung hingga kanker. Kata alfalfa, masih asing. Tanaman ini, belum banyak dibudidayakan di sini, produknya banyak di pasaran. Salah satunya bentuk suplemen.

Sejak abad ke-6, Medicago sativa ini, telah digunakan bangsa Cina mengobati batu ginjal & kembung. Menyembuhkan kanker & kencing manis. Di Eropa, dikenal sebagai “obat rakyat” yang baik memperlancar kencing. Tanaman mirip kacang-kacangan ini, tumbuh di berbagai iklim.

Adaptasinya baik, tersebar di berbagai belahan dunia. Amerika Serikat, adalah produsen terbesar. Juga di Eropa, Australia, Amerika Selatan, Afrika Selatan, Cina, & Timur Tengah. Indonesia mulai, di Jawa Tengah. Lanjutkan membaca “ALFALFA: TANAMAN KAYA GIZI. OBAT MULTIPENYAKIT”