Imam Muslim: Perawi Hadis Yang Mashur


[Beruntung, beliau dianugerahi kelebihan berupa ketajaman berfikir & ingatan hafalan. Ketika berusia 10 tahun, Imam Muslim sering datang & berguru pada seorang ahli hadits. Yaitu Imam Ad Dakhili. Setahun kemudian, beliau mulai menghafal hadits Nabi SAW, & mulai berani mengoreksi kesalahan gurunya, yang salah menyebutkan periwayatan hadits.]

ψψψψψψψψ

bukhara2Imam Muslim, dilahirkan di Naisabur pada 202 H atau 817 M. Imam Muslim bernama lengkap Imam Abul Husain Muslim bin al-Hajjaj bin Muslim bin Kausyaz al Qusyairi an Naisaburi.

Naisabur, yang sekarang ini termasuk wilayah Rusia, dalam sejarah Islam kala itu termasuk dalam sebutan Maa Wara’a an Nahr. Artinya, daerah-daerah yang terletak di sekitar Sungai Jihun di Uzbekistan, Asia Tengah.

Pada masa Dinasti Samanid, Naisabur menjadi pusat pemerintahan & perdagangan selama lebih kurang 150 tahun. Seperti halnya Baghdad di abad pertengahan, Naisabur, juga Bukhara (kota kelahiran Imam Bukhari), sebagai salah 1 kota ilmu & pusat peradaban di kawasan Asia Tengah. Di sini pula bermukim banyak ulama besar. Lanjutkan membaca “Imam Muslim: Perawi Hadis Yang Mashur”

IMAM BUKHARI: PERAWI HADIS YANG MASHUR #2/2


[“Saya tidak memuat sebuah hadits pun dalam kitab ini kecuali hadits-hadits shahih”]

♦♦♦♦♦♦♦

Bolo Haus, BukharaBahkan, banyak meninggalkan perawi yang diragukan kejujurannya. Beliau berkata “Saya meninggalkan 10.000 hadits yang diriwayatkan oleh perawi yang perlu dipertimbangkan & meninggalkan hadits-hadits dengan jumlah yang sama atau lebih, yang diriwayatan oleh perawi yang dalam pandanganku perlu dipertimbangkan”.

Banyak para ulama atau perawi yang ditemui, sehingga Bukhari banyak mencatat jati diri & sikap mereka secara teliti & akurat. Untuk mendapatkan keterangan yang lengkap mengenai sebuah hadits, mencek keakuratan sebuah hadits, ia berkali-kali mendatangi ulama atau perawi. Meskipun berada di kota-kota, atau negeri yang jauh seperti Baghdad, Kufah, Mesir, Syam, Hijaz. Seperti yang dikatakan beliau,

“Saya telah mengunjungi Syam, Mesir & Jazirah masing-masing 2 kali, ke Basrah 4 kali menetap di Hijaz selama 6 tahun & tidak dapat dihitung berapa kali saya mengunjungi Kufah & Baghdad, untuk menemui ulama-ulama ahli hadits.” Lanjutkan membaca “IMAM BUKHARI: PERAWI HADIS YANG MASHUR #2/2”

Imam Bukhari: Perawi Hadis Yang Mashur #1/2


[“Aku bermimpi melihat Rasulullah saw., seolah-olah aku berdiri di hadapannya, sambil memegang kipas yang kupergunakan untuk menjaganya. Kemudian aku tanyakan mimpi itu kepada sebagian ahli ta’bir, ia menjelaskan bahwa aku akan menghancurkan & mengikis habis kebohongan dari hadits-hadits Rasulullah saw. Mimpi inilah, antara lain, yang mendorongku melahirkan kitab Al-Jami’ As-Sahih.”]

♦♦♦♦♦♦♦

Kelahiran & Masa Kecil Imam Bukhari

bukhara011Imam Bukhari (semoga Allah merahmatinya) lahir di Bukhara, Uzbekistan, Asia Tengah. Nama lengkapnya adalah Abu Abdullah Muhammad bin Ismail bin Ibrahim bin Al-Mughirah bin Badrdizbah Al-Ju’fiy Al Bukhari. Namun, beliau lebih dikenal dengan nama Bukhari.

Beliau lahir pada Jumat, 13 Syawal 194 H (21 Juli 810 M). Kakeknya bernama Bardizbeh, turunan Persi. Masih beragama Zoroaster. Tapi orangtuanya, Mughoerah, telah memeluk Islam, di bawah asuhan Al-Yaman el-Ja’fiy.

Sebenarnya, masa kecil Imam Bukhari penuh keprihatinan. Di samping yatim, juga tidak dapat melihat, buta. (Tidak lama setelah lahir, beliau kehilangan penglihatannya). Ibunya senantiasa berusaha & berdo’a untuk kesembuhan beliau. Alhamdulillah, dengan izin & karunia Allah, menjelang usia 10 tahun, matanya sembuh total. Lanjutkan membaca “Imam Bukhari: Perawi Hadis Yang Mashur #1/2”