Fitnah


fitnah-50

1. Umatku ini dirahmati Allah & tidak akan disiksa di akhirat, tetapi siksaan terhadap mereka di dunia berupa fitnah-fitnah, gempa bumi, peperangan & musibah-musibah. (HR. Abu Dawud) Lanjutkan membaca “Fitnah”

Iklan

Kitab Permulaan Turunnya Wahyu


Bab Bagaimana Permulaan Turunnya Wahyu kepada Rasulullah saw. & Firman Allah Ta’ala, “Sesungguhnya Kami telah memberikan wahyu kepada Nuh & nabi-nabi yang kemudiannya.”

1. Dari Alqamah bin Waqash al-Laitsi, ia berkata, “Saya mendengar Umar ibnul Khaththab r.a. (berpidato 8/59) di atas mimbar, ‘Saya mendengar Rasulullah saw. bersabda, ‘(Wahai manusia), sesungguhnya amal-amal itu hanyalah dengan niatnya (dalam satu riwayat: amal itu dengan niat 6/118) & bagi setiap orang hanyalah sesuatu yang diniatkannya. Barangsiapa yang hijrahnya (kepada Allah & Rasul Nya, maka hijrahnya kepada Allah & Rasul Nya. Lanjutkan membaca “Kitab Permulaan Turunnya Wahyu”

Hadits Masalah Pergaulan


1. Apabila seorang datang langsung berbicara sebelum memberi salam maka janganlah dijawab. (HR. Ad-Dainuri & Tirmidzi)
2. Lakukanlah ziarah dengan jarang-jarang agar lebih menambah kemesraan. (HR. Ibnu Hibban)
3. Laki-laki memberi salam kepada wantia & wanita jangan memberi salam kepada laki-laki. (HR. Ad-Dainuri)
4. Apabila kamu saling berjumpa maka saling mengucap salam & bersalam-salaman, & bila berpisah maka berpisahlah dengan ucapan istighfar. (HR. Ath-Thahawi) Lanjutkan membaca “Hadits Masalah Pergaulan”

Hadits Tentang Kemiskinan


1. Aku menjenguk ke surga & aku melihat kebanyakan penghuninya orang-orang fakir (miskin). Lalu aku menjenguk ke neraka & aku melihat kebanyakan penghuninya adalah kaum wanita. (HR. Bukhari & Muslim)

2. Orang-orang fakir-miskin akan memasuki surga lima ratus tahun[1] sebelum orang-orang kaya memasukinya. (HR. Tirmidzi & Ahmad)
3. Kesengsaraan yang paling sengsara ialah miskin di dunia & disiksa di akhirat. (HR. Ath-Thabrani & Asysyihaab) Lanjutkan membaca “Hadits Tentang Kemiskinan”

Pelajaran Hadits: Keutamaan Ikhlas


1. Barangsiapa memberi karena Allah, menolak karena Allah, mencintai karena Allah, membenci karena Allah, & menikah karena Allah, maka sempurnalah imannya. (HR. Abu Dawud)

2. Sesungguhnya Allah Ta’ala tidak memandang postur tubuhmu & tidak pula pada kedudukan maupun harta kekayaanmu, tetapi Allah memandang pada hatimu. Barangsiapa memiliki hati yang shaleh maka Allah menyukainya. Bani Adam yang paling dicintai Allah ialah yang paling bertakwa. (HR. Ath-Thabrani & Muslim) Lanjutkan membaca “Pelajaran Hadits: Keutamaan Ikhlas”

Imam Malik


Dalam sebuah kunjungan ke Madinah, Khalifah Bani Abbasiyyah, Harun Al Rasyid (penguasa saat itu), tertarik mengikuti ceramah al muwatta’ (himpunan hadits) yang diadakan Imam Malik. Untuk ini, khalifah mengutus orang memanggil Imam. Namun Imam Malik memberikan nasihat kepada Khalifah Harun,

”Rasyid, leluhur Anda selalu melindungi pelajaran hadits. Mereka amat menghormatinya. Bila sebagai khalifah Anda tidak menghormatinya, tak seorang pun akan menaruh hormat lagi. Manusia yang mencari ilmu, sementara ilmu tidak akan mencari manusia.” Lanjutkan membaca “Imam Malik”