Diskusi Mualaf & Pendeta @1/3

Debat, adalah adu argumen.

Antara yang berbeda pendapat atau berlawanan pengertian, tentang suatu topik atau masalah yang sama. Siapa yang lebih memahami terhadap suatu perbedaan.

Dalam ilmu pengetahuan, sering digunakan, untuk menguji suatu teori. Apakah pendapat A lebih ‘benar’ atau ‘kurang benar’, atau hanya pemaparan, memakai data-data yang valid, dibanding B. Kemudian, biarkan penonton atau membaca yang akan menilai.

Selain manfaat, debat juga ada bahayanya. Situasi bisa menjadi ‘panas’. Apalagi untuk topik yang sensitif, dengan peserta yang emosional, tidak sabar, & ingin menang sendiri. Sehingga, debat menjadi tidak menarik, tidak intelek & bahkan bisa lebih buruk.

Sehingga, untuk melakukan debat, perlu etika yang harus diikuti. Agar debat menjadi intelek, menarik, & mencerahkan. Seperti saling menghargai, memberi kesempatan ‘lawan’ bicara, menghormati perspektif pandangan, subyektivitas pendapat, dan lain-lain.

Allah berfirman, agar berdebat dengan cara yang paling baik.

“Dan janganlah kamu berdebat dengan Ahli Kitab, melainkan dengan cara yang paling baik, kecuali dengan orang-orang dzalim di antara mereka, & katakanlah:

“Kami telah beriman kepada (kitab-kitab) yang diturunkan kepada kami & yang diturunkan kepadamu; Tuhan kami & Tuhanmu adalah satu; & kami hanya kepada-Nya berserah diri”.” [29:46]

Manfaat perdebatan antara lain, kita bisa mendengarkan para ahli memaparkan argumennya. Dan lawannya, menyanggah dengan mengajukan data & juga argumen sanggahannya. Pendenga bias menyimak, sudut pandang masing-masing dalam suatu perkara atau topik, yang menjadi bahan perdebatan.

Kerugian perdebatan juga ada. Antara lain:

  1. Sombong. Ketika peserta ‘merasa’ benar, kalau tidak hati-hati menjadi sombong. Bahwa dirinyalah yang benar, atau lebih pandai ‘bersilat lidah saja’ padahal tidak masuk akal. Padahal kebenaran hanya milik Allah.
  2. Bohong. Karena semangat ‘memenangkan’ perdebatan, sering menyampaikan kebohongan, agar menang.
  3. Merendahkan. Peserta juga bisa jatuh karena ‘menang’, kemudian merendahkan dengan halus atau verbal ‘merendahkan’ lawanya.
  4. Emosi. Peserta harus dingin, agar tidak terpancing emosi. Terutama untuk topic sensitif.
  5. Permusuhan. Ucapan yang disampaikan dalam debat sering ditanggapi bukan pada substansi masalah. Tapi cara, atau teknik berkomunikasi. Ini bisa disengaja atau untuk menjatuhkan lawan karena emosi. Jadi lupa berpikir ‘jernih’.

Itulah kenapa, Rasulullah bersabda, akan menyediakan rumah di surga bagi yang meninggalkan perdebatan meskipun benar. Misalkan pada kasus mengarah pada debat kusir atau keburukan lain.

Rasulullah bersabda,

“Saya menjamin sebuah rumah di surga bagi orang yang meninggalkan perdebatan kendati dia benar, rumah di tengah surga bagi orang yang meninggalkan kebohongan kendati hanya bercanda, & rumah di lantai atas surga bagi orang yang memperbaiki akhlaknya (sampai menjadi akhlak hasanah).” (HR. Abu Daud dishahihkan al-Albani dalam shahih sunan Abi Dawud no. 4015)

Berikut panduan etika debat, agar terhindar dari debat kusir, emosi.

  1. Rendah hati, karena kebenaran hanya milik Allah
  2. Paham materi & tenang
  3. Jujur & saling menghormati perbedaan sudut pandang
  4. Debat adalah belajar. Bukan pertandingan ‘menang-kalah’
  5. Bicara sesuai jatah waktu, & diam menyimak ketika lawan bicara.
  6. Tidak akan menimbulkan pertentangan ‘keributan’.

Berikut ini ada tulisan perdebatan bagus.

Semoga tulisan ini dapat menjadi bahan pelajaran, antara muslim & non-muslim. Dengan cara ini, dapat menyampaikan kebenaran, dibanding menyebarkan fitnah.

Sekaligus menyampaikan bahwa, pesan Al-Quran adalah ‘kabar gembira & peringatan’ kepada semua manusia. Banyak yang belum mengetahuinya. Seperti Firman Allah berikut:

“(Al Qur’an) ini adalah penerangan bagi seluruh manusia, & petunjuk serta pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa.” [3:138]

“Dan tidaklah Kami mengutus para rasul itu melainkan untuk memberi kabar gembira & memberi peringatan. Barang siapa yang beriman & mengadakan perbaikan, maka tak ada kekhawatiran terhadap mereka & tidak (pula) mereka bersedih hati.” [6:48]

Kenapa harus disampaikan?

Karena itu tugas semua muslim, menyampaikan pesan Allah kepada semua manusia. Dimulai dari keluarga terdekat dulu, agar terhindar dari api neraka.

“Kewajiban Rasul tidak lain hanyalah menyampaikan, & Allah mengetahui apa yang kamu lahirkan & apa yang kamu sembunyikan.” [5:99]

Penyampaian pesan itu, dimulai dari keluarga terdekat dahulu, agar terhindar dari api neraka. Baru kemudian tetangga kiri kanan, sebagai ajakan dalam ‘persaudaraan’ sesama manusia. Menghadapi kehidupan dahsyat, setelah dunia ini berakhir.

“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu & keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia & batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka & selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.” [6:66]

Berikut perdebatan itu. Lengkapnya di blog ini.
Khusus tentang rangkuman diskusi ini, diperkenankan berpola pikir dewasa, cerdas & pandai mengolah logika. Jika belum siap …Jangan baca rangkuman diskusi seorang Muallaf & Pendeta. Syukran, terimakasih.” [Al Amin]

Ini adalah diskusi muallaf & pendeta yang lagi ramai dibicarakan. Antara Chistina Olivia Wijaya (Olivia) mualaf, dengan nama Islamnya Aninda Chairunisa, dengan seorang pendeta bernama Oikumene Anthony Domingus (Anthony), pendeta asli Jakarta. Sekarang menetap di Philipina.

Pendeta yang pertama kali mengajak debat Aninda, karena mendengar berita ada seorang pendeta asal Australia Herbert Simpson, jadi muallaf. Setelah berdebat dengan Aninda.

Yang membuat heboh, foto profil Aninda Chairunisa memakai foto artis Chelsea Olivia. Tapi sekarang sudah aslinya. Biar tidak salah penafsiran. Wajahnya, memang mirip.

Kita mulai.

Pendahuluan
Olivia: Bapak.. Saya adalah mantan Kristen yang telah diajarkan secara theologi.
Saya menafsirkan sesuai dengan ilmu yang saya dapat dari dosen/pendeta theolog… Kecuali dosen-dosen itu yang mengajarkan saya salah dalam ilmu theologi..

BENARKAH YESUS MATI DI SALIB ATAU HANYA AKAL-AKALAN PENDIRI AGAMA KRISTEN ?

Anthony: “Sejujurnya saya salut dengan anda, hafal Al-Kitab melebihi saya, saya akan periksa & mempelajari pesan-pesan itu semua. Saya secara gentleman mengakui Muhammad utusan Allah, bukan Paulus.”
============================================================
Rangkuman Diskusi Seorang Muallaf & Pendeta

Minggu pukul 19:53…
Anthony: Shallom, dapatkah moderator memuat komentar saya kedua dari yang terakhir.

Olivia: Assalamu’alaikum wr wb, alhamdulillahi robbil alamin washolatu wassalam ala asy rafil ambiya’i wal mursalin wa ala alihi wasahbihi wasallam, mohon permintaan pak pendeta Oikumene

Anthony Domingus dipenuhi akhy moderator.

Anthony: Komentar jawaban saya terdahulu.

Olivia: Bagaimana moderator apakah sudah?

Olivia: Oke silahkan bapak pendeta.

Anthony: Oke, dalam dialog ini,saya kembali menegaskan seperti pernyataan saya terdahulu, bahwa nubuwat untuk Muhammad tidak ada di dalam Al-Kitab Perjanjian Baru maupun lama & kalaupun ada hanya untuk Yesus, persamaan Musa & Muhammad sangat jauh sekali, sejauh tahun kelahiran mereka.

Olivia: Baik pak pendeta…Saya ulangi lagi, Yesus lahir ajaib, Musa normal, Muhamad normal, Yesus mati disalib karena menebus dosa manusia, Musa & Muhammad mati tanpa beban & berkubur di bumi, Yesus katanya sedang istirahat di surga, Musa & Muhammad nikah & kawin serta beranak, Yesus tidak, Musa & Muhammad adalah raja Yesus jadi raja di kerajaan dunia lain. Apakah bapak mau memungkiri kenyataan ini??

Anthony: Musa & Yesus memang berbeda dalam bentuk fisik tapi dalam nubuwat itu Yesus-lah yang dituju, bukan Muhammad.

Olivia: Apakah ini jawaban profesional bapak atau ada sebaliknya? Maaf..

Anthony: Ini sudah jawaban sesuai iman Kristiani.

Olivia: Tolong bapak tulis di wall ini ciri kemiripan Musa & Yesus dalam iman Kristiani bapak, mohon sangat.

Anthony: Sama sama mendapat mandat dari BAPA, bukan dari Allah Islam.

Olivia: Catatkan moderator kemiripan Yesus & Musa menurut bapak pendeta Oikumene Anthony Domingus ini.
Olivia: MUSA ADALAH NABI & YESUS ADALAH REINKARNASI TUHAN BETUL KAN BAPAK.

Anthony: Betul & itu pasti.

Olivia: YESUS ADALAH PRIBADI YANG DIMUATI ROH KUDUS & BAPA MENURUT KEYAKINAN KRISTEN, MUSA TIDAK, BETUL KAN BAPAK..

Anthony: Betul, saya sangat setuju.

Olivia: Sekarang saya tanya ke bapak apakah Yesus sama dengan Musa?

Anthony: Saya mengakui Musa & Yesus berbeda

Olivia: Jadi menurut bapak apakah Muhammad sama seperti Musa?.

Anthony: Iya tetapi anda bisa melihat historis dari keduanya, Musa keturunan Abraham dari anak suci Ishak, jelas bahwa nubuwat itu bukan untuk Muhammad & anda lupa bahwa Muhammad dari Arab barbar, sedang Musa dari Yahudi yang beradab & memiliki keturunan yang kemudian menemukan penemuan-penemuan yang brilian termasuk alat anda online ini.
Apa yang anda banggakan dari ajaran Muhammad?

Minggu pukul 20:34
Transisi ==>
Minggu pukul 20:44

Olivia:Maaf saya tadi B.A.K, baik pak pendeta saya akan jawab
Olivia: Apakah bapak lupa dengan Kejadian 16:15, 17:23, 17:25 silahkan bapak buka.
Olivia: Sampai umur 13 tahun Ismail adalah anak Abraham, ketika perjanjian antara Ibrahim & Tuhan memberikan anak laki-laki yang diberi nama Ishak.

Anthony: Umat Kristiani dari hasil rapat/konsili yang beratus kali, mungkin ribuan kali mengkaji secara jitu & ilmiah, yang bersumber dari semua kitab agama manapun, termasuk Quran, Ismail adalah anak dari seorang ibu yang tidak syah dikawini, Kristen menyimpulkan, bahwa mustahil nubuwat itu untuk Muhammad, yang berada ribuan kilo meter dari Israel.
Anda terlalu menghayal & mengada-ada saja.

Ahmad Syah: Oikumene Anthony Domingus@ tolong beri waktu mbak Olivia Wijaya memaparkan premisnya mengenai Ulangan 18:18 pak.

Olivia: Baik akhy Ahmad Syah, saya sedang mengarahkan kesana.

Olivia: Maaf bapak, saya tersenyum membaca pernyataan bapak, Ismail & Ishak adalah anak dari Abraham, kalau bapak & seluruh umat Kristiani lainnya menyatakan bahwa Ismail anak haram, berarti Tuhan bapak telah salah memfirmankan & menceritakan dalam Ulangan itu & Ulangan itu bukan Firman Tuhan tetapi cuma ayat-ayat dongeng belaka.

Anthony: Itulah Firman Tuhan & pemberitaan yang harus dipelajari, dipahami bahwa Tuhan tidak pernah berdusta tentang sejarah.

Olivia: Kalau bapak mengatakan bahwa dalam Ulangan itu adalah Firman Tuhan, berarti bapak yang tidak jujur dengan mendustai sejarah, betulkan pak

Anthony: Nah…Nah anda memulai bermain kata dimana letak kedustaan saya, mohon tunjukan.

Olivia: Saya minta tolong kepada moderator untuk memuat komentar bapak Umat Kristen dari hasil rapat Konsili….& seterusnya.
Olivia: Bagaimana bapak, bukankah itu pernyataan bapak bahwa seluruh (maaf) umat Kristen telah mendustai sejarah, sedangkan Tuhan jujur mengungkapkan sejarah !

Ahmad Syah: ch olivia wijaya@ sudah mbak aninda..==>

Anthony: Umat Kristiani dari hasil rapat/konsili yang beratus kali, mungkin ribuan kali mengkaji secara jitu & ilmiah, yang bersumber dari semua kitab agama manapun, termasuk Quran, Ismail adalah anak seorang ibu yang tidak syah dikawini, Kristen menyimpulkan, bahwa mustahil nubuwat itu untuk Muhammad, yang berada ribuan kilo meter dari Israel. Anda terlalu menghayal & mengada-ada saja.

Anthony: Ismail penentang saudaranya, anda kalau tidak percaya silahkan buka Kejadian 16:12, ini sudah cukup bukti menjelaskan kalau hubungan kekeluargaan Ismail-Ishak putus di kemudian hari.

Olivia: Kalau bapak memiliki anak 2 orang kemudian mereka ribut karena salah dalam mengartikan sebuah warna, kemudian mereka ribut, apakah mereka sudah tidak satu keluarga lagi atau apakah salah satunya bukan anak bapak ??

Anthony: Okay….okay i believe your opinion.

Olivia: In where father you believed to my opinion<<sorry

Anthony: All.
Anthony: Sebagai manusia berbudi, tidak seharusnya masuk rumah orang tanpa permisi apalagi menentang orang rumah, mohon umat Kristiani bersabar ini dialog bukan debat kusir.
Anthony: Teruskan.
Anthony: Bapa permisi dulu karena komputer bapak lagi trouble..
Anthony: Minta waktu sebentar.

Olivia: Saya sedang menunggu bapak pendeta membetulkan genset-nya….

Anthony: Okay bapak kembali, silahkan teruskan Aninda Chairunnisa.

Olivia: Terima kasih pak. Silahkan mulai bapak…..

Anthony: Dalam Ulangan 18:18, perkataan Tuhan jelas & tidak mengada-ada, ”AKU MENARUH FIRMANKU KE DALAM MULUTNYA” itu jelas hanya cocok & pantas untuk Tuhan Yesus Kristus dengan fakta semua yang Yesus katakan terbukti, Yesus membuktikan bahwa nubuwat itu digenapi olehnya, bukan utk Muhammad, yang tidak pernah memiliki mu’jizat seperti itu.

Olivia: Baik pak, ” AKU MENARUH FIRMANKU KE DALAM MULUTNYA” ULANGAN 18:18M, SIAPAKAH YANG BERFIRMAN SAAT ITU, APAKAH YESUS ATAU ADA KUASA LAIN….??

Anthony: Yesus yang dalam bentuk lain, karena ia harus memenuhi nubuwat-nya kemudian hari.

Olivia: Setelah Yesus lahir ke dunia, kemudian Yesus memenuhi nubuwat-nya, apakah Yesus harus MELUDAH KEMUDIAN MENJILATI LUDAHNYA LAGI DEMI MEMENUHI NUBUWAT ITU ??

Olivia: Jelas tidak bukan? Dan apakah firman itu habis setelah Yesus pergi… Lalu apakah firman yang bapak baca sekarang karangan manusia biasa, kira-kira menurut bapak bagaimana, mohon pencerahanya.

Anthony: Bertobatlah nak kepada TUHAN YESUS KRISTUS TUHAN KITA SEMUA.

Olivia: Nanti saya akan bertobat pak setelah mengetahui kebenaran itu tersimpan dimana.

Anthony: Saya akan jawab di kemudian hari.

Olivia: Baik pak, saya tidak akan mengulang pertanyaan saya terdahulu, silahkan bapak !!

Anthony: Nubuwat dalam Ulangan 18:18, jelas untuk Yesus itu fakta & saya bukan bicara mengada-ada, karena dalam Yohanes 20:21-21 & Yohanes 16:14 itu sudah nyata! Bahwa nubuwat itu bukan untuk Muhammad! Tetapi untuk Yesus Kristus, nubuwat itu digenapi dengan mengutus roh kebenaran atau Roh Kudus itu sendiri, Muhammad bukan roh kebenaran apalagi Roh Kudus.

Olivia: Baik pak, pertama saya jelaskan tetang Ulangan 18:18, menurut versi yang sebenarnya & sudah diakui oleh ratusan sarjana Al-Kitab PL/PB, diseluruh dunia..
Olivia: Seumpama, misal: Ketika saya minta tolong kepada bapak untuk menyampaikan kata-kata saya ke A-B-C: ANTARKAN PADAKU MANGKUK MERAH PUTIH..kemudian bapak berkata kepada A-B-C aninda berkata ; antarkan padaku mangkuk merah putih, apakah saya menaruh kata-kata saya ke mulut bapak..maaf pak..

Anthony: Setuju, masuk akal sekali.

Olivia: Sejarah mencatat..bahwa Muhammad SAW, yang ketika itu berumur 40 tahun yang berada dalam gua Hira pada tanggal 17 malam Ramadhan..tiba-tiba didatangi malaikat.

Muhammad kebingungan ketika disuruh membaca hingga 3x barulah malaikat membacakan, Muhammad kemudian mengerti & mengikutinya, apa bacaan itu..IQRO BISMI ROBBIKAL LADZI KHOLAQ apakah bapak setuju dengan cerita ini…?

Anthony: Setuju, saya pernah membaca sejarah Muhamad

Olivia: Apakah sama makna dengan Ulangan 18:18 bapak...

Anthony: Semua penjelasan anda sangat baik, tetapi itu semua tidak ada konsekuensi nyata, karena kami umat Kristiani memiliki Yesus kristus sebagai reinkarnasi Tuhan yang menyelamatkan kami dari PERBUDAKAN DOSA.

Olivia: Buat kami itu tidak menjadi soalan… Karena kami hanya menyampaikan sesuatu kebenaran yang tersembunyi…

Anthony: Kalau benar itu Muhammad ada dalam Perjanjian Lama harusnya ada dalam Perjanjian Baru, itu jelas membuktikan bahwa ramalan itu tidak benar, untuk Muhammad & Muhammad serta Allah Islam hanya mengaku-ngaku saja.

Olivia: Bapak silahkan buka, di Matius 17;11-13.. Yohanes 1;19-20-21… Yohanes 1;25 menurut bapak bagaimana mohon pencerahanya,,,,

Anthony: Saya lihat dulu…
Anthony: Apakah menurut anda Muhammad itu mesias, elia & nabi itu?

Olivia: Ya, nubuwat itu tergenapi oleh nabi Besar Muhammad shollollohu alaihi wasallam, seorang raja, panglima tertinggi..presiden..hidup & mati di dunia ini, menikah, beranak, sedangkan Yesus semua kriteria itu tidak terpenuhi oleh Yesus.

Anthony: Bukan main, darimana dasar anda meyakini bahwa Muhammad itu untuknya, sedangkan jelas & pasti bahwa Muhammad tidak mungkin menjadi penerus ajaran Tuhan Yesus Kristus.

Olivia: Bapak…Tolong tuliskan di wall ini Matius 21:23.

Anthony: Anda yang tulis.

Olivia: Baik bapak, biar adil mohon kepada moderator menulis Matius 21 ;23 di wall ini, saya mohon sekali.

Ahmad Syah: MATIUS 21:23: Lalu Yesus masuk ke Bait Allah, & ketika Ia mengajar di situ, datanglah imam-imam kepala serta tua-tua bangsa Yahudi kepada-Nya, & bertanya: “Dengan kuasa manakah Engkau melakukan hal-hal itu? Dan siapakah yang memberikan kuasa itu kepada-Mu?”

Olivia: Bagaimana menurut bapak tafsiran ini..?

Anthony: Matius 21:23, sudah tergenapi oleh Rasul Paulus, yang kerajaannya ada hingga sekarang, Muhammad mana kerajaannya??

Olivia: Di situ tersirat makna tentang kerajaan Allah, dimana saat itu dipimpin oleh Yesus dengan hukum yang sudah ada & baku & Paulus yang bapak kira diberikan mandat menjadi ”Raja” dalam kerajaan Tuhan itu, apakah benar Paulus raja di kerajaan tuhan itu

Anthony: Pasti & mana kerajaan Muhamad.

Olivia: Baik pak, nanti akan saya buktikan kerajaan Rasulullah Muhammad SAW..

Olivia: Kita belum tuntas membahas tentang ”Raja“Paulus.

Anthony: Silahkan.

Olivia: Kalau benar Paulus meneruskan trah kepemimpinan yang saat itu dipegang Yesus, sedang Yesus saat itu meneruskan trah Musa, berarti Paulus mengikuti semua protokoler yang sudah mendarah daging dalam tradisi Yahudi..betulkan pak..?

Olivia: Sementara menunggu bapak pendeta Oikumene Anthony Domingus saya minta tolong kepada moderator menulis di wall ini Matius 26:37-39.

Ahmad Syah: ch olivia wijaya@Ini mbak Matius 26:37
Dan Ia membawa Petrus & kedua anak Zebedeus serta-Nya. Maka mulailah Ia merasa sedih & gentar,
26:38 Ia berkata kepada pengikut-pengikut-Nya, “Hati-Ku sedih sekali, rasanya seperti akan mati saja. Tinggallah kalian di sini, & turutlah berjaga-jaga dengan Aku.”
26:39 Maka Ia maju sedikit, lalu sujud & berdoa, kata-Nya: “Ya Bapa-Ku, jikalau sekiranya mungkin, biarlah cawan ini lalu dari pada-Ku, tetapi janganlah seperti yang Kukehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki. ”

Olivia: Nampaknya bapak pendeta sedang trouble.. Mohon dimaafkan..

Anthony: Bapak setuju komentar anda Chairunnisa, tetapi Paulus memenuhi itu semua.
Anthony: Anda sudah mempolitisir kata-kataku & mempolitisir ayat. Okey kalau menurut anda seperti apa??

Olivia: Saya tidak mempolitisir kata-kata bapak… Bapak silahkan buka Matius 26:37-39 menurut bapak bagaimana tentang Matius 26;37-39 itu, apakah Paulus & umat Kristen lainnya mengikuti ajaran Yesus, khususnya buat sang Raja Paulus.

Anthony: Saya minta waktu hingga besok untuk menjawab pertanyaan anda Ch Olivia Wijaya, saya harus teliti saksama ayat-ayat itu. Selamat malam shallom Jesus bless you

Olivia: Silahkan bapak…Saya mengucapkan terima kasih karena mau mengajak saya dialog secara bermartabat.. Terima kasih buat semuanya yang telah mensukseskan acara dialog ini.. Saya mau keluar dulu.. Wassalamu’alaikum warohmatullohi wabarokatuh
Minggu pukul 23:44

=======

Baca juga:

  1. Diskusi Mualaf & Pendeta @2/3
  2. Diskusi Mualaf & Pendeta @3/3
Iklan

Satu pemikiran pada “Diskusi Mualaf & Pendeta @1/3

Tinggalkan Balasan, sopan, intelek, belajar lanjut

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s